Comscore Tracker

5 Tanda bahwa Kamu Korban Emotional Abuse dalam Hubungan, Kenali!

Harus segera dicari solusinya

Emotional abuse mungkin tidak sejelas kekerasan fisik atau seksual. Namun, emotional abuse bisa sama kuatnya untuk merusak kebahagiaan seseorang. Terlebih, sulit untuk mengetahui perilaku emotional abuse sehingga korban mungkin bertahan lebih lama dengan pelaku.

Sering kali, hubungan antara pelaku dan korban emotional abuse akan terlihat normal di permukaan. Hal ini dapat membuat kekerasan semakin sulit diidentifikasi oleh korban maupun orang-orang di sekitar mereka.

Meskipun begitu, bukan berarti emotional abuse dalam hubungan tidak dapat diidentifikasi. Berikut adalah beberapa hal yang akan kamu alami saat menjadi korban emotional abuse.

1. Kamu sering mendapat komentar menyakitkan yang dikemas sebagai lelucon

5 Tanda bahwa Kamu Korban Emotional Abuse dalam Hubungan, Kenali!pexels.com/Diva Plavalaguna

Sangat umum bagi pelaku emotional abuse untuk menyembunyikan sifat mereka yang sebenarnya dengan berpura-pura bahwa apa yang mereka katakan hanyalah bermaksud sebagai lelucon.

Misalnya, saat ia mengejek fisik atau penampilanmu hingga membuat kamu marah, dengan santainya ia mengatakan bahwa kamu tidak memiliki selera humor. 

Akhirnya, ini akan membuat kamu bingung dan bertanya-tanya apakah kamu tidak memiliki selera humor dan terlalu sensitif. Meskipun begitu, belum tentu para pelaku emotional abuse ini mau menerima jika dirinya dijadikan bahan guyonan. 

2. Semua yang kamu lakukan jadi serba salah

5 Tanda bahwa Kamu Korban Emotional Abuse dalam Hubungan, Kenali!pexels.com/Polina Zimmerman

Jika kamu bersama seorang pelaku emotional abuse, interaksi sehari-hari bisa terasa seperti tidak pernah benar. Kamu mungkin mendapati bahwa pasanganmu akan terus mengkritikmu, dan kamu akan mulai merasa bahwa ada yang kemudian lakukan selalu tidak cukup baik.

Akhirnya, perilaku ini dapat membuat kamu sebagai korban merasa tidak percaya diri sehingga kamu hanya bisa bersyukur karena ada yang mau tahan denganmu. Selain itu, kamu mungkin merasa harus menahan sesuatu yang ingin didiskusikan demi menjaga perasaan pasanganmu.

Baca Juga: 5 Perilaku Toxic di Hubungan yang Bisa Bikin Trauma Berkepanjangan

3. Pasanganmu bisa bertindak sangat romantis dan dingin sekaligus

5 Tanda bahwa Kamu Korban Emotional Abuse dalam Hubungan, Kenali!pexels.com/Andrea Piacquadio

Pasanganmu bisa tampak sangat mencintaimu pada satu saat kemudian tiba-tiba bersikap dingin atau menghilang pada saat berikutnya. Tidak peduli seberapa keras kamu mencoba untuk mencari tahu alasannya, kamu tetap tidak bisa.

Karena tidak dapat mencari tahu penyebabnya, kamu mungkin mulai menyalahkan diri sendiri. Jika dilakukan cukup sering, ini dapat mengubah orang yang relatif mandiri menjadi orang yang cemas.

4. Kamu tidak memiliki ruang untuk bebas

5 Tanda bahwa Kamu Korban Emotional Abuse dalam Hubungan, Kenali!pexels.com/Keilah Gepte

Pada awalnya, kamu mungkin merasa sungguh manis melihat betapa protektifnya pasanganmu. Tapi, kemudian proteksi dan kecemburuan halus berubah menjadi posesif.

Ia mulai menjadi paranoid dan menuntut agar kamu selalu dapat dihubungi. Ia selalu mempertanyakan keberadaanmu, siapa yang bersamamu, dan apa yang kamu lakukan.

Dapat dikatakan, ia selalu membuat alasan untuk membenarkan ketidakpercayaan atau ketidaksukaan mereka terhadap semua yang dekat denganmu, seperti teman atau anggota keluarga.

Ia merasionalisasi perilakunya dengan menyatakan bahwa ia hanya mengkhawatirkanmu. Lalu dalam prosesnya, kamu mulai kehilangan kontak dengan teman dan keluarga.

5. Pasanganmu sering mengancam untuk mengakhiri hubungan

5 Tanda bahwa Kamu Korban Emotional Abuse dalam Hubungan, Kenali!pexels.com/Vera Arsic

Hal lain yang umum dilakukan oleh pelaku emotional abuse adalah mengancam mengakhiri hubungan jika kamu mencoba menolak keinginan mereka. Kemudian, jika kamu mempertanyakan pola tingkah lakunya ini, pasanganmu akan memberikan reaksi berlebihan. 

Karena korban emotional abuse sering memiliki kepercayaan diri yang rendah akibat terus menerus mendapatkan perlakuan yang buruk, ancaman ini akan menyebabkan perasaan panik dan putus asa.

Ketika kamu terpojok dengan ancaman ini, kamu mungkin akan minta maaf dan memberikan apa yang pasanganmu inginkan.

 

Bagaimanapun juga, emotional abuse dalam hubungan tidak boleh dibiarkan. Meskipun begitu, kadang pelaku juga tidak menyadari apakah yang ia lakukan termasuk emotional abuse.

Solusinya, kamu bisa membantu pasanganmu untuk mendapatkan konseling di psikolog atau meninggalkan hubungan yang berbahaya tersebut.

Baca Juga: 5 Alasan Gak Masuk Akal yang Membuatmu Bertahan dalam Hubungan Toxic

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

Lifelong learner

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Albin Sayyid Agnar

Berita Terkini Lainnya