5 Keuntungan Bersikap Jual Mahal saat PDKT, Gak Selalu Buruk
Follow IDN Times untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Penelitian menemukan bahwa orang yang responsif itu atraktif. Begitu pula dengan mereka yang bersikap being hard to get alias jual mahal. Ini seperti menemukan moderasi antara bagaimana kamu memilih pasangan atau menyelami pengalaman unik bersama calon terbaik.
Dilansir Psychology Today dan Sciencedaily, berikut keuntungan bersikap jual mahal saat PDKT. Baca selengkapnya di bawah ini, yuk!
1. Gebetan makin tertarik sama kamu
Dalam penelitian oleh Birnbaum, Zholtack, dan Reis di University Rochester pada tahun 2020, studi menemukan bahwa ketika seseorang bersikap sulit untuk didapatkan, maka calon pasangan akan semakin menginginkan. Penelitian yang berjudul 'No pain, no gain: Perceived partner mate value mediates the desire-inducing effect of being hard get during and face to face encounters' ini mengungkap bahwa membalas minat dengan cepat justru bukan strategi terbaik buat menarik pasangan.
"Orang yang terlalu mudah tertarik mungkin dianggap lebih putus asa. Itu membuat mereka tampak kurang berharga dan menarik dibandingkan yang tidak segera menunjukkan ketertarikan romantis," terang Birnbaum.
2. Menunjukkan sama gebetan kalau kamu punya nilai lebih dengan bersikap selektif
Yup, orang-orang sering ribut mempersoalkan keangkuhan jomblo karena terlalu picky dalam memilih pasangan. Padahal, bukankah berhati-hati juga membantu dalam menemukan pasangan paling tepat?
Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menemukan bahwa calon pasangan yang sulit didapat justru memperlihatkan nilai mereka, seperti selektif dalam memilih pasangan. Pada akhirnya, menjadi selektif lalu sulit mendapatkan pasangan bukan kutukan, melainkan nilai tambah yang dimiliki seseorang.
3. Gebetan jadi lebih menghargai kamu
Editor’s picks
Peneliti juga menemukan bahwa responden yang berinteraksi sama orang yang bersikap lebih selektif di media sosial, akan lebih dihargai. Karenanya, responden yang selektif bisa jadi lebih diinginkan sebagai pasangan dibandingkan sama responden yang memiliki sikap lebih mudah tertarik pada orang lain.
Anggota dalam penelitian Reis mengatakan, "Kita semua ingin bersama orang yang memiliki nilai tinggi. Kita mencoba membuat kesepakatan terbaik bersama mereka." Artinya, ada sosok tertentu yang lebih menyukai orang dengan nilai lebih, meski dengan cara jual mahal atau selektif dalam memilih pasangan.
Baca Juga: 5 Cara PDKT untuk Mengambil Hati si Scorpio yang Misterius, Ketahui!
4. Kamu jadi punya waktu lebih buat memenuhi kebutuhan diri
Psikolog sosial dan kepribadian Jeremy Nicholson mengatakan beberapa alasan kenapa jual mahal sedikit merupakan pendekatan terbaik dalam hubungan romansa. Salah satunya adalah karena orang jadi punya waktu lebih banyak untuk memenuhi kebutuhannya dulu.
Menurut Nicholson, individu yang sulit didapat menunjukkan bahwa mereka telah aman dan percaya diri. Barangkali mereka responsif secara sosial, tapi sering sibuk dan sangat memprioritaskan aktivitasnya. Dengan mereka memenuhi serta menghormati dirinya, itu membuat gebetan juga akan lebih menghormati.
5. Kamu menemukan hubungan asmara yang autentik
Nicholson memaparkan tentang menemukan keseimbangan antara menghargai waktumu sendiri dan menghargai tawaran positif (kencan) dari gebetan. Dampaknya, kamu mungkin menjadi sangat selektif akan siapa yang layak untuk berbagi hidup bersama.
Akan tetapi, kamu juga membangun hubungan dalam bentuk kelangkaan yang autentik. Dengan kata lain, kamu mungkin benar-benar agak sulit didapat karena kalian perlu waktu lebih buat penyesuaian. Namun di sisi lain, hanya kalian yang bisa memahami hubungan itu, tidak ada orang lain.
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Banyak Orang Bersikap Sok Jual Mahal Saat PDKT