Comscore Tracker

Masih Sering Insecure sama Hubungan Kamu? Sadari Sebelum Jadi Kronis

Insecure oh insecure

Semenjak isu kesehatan mental mulai mendapat tempat, kata insecurity sepertinya cukup dekat di telinga generasi muda saat ini. Dalam psikologi klinis, insecurity yang dialami oleh seseorang, maupun hubungannya bersama pasangan, erat kaitannya dengan gaya pengasuhan oleh caregiver di awal masa tumbuh.

Selain itu, faktor terkait insecurity termasuk pada self-esteem yang rendah dan pola asuh anxious attachment. Kabar baiknya, setiap orang punya kesempatan sama untuk mengatasi masalah ini. Berikut beberapa penjelasan ahli, saran, serta penerapannya dalam suatu hubungan. 

1. Insecurity dalam hubungan bisa jadi berakaitan dengan pendekatan pola asuh semasa kecil

Masih Sering Insecure sama Hubungan Kamu? Sadari Sebelum Jadi Kronispexels.com/hitesh choudhary

Dilansir Psychcentral, Margarita Tartakovsky, mengatakan bahwa jika seseorang mengalami rasa tidak aman terhadap hubungan yang sedang dijalani, sering cemas, kesepian dan jealous, kemungkinan orang tersebut memiliki anxious attachment. Anxious attachment juga dijelaskan oleh Tartakovsky dengan tanda ketika pasangan mulai mengomentari tentang perilaku needy atau clingy.

Dalam hal ini, anxious attachment menurut Tartakovsky, merujuk pada pola asuh semasa kecil. Beberapa bayi menerima perhatian yang tidak konsisten, padahal pada masa krusial ini, mereka masih membutuhkan perawatan penuh untuk tumbuh hingga bisa survive.

Namun Anxious attachment bukan sesuatu yang permanen. Jika kamu mengalami hal yang sama, kamu masih bisa meningkatkan self-wareness dan self-campassion untuk membangun hubungan yang lebih sehat, baik dengan dirimu maupun dengan pasangan. 

2. Salah satu cara mengatasi insecurity adalah dengan meningkatkan self-awareness

Masih Sering Insecure sama Hubungan Kamu? Sadari Sebelum Jadi Kronispexels.com/Diego Rezende

Menurut psikolog klinis, Leslie Becker-Phelps, kunci dalam hubungan yang sehat adalah meningkatkan awareness. Becker-Phelps mengawali kesadaran dengan lebih terkoneksi terhadap diri dan orang-orang di sekitar, yang mana bisa digali lagi dengan hal-hal seperti berikut ini:

  • Sensasi yang kamu alami pada tubuh, di mana akan membantu mengetahui apa yang kamu rasakan dan apa yang kamu pikirkan saat itu;
  • Pikiran tentang dirimu atau pasangan, yang berpengaruh pada emosi dan sensasi;
  • Emosi yang kamu alami, menurut Becker-Phelps, perlu dikategorikan secara lebih spesifik. Alih-alih kamu bilang 'aku kesal', kamu bisa memecah jadi emosi yang lebih akurat seperti 'sedih', 'marah', atau 'bersalah'. Bagaimana kamu merasakan emosi tertentu juga dipengaruhi oleh pikiranmu;
  • Pola hubungan dari waktu ke waktu, yang mana mempengaruhi pengalaman dan kepercayaan diri. 

3. Dengan self-campassion dan self-awareness, muncul kenyamanan pada diri, yang membantu terkoneksi secara lebih aman dengan pasangan

Masih Sering Insecure sama Hubungan Kamu? Sadari Sebelum Jadi Kronispexels.com/Yaroslav Shuraev

Sementara itu, self-compassion bisa kamu mulai dengan melakukan perubahan secara personal. Contoh sederhananya adalah saat kamu terbiasa mengkritik dirimu terlalu keras, mulai sekarang kamu dapat ubah dengan kata-kata yang lebih suportif.

Barangkali melakukan cara ini terdengar sedikit 'gila'. Namun, kerap kali afirmasi positif diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan diri. Kalau bukan kamu yang lebih perhatian terhadap dirimu, lantas mau menunggu siapa lagi? Berharap pada orang lain hanya menghabiskan waktu, terlebih ketika kamu sudah terlalu lama menengadah dan tidak ada yang mengulurkan tangannya. 

Dengan self-campassion dan self-awareness, muncul kenyamanan pada diri, yang mana akan membantu kamu terkoneksi secara aman dengan pasangan. Lanjut lagi, penulis dari buku Insecure in Love: How Anxious Attachment Can Make You Feel Jealous, Needy, and Worried and What You Can Do About It ini, mengatakan bahwa ketika kamu sudah bisa menerapkan cara tersebut, kamu dapat mengomunikasikan apa yang kamu butuhkan dengan lebih jelas. Secara emosional, hubungan dengan pasangan menjadi lebih intim dan sehat. 

Baca Juga: 5 Cara Memberi Dukungan Kepada Teman yang Sering Mengalami Insecure

4. Alih-alih melihat kekurangan, fokus saja pada kelebihan yang kamu punya

Masih Sering Insecure sama Hubungan Kamu? Sadari Sebelum Jadi Kronispexels.com/Mehrad Vosoughi

Saat kamu merasa insecure, kamu barangkali lebih fokus pada kekurangan. Padahal di waktu yang sama, hubungan adalah tentang dua orang yang memiliki kualitas serta kekuatan untuk saling menopang. Agar merasa aman dengan hubungan yang sedang kamu rajut, kenali dulu kelebihan kamu.

Dilansir Psychologytoday, psikolog dan penulis, Jennice Vilhauer, memberikan beberapa bocoran mengenai bagaimana orang mengelola insecurity dalam hubungan. Salah satunya adalah mengenali dan percaya pada nilai hidup yang kamu punya. 

"Kamu tidak harus menjadi orang kaya atau memiliki rupa menawan, karena kepribadian mengambil peran penting dalam suatu hubungan. Kamu mungkin adalah seorang yang menarik, dapat dipercaya, lucu, baik, atau komunikator yang handal. Sifat-sifat tersebut adalah nilai lebih bagi pasangan. Cari tahu apa yang ingin kamu berikan pada hidup seseorang, apakah kamu ingin memberikan dukungan, cinta, atau kebahagiaan? Fokus pada apa yang bisa kamu tawarkan padanya alih-llih kekuranganmu, itu akan mengubah perspektifmu", jelas Vilhauer.

5. Berada dalam suatu hubungan, tak lantas membuatmu kehilangan sisi independen diri

Masih Sering Insecure sama Hubungan Kamu? Sadari Sebelum Jadi Kronispexels.com/cottonbro

Hubungan yang sehat melibatkan dua orang yang sehat pula. Namun sering kali, hubungan romantis mengaburkan batasan dan apa yang sebenarnya kamu inginkan. Maka dari itu, mengelola identitas diri menjadi penting untuk membentuk keseimbangan dalam hubungan. 

Vilhauer menempatkan pentingnya independen diri pada urutan berikutnya. Menurutnya, menjadi seseorang yang antusias terhadap tujuan hidup terlihat lebih atraktif bagi pasangan.

"Kamu dapat menghabiskan waktu bersama sahabat, apa yang kamu suka, hobi, atau mengelola finansial secara independen, serta memiliki tujuan personal untuk mengamankan keberlangsungan hubungan. Melakukan hal ini juga berarti tidak melupakan dirimu", tambah Vilhauer. 

Insecurity dalam hubungan romansa bisa muncul pada siapa saja. Meski begitu, kamu masih bisa mengelola ini dengan cara yang lebih adaptif demi terciptanya hubungan jangka panjang yang sehat. 

Baca Juga: 5 Trik Atasi Rasa Insecure dalam Hubungan, Bikin Kamu Lebih Bahagia!

Topic:

  • Fajar Laksmita Dewi
  • Pinka Wima

Berita Terkini Lainnya