Comscore Tracker

6 Sebab Perlunya Jaga Jarak dengan Tetangga Toksik, Biar Tetap Waras!

Jangan sampai kamu berurusan banyak dengan mereka

Toksik merupakan padanan kata yang artikan beracun atau zat yang mengandung racun. Namun nama ini kemudian bergeser menjadi salah satu istilah populer dalam mewakili sifat yang membuat risi, merugikan, hingga berakibat kepada tindakan yang tidak sehat.

Siapa saja bisa berpotensi menjadi pribadi yang toksik dengan atau tanpa mereka sadari, termasuk tetangga. Bukan cuma membuat risi, memiliki tetangga toksik bisa mengganggu ketenteraman dalam hidup. Oleh sebab itu, kamu perlu jaga jarak dari mereka karena enam alasan berikut ini.

1. Nggak ngapa-ngapain tapi tetap kena imbas

6 Sebab Perlunya Jaga Jarak dengan Tetangga Toksik, Biar Tetap Waras!pexels.com/Vera Arsic

Bertingkah makin menjadi, diam bukan solusi. Itulah yang kerap dirasakan seseorang ketika memiliki tetangga dengan sifat toksik. Meski sudah berupaya menjadi pribadi yang netral dan tidak ngapa-ngapain, tetangga tetap memiliki kesempatan untuk bersinggungan dan membuat kamu terus kena imbas walau tidak salah.

Contoh sederhana dari dampak berikut ini adalah ketika tetangga toksik sedang marah kepada orang lain, tapi malah kamu ikutan kena semprot. Belum lagi jika mereka sebal dengan orang lain, tapi kamu ikutan terseret dan menjadi objek bulan-bulanan untuk disamakan dengan sosok yang si tetangga benci tersebut.

Maka dari itu, sebisa mungkin kurangi intensitas waktu temu dengan mereka. Jaga hubungan untuk tidak terlalu dekat, pun tidak terlalu jauh. Melawan tipikal tetangga seperti ini tidak cukup membuat mereka gentar, justru salah-salah kamu malah semakin diincar.

2. Apa pun kebaikan yang dilakukan pasti selalu ada celahnya

6 Sebab Perlunya Jaga Jarak dengan Tetangga Toksik, Biar Tetap Waras!pexels.com/Daria Shevtsova

Menang jadi arang, kalah jadi abu. Begitu kira-kira perumpamaan saat kamu berbuat baik kepada tetangga toksik. Kebaikan kamu tidak selalu membuat mereka tersentuh dan malah berpotensi untuk berbuntut menjadi bahan gunjingan baru.

Bagi mereka baik atau jahatnya kamu akan selalu jadi pembicaraan kurang mengenakan. Sebaliknya, apabila kamu memiliki sesuatu yang mereka inginkan maka kebaikanmu akan digunakan untuk menjilat dan memperoleh keinginan tetangga toksik. Misal, kamu mempunyai pengaruh besar di lingkungan atau kamu adalah orang terpandang.

Tapi bukan berarti sebab ini menjadikanmu sebagai orang yang berlaku jahat karena merasa kebaikan tidak diapresiasi, justru terus berlaku baik akan membuat mereka jengah karena kehabisan bahan bakar untuk menggunjingmu.

Kebaikan kita akan dipandang sebagai sesuatu yang sama baiknya oleh orang lain, apalagi karena sesuatu yang kamu perbuat merupakan tindakan tulus yang tak mengharap imbalan. Jadi jangan bosan jadi pribadi yang teladan meskipun ada kerikil yang mengusik cara bertetanggamu, ya!

3. Hanya baik saat butuhnya saja

6 Sebab Perlunya Jaga Jarak dengan Tetangga Toksik, Biar Tetap Waras!pexels.com/Lisa Fotios

Pernah mendengar istilah people come and go alias orang datang dan pergi? Pernyataan populer ini digunakan untuk menghibur diri ketika sedang ditinggal oleh seseorang. Meski kedengaran masuk akal, tapi jangan samakan dengan perbuatan tetangga yang datang dan pergi sebutuhnya dia saja, ya.

Selain omongan yang dikeluarkan kerap membuat orang lain jengah, perbuatan tetangga toksik juga kadang-kadang membuat kita heran dan tak habis pikir. Salah satunya adalah berlaku baik saat perlu dan kembali jahat begitu urusan sudah selesai.

Kamu jangan sampai begini ya, bagaimana pun juga tetangga adalah pihak yang senantiasa menjadi orang pertama yang akan dicari begitu kita dalam kondisi sulit. Jika tidak bisa berlaku baik, paling tidak jangan tinggalkan kesan buruk.

Baca Juga: Predikat Tetangga Terbaik Cocok Banget Nih buat 5 Zodiak Ini, Setuju?

4. Bertetangga disamakan dengan kompetisi

6 Sebab Perlunya Jaga Jarak dengan Tetangga Toksik, Biar Tetap Waras!pexels.com/Pixabay

Urusan yang berkaitan dengan rasa iri biasanya kerap memanjang bahkan sampai generasi anak cucu. Ingat ya, bertetangga adalah bentuk kehidupan sosial yang harusnya memiliki fungsi positif. Saling bantu, saling berbagi, dan saling dukung. Bukan saling sikut dan membuat lingkungan tempat tinggal bertransformasi menjadi media kompetisi.

Jika sudah timbul keinginan untuk bersaing dengan cara kotor dan menggunakan hal-hal picik demi menggapai keuntungan pribadi, maka tak dapat dimungkiri bahwa hal itu sudah masuk ke dalam golongan sifat toksik.

Oleh sebab itu, jauhi orang dengan sifat seperti ini. Sebab kamu tidak akan mendapat keuntungan apa pun kecuali disalahkan atas apa yang tidak mereka miliki sementara kamu punya.

5. Punya aturan hidup untuk orang lain yang dibuat sendiri

6 Sebab Perlunya Jaga Jarak dengan Tetangga Toksik, Biar Tetap Waras!pexels.com/Joshua Miranda

Apabila kamu memiliki tetangga toksik, siap-siap dengan kelakuan aneh mereka dalam berkehidupan, misalnya kecenderungan untuk membuat standar bertetangga oleh diri sendiri dan harus dipatuhi oleh orang lain.

Tidak salah jika seseorang ingin memberi peraturan seperti dilarang parkir di depan rumah atau buang sampah di halaman mereka. Namun ini akan jadi bahaya jikalau konsep aturan tersebut merugikan banyak pihak. Misalnya, dilarang menggunakan lapangan umum karena letaknya bersebelahan dengan rumah atau harus izin jika ingin melewati jalan dekat rumah padahal itu bukan kepemilikannya.

Aturan tidak masuk akal yang dibuat hanya untuk menarik simpati dan atensi lingkungan sekitar berpotensi menimbulkan perpecahan dan bukan mustahil bahwa pencapaian untuk mendapat ketenangan hanya angan-angan belaka hanya karena kita harus mewajarkan aturan-aturan tidak masuk akal tersebut.

6. Akan merasa dirinya selalu benar

6 Sebab Perlunya Jaga Jarak dengan Tetangga Toksik, Biar Tetap Waras!pexels.com/Anastasiya Gepp

Kehidupan bertetangga tidak akan berjalan mulus dan mencapai kedamaian jika masih ada orang dengan kepribadian toksik menuntut kepada semua orang bahwa pernyataannya selalu benar. Sebab tipe seperti ini cenderung akan memahalkan kata maaf serta berpotensi mencari orang lain untuk dikambinghitamkan.

Di sisi lain, cukup berbahaya jika terlalu sering bergaul dengan tipikal tetangga seperti ini. Selain mengontaminasi kesehatan berpikirmu, pengetahuan mereka yang banyak mengenai kamu berpotensi untuk disalahgunakan demi kepentingan mereka sendiri.

Itulah keenam alasan mengapa kamu perlu jaga jarak dengan tetangga toksik, jangan biarkan kamu larut dalam sifat beracun itu dan mewajarkan segala yang diperbuat. Selain bisa mempengaruhi pola pikir, hal tersebut pun bisa berakibat pada kebahagiaanmu, lho!

Baca Juga: 6 Tips Hidup Bertetangga, Biar Kamu Gak Dianggap Sombong

Intan Pratiwi Buchr Photo Verified Writer Intan Pratiwi Buchr

sempat ingin jadi astronaut

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya