Comscore Tracker

5 Financial Red Flag pada Gebetan, Pengeluarannya Berlebihan

Bergaya lebih tinggi dari kemampuan salah satunya

Saat masih remaja, mungkin kriteria pasangan adalah dia yang memiliki paras rupawan. Namun, sepertinya kriteria tersebut tak cukup bagi seorang yang sudah dewasa dan menginginkan hubungan serius. Selain paras, ada banyak hal yang lebih penting untuk menjadi pertimbangan.

Kondisi finansial pada calon pasangan adalah hal krusial yang harus diperhatikan. Pasalnya, keadaan finansial pasangan akan berpengaruh pada hubungan yang dijalin.

Berikut merupakan tanda financial red flag saat kamu mencari pasangan. Untuk menghindari konflik keuangan, lebih baik hindari mencari pasangan yang memiliki ciri-ciri di bawah ini.

1. Bergaya lebih tinggi dari kemampuan aslinya

5 Financial Red Flag pada Gebetan, Pengeluarannya BerlebihanIlustrasi wanita dengan tas belanjanya (Pexels.com/Gonghuimin468)

Sebenarnya, biaya hidup itu murah. Namun, akan menjadi mahal jika mengikuti gaya hidup yang tidak ada habisnya. Untuk bisa menjalani kehidupan sehari-hari seseorang hanya membutuhkan biaya untuk makan, pakaian, dan tempat tinggal. Semua kebutuhan pokok tersebut tentu akan terpenuhi jika seseorang hidup dengan sederhana.

Berbeda dengan pemenuhan gaya hidup yang tinggi. Misalnya, sering pergi ke kafe hanya untuk ngopi, kerap membeli pakaian hanya untuk bergaya di Instagram, menyewa tempat tinggal mewah padahal sebenarnya ada pilihan yang lebih sederhana, dan perilaku konsumtif lain yang membuat pengeluaran semakin banyak.

Seorang yang memiliki gaya hidup tinggi akan berakibat pada kondisi keuangan yang buruk, susah untuk menabung apalagi untuk berinvestasi. Keadaan ini menjadi red flag utuk kamu yang sedang mencari pasangan. Gak mau hidup dengan orang yang punya masa depan suram, kan?

2. Suka menghabiskan banyak uang untuk hobinya

5 Financial Red Flag pada Gebetan, Pengeluarannya BerlebihanIlustrasi seorang sedang bermain golf (Unsplash.com/Courtney Cook)

Setiap orang memiliki hobi yang berbeda-beda. Pasalnya, hobi bisa menjadi hiburan tersendiri saat merasa lelah dan stres karena rutinitas pekerjaan. Sebenarnya, boleh saja melakukan kegiatan yang disukai, tapi jangan sampai hobi tersebut justru menjadi penyebab menjadi lebih boros.

Dengan dalih healing, terkadang seseorang rela mengeluarkan uang yang jumlahnya tak sedikit hanya untuk memenuhi hobi traveling-nya. Bahkan, tak jarang mereka sampai harus menghabiskan gajinya demi kepuasan sesaat. Tentu saja, hal itu merupakan perbuatan yang jauh dari kata bijak dan bisa menjadi salah satu ciri red flag dari kriteria calon pasangan yang sedang kamu cari.

3. Anti asuransi

5 Financial Red Flag pada Gebetan, Pengeluarannya BerlebihanIlustrasi penawaran asuransi (Pexels.com/Mikhail Nilov)

Pada dasarnya, asuransi menawarkan banyak manfaat. Ia dapat melindungi kita dari risiko kebangkrutan yang disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti sakit keras yang membutuhkan biaya hingga puluhan bahkan ratusan juta untuk membayar tagihan rumah sakit. Dengan memiliki asuransi, kita dapat menjalani hidup dengan lebih tenang.

Sayangnya, manfaat tersebut belum disadari oleh sebagian orang. Mereka bahkan menganggap bahwa memiliki asuransi adalah bentuk kesia-siaan dan buang-buang uang. Padahal, musibah bisa datang kapan saja secara tiba-tiba. Memiliki pasangan yang gak memproteksi dirinya sendiri tentu bukan ide yang bagus. Hal ini karena keadaan tersebut bisa membuat hidupmu penuh dengan rasa was-was.

Baca Juga: 5 Tanda Red Flag saat Kencan Pertama, First Impression Itu Penting!

4. Banyak utang dan cicilan konsumtif

5 Financial Red Flag pada Gebetan, Pengeluarannya BerlebihanIlustrasi tagihan utang (Pexels.com/Monstera)

Memiliki utang dan cicilan itu sah-sah saja, asalkan dalam jumlah yang wajar. Sebaiknya, utang yang dimiliki merupakan utang produktif. Beberapa contoh utang produktif adalah cicilan kendaraan yang digunakan untuk mobilitas kerja, kredit properti yang setiap tahun mengalami kenaikan harga, dan utang yang digunakan untuk modal usaha.

Sedangkan utang konsumtif adalah pinjaman yang digunakan untuk dikonsumsi dan nilainya semakin mengalami penurunan. Beberapa contoh dari utang konsumtif adalah cicilan kartu kredit, pinjaman online tanpa agunan dan lain sebagainya.

Seorang yang memiliki utang konsumtif berarti dia tak cukup pintar dalam mengatur keuangannya. Memiliki pasangan dengan tipikal tersebut nantinya dapat memicu konflik keuangan dalam hubungan.

5. Gak menyadari tentang pentingnya perencanaan keuangan

5 Financial Red Flag pada Gebetan, Pengeluarannya BerlebihanIlustrasi merencanakan keuangan (Pexels.com/Rodnae Productions)

Memiliki perencanaan keuangan yang baik adalah salah satu cara untuk mempersiapkan masa depan. Pasalnya, semakin dewasa kebutuhan akan semakin banyak. Mungkin, saat ini kita bisa tinggal di rumah orang tua, namun tidak untuk 10 tahun mendatang. Rumah dan kendaraan akan menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

Salah satu cara untuk mendapatkan semua itu adalah dengan perencanaan keuangan dari sekarang. Dengan perencanaan keuangan, peluang kita untuk mencapai target yang ditetapkan akan semakin tinggi. Pasalnya, dengan mengetahui berapa nominal yang dibutuhkan dan berapa angka yang harus disisihkan tiap bulannya, kita menjadi semakin termotivasi untuk bekerja dan menabung.

Namun, pada kenyataannya masih banyak orang yang tak menyadari tentang pentingnya perencanaan keuangan. Biasanya, mereka hidup hanya untuk memikirkan hari ini dan tak menyadari tentang pentingnya menyiapkan dana untuk masa depan. Tentu, menjadikan mereka sebagai pasangan hidupmu adalah sebuah ide yang buruk.

Kamu akan lebih merasa bahagia dengan pasangan yang memiliki masa depan. Tentu, masa depan yang baik bisa didapatkan dengan mempersiapkannya sedini mungkin, yaitu dengan merencanakan keuangan dari sekarang.

Baca Juga: 12 Red Flag dalam Hubungan ala Masing-masing Zodiak, Kamu Wajib Tahu!

Lulu Fatikhatul Maryamah Photo Verified Writer Lulu Fatikhatul Maryamah

you can reach me on my IG @lulumaryamah23

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya