Comscore Tracker

6 Alasan Mencintai Butuh Kesiapan Mental, Yakin Kamu Bisa?

Salah-salah cuma saling menyakiti #IDNTimesLife

Jatuh cinta di masa dewasa memang berbeda banget dari saat kamu masih anak-anak. Jika sekadar cinta monyet, perasaanmu pada seseorang masih mudah berubah. Namun, saat kamu jatuh cinta di usia dewasa perasaanmu biasanya sangat mendalam.

Akan tetapi, tentu saja perasaan yang sangat kuat itu tetap harus diimbangi dengan kesiapan mental. Jangan terlalu percaya diri secara mental kamu sudah siap untuk mencintai sebelum menyimak artikel ini sampai selesai.

Ayo, coba ukur diri! Sanggupkah kamu melakukan atau menanggung enam hal di bawah ini saat mencintai seseorang?

1. Bila sudah menyatakan cinta pada seseorang, harus mampu menjaga hati dari cinta yang lain

6 Alasan Mencintai Butuh Kesiapan Mental, Yakin Kamu Bisa?Ilustrasi menjaga hati (unsplash.com/giulia_bertelli)

Pernyataan cintamu mungkin memang akan membuatnya tersanjung. Sekalipun dia belum tentu punya perasaan yang sama denganmu, siapa sih yang gak ingin dicintai? Namun itu hanya berlaku kalau pernyataan cintamu diikuti dengan pembuktian akan kesetiaanmu padanya.

Meski dia masih berstatus sebagai gebetanmu, buktikan bahwa hatimu hanya untuknya. Jangan malah minggu kemarin nembak dia, minggu ini kamu sudah tampak mendekati orang lain yang sepertinya lebih tertarik padamu.

Sekalipun gebetanmu belum memberikan jawaban atas pernyataan cintamu, tunjukkan kalau kamu memang layak untuk menjadi pasangannya. Apalagi bila cintamu sudah diterima. Dia bakal sangat menyesal telah mau menjadi pasanganmu jika kamu sampai berbuat serong.

2. Jangan egois, kamu pun harus siap bila cintamu ditolak

6 Alasan Mencintai Butuh Kesiapan Mental, Yakin Kamu Bisa?Ilustrasi cinta bertepuk sebelah tangan (unsplash.com/_aisntee)

Cinta gak berbalas sudah menyakitkan, kan? Namun bagaimana jika dia bukan hanya gak membalas cintamu melainkan justru mencintai orang lain? Celakanya, orang yang sangat beruntung itu adalah temanmu!

Walaupun temanmu ternyata gak mencintainya pun, kamu akan tetap merasa cemburu setengah mati. Apalagi karau mereka saling mencintai lalu jadian. Rasa sakitnya sampai sukar buat digambarkan, bukan? Tapi tetap saja, kamu gak berhak untuk menghalangi mereka. Kamu wajib bisa menerima kenyataan sepahit itu!

Baca Juga: 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan saat Alami Mental Breakdown

3. Mencintai tanpa keberanian membuat komitmen yang lebih kuat hanyalah kesia-siaan

6 Alasan Mencintai Butuh Kesiapan Mental, Yakin Kamu Bisa?Ilustrasi pasangan (unsplash.com/marilezhava)

Barangkali tidak semua orang sepakat. Namun mayoritas orang masih menganggap pernikahan sebagai bentuk komitmen yang paling kuat dalam hubungan asmara. Maka meski cuma ada dia dalam hatimu, jika kamu gak kunjung mau menikah dengannya, dia akan mempertanyakan keseriusanmu.

Sampai pada suatu titik, dia menyimpulkan kamu memang gak serius dengannya. Dia gak peduli apa pun alasanmu untuk menunda atau bahkan menghindari pernikahan. Dia akan meninggalkanmu dan mencari orang yang lebih berani berkomitmen.

4. Jika kelak dia tak lagi ada di sisimu, kamu harus kuat menanggung kepedihan yang berlipat-lipat

6 Alasan Mencintai Butuh Kesiapan Mental, Yakin Kamu Bisa?Ilustrasi pasangan (unsplash.com/mnelson)

Cintamu berbalas, kalian berpacaran atau bahkan sudah menikah, tetapi hal ini juga gak berarti mentalmu sudah bebas dari ujian. Sekarang ujiannya malah terasa jauh lebih berat; perpisahan.

Bila kalian memutuskan berpisah karena tak ada lagi kecocokan, itu bukan hal yang mudah untuk dilalui. Pasti ada banyak pertengkaran sebelum sampai pada keputusan itu. Lalu masa penyesuaian ketika kamu akhirnya kembali menjadi single.

Andai saja kematian yang memisahkan, ini juga tetap akan menjadi luka yang amat dalam.  Ketiadaannya di sisimu bisa sampai membuatmu ragu mampu meneruskan hidup, lho.

5. Kamu harus bisa memilih antara menuruti kecemburuan atau yang penting hubungan bertahan

6 Alasan Mencintai Butuh Kesiapan Mental, Yakin Kamu Bisa?Ilustrasi pasangan (unsplash.com/mmayyer)

Mencintai tanpa merasa cemburu rasanya memang gak mungkin, ya? Itulah yang membedakan rasa sayang pada sahabat atau saudara dengan perasaan pada pasangan atau gebetan.

Akan tetapi jika rasa cemburu selalu diperturutkan, tindakanmu akan sering kurang masuk akal. Misalnya, dia hanya bekerja dan makan bersama teman di jam istirahat pun akan seketika membuatmu menuduhnya berselingkuh.

Selalu mengikuti rasa cemburu akan membuat hatimu gak tenang. Orang yang kamu cintai pun malah merasa amat terkekang karena harus sangat berhati-hati demi menjaga perasaanmu. Saat dia gak tahan lagi dengan sifatmu yang cemburuan, dia pasti memilih mengakhiri hubungan denganmu demi meraih kembali kebebasannya.

6. Gak seperti saat masih lajang, kamu harus sering berkompromi dengan pasangan

6 Alasan Mencintai Butuh Kesiapan Mental, Yakin Kamu Bisa?Ilustrasi pasangan (unsplash.com/echaparro)

Ketika kamu masih sendiri, bisa dibilang hidupmu hanya mengikuti aturan yang kamu buat sendiri dan kesukaan-kesukaanmu. Sebaliknya, kamu bisa langsung menghindari atau meniadakan hal-hal yang tidak kamu sukai.

Namun setelah kamu memiliki pasangan, kemampuan berkompromi menjadi kunci dari langgeng atau tidaknya hubungan kalian. Kamu gak bisa terus mengkritik pasanganmu saat dia melakukan hal-hal yang kurang kamu sukai atau dia akan merasa tidak dicintai dan tidak diterima seperti apa adanya dirinya.

Di situlah cintamu diuji. Apabila benar-benar mencintainya, kamu harus bisa mengurangi tuntutanmu padanya. Meski itu berarti menurunkan standar yang baik atau benar menurutmu.

Meski keenam hal di atas terasa sulit saat dibayangkan, kamu gak perlu terlalu khawatir! Nanti kalau kamu sudah benar-benar jatuh cinta dan menemukan seseorang yang tepat, keenamnya bisa otomatis kamu atasi, kok. Sekalipun tentu saja, selalu ada proses untukmu belajar.

Baca Juga: Cinta Datang Saat Olahraga, 10 Drama Korea tentang Kisah Cinta Atlet

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Kidung Swara Mardika

Berita Terkini Lainnya