Comscore Tracker

5 Alasan untuk Tidak Jera Mencintai meski Pernah Tersakiti

#IDNTimesLife Jangan menyangkal perasaanmu

Pengalaman patah hati memang bisa terasa sangat traumatis, ya? Apalagi kalau penyebabnya bukan sebatas ketidakcocokan karakter melainkan ada pengkhianatan atau tindak kekerasan.

Rasanya, kamu gak ingin lagi menjalin hubungan asmara atau sekadar jatuh cinta pada seseorang. Kamu yakin selamanya menjomlo akan lebih baik. Namun ada baiknya kamu simak dulu, nih, lima alasan untuk gak kapok mencintai.

1. Kamu tidak bisa menghindari momen jatuh cinta pada seseorang

5 Alasan untuk Tidak Jera Mencintai meski Pernah Tersakitiilustrasi kebahagiaan pasangan (pexels.com/2081218)

Memangnya ada orang yang merencanakan dia akan jatuh cinta pada seseorang? Gak, kan? Itu artinya, perasaan itu akan muncul begitu saja, tak sempat kamu duga.

Maka menghindarinya menjadi mustahil. Kamu bisa saja bertemu seseorang pada suatu hari dan hatimu tergetar olehnya. Makin hari makin kuat dan berusaha menyangkalnya malah membuat kamu sendiri menderita.

2. Kamu dapat mencegah terulangnya luka dengan mengenal seseorang lebih dalam sebelum berkomitmen

5 Alasan untuk Tidak Jera Mencintai meski Pernah Tersakitiilustrasi pasangan (pexels.com/minhle17vn)

Jangan pernah berhenti hanya pada perasaan terluka atau trauma. Termasuk dalam percintaan. Cobalah pikiran pengalaman burukmu di masa lalu bersama mantan dan ambil pelajarannya.

Mungkin saja dahulu kalian terlalu gegabah untuk memutuskan berpacaran atau menikah. Kalian masih terlalu muda, menggebu-gebu di awal, tetapi belum mampu menjaga komitmen untuk waktu yang panjang.

Mungkin bahkan, sebenarnya kalian tidak cukup saling mengenal satu sama lain? Maka untuk ke depannya, sebelum kamu memutuskan menjalin asmara dengan seseorang, wajib untukmu mengenalnya dengan sebaik mungkin.

Baca Juga: Gak Perlu Galau, Ini 5 Tips Menolak Cinta tanpa Menyakiti Perasaan

3. Mencintai seseorang saja sudah membuatmu bahagia

5 Alasan untuk Tidak Jera Mencintai meski Pernah Tersakitiilustrasi pasangan (pexels.com/alexy-almond)

Inilah yang membuatmu tidak mungkin mengelak dari tumbuhnya benih-benih cinta. Jatuh cinta membuat segala hal dalam hidupmu terasa menyenangkan.

Terbayang akan sosok yang telah membuatmu jatuh cinta saja sudah bikin hatimu berbunga-bunga. Apalagi jika bertemu dengannya dan bisa sering bersama atau berkomunikasi.

Mencintai adalah candu. Sesuatu yang akan membuat hari-harimu terasa penuh semangat dan kamu merasa sangat positif tentang apa pun.

4. Jika dia membalas cintamu, kamu akan merasakan ketenteraman dalam hidup

5 Alasan untuk Tidak Jera Mencintai meski Pernah TersakitiIlustrasi pasangan (pexels.com/tom-balabaud-735585)

Jatuh cinta pada seseorang saja sudah membuat hidupmu terasa lebih hidup. Apalagi jika dia sampai membalas cintamu. Ibaratnya, seisi dunia seperti telah menjadi milikmu.

Kamu menjadi sangat optimis dalam memandang hidup karena ada dia di sisimu. Masa depan bukan lagi hanya berisi dirimu melainkan juga dirinya. Katakan selamat tinggal pada rasa kesepian.

5. Siapa tahu kali ini memang jodoh sejatimu, kan?

5 Alasan untuk Tidak Jera Mencintai meski Pernah TersakitiIlustrasi pernikahan (pexels.com/ankur-kumar-2067233)

Mantanmu memang pernah begitu menyakitimu. Hubungan kalian sampai gak bisa lagi dipertahankan. Namun bukankah itu berarti kamu telah terbebas dari satu orang yang bukan jodohmu? 

Jadi, ada kemungkinan seseorang yang saat ini kamu cintai adalah jodoh sejatimu. Sekalipun tidak ada yang bisa memastikannya, paling gak kamu jangan menutup peluang untuk bertemu jodohmu yang sesungguhnya.

Apabila rasa traumamu akan hubungan yang telah lalu belum sembuh, kamu memang gak perlu memaksakan diri untuk secepat mungkin menjalin cinta yang baru. Namun kalau cinta telah kembali menyapa, jangan berusaha kelewat keras untuk menutup pintu hatimu, ya!

Baca Juga: 5 Kesalahan Yoo Na Bi yang Bisa Kamu Perbaiki agar Gak Melulu Disakiti

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya