Comscore Tracker

5 Sikap Menyalahkan Tetangga yang Tidak Boleh Ditiru, Bikin Cekcok

Ribet, tetanggaan sama kamu!

Hidup bertetangga itu harus bisa mengontrol sikap. Jangan malah kamu seperti menjadikan tetangga sebagai sasaran tembak. Kalau ada apa-apa terkait urusan keluargamu, tetangga yang akan disalahkan.

Tetangga tentu juga bakal kesal bila kamu suka menyalahkannya untuk segala hal. Belajarlah membedakan mana tanggung jawabmu dan mana tanggung jawabnya. Seperti lima sikap menyalahkan tetangga berikut ini yang bikin mereka auto gak terima.

1. Menyalahkan tetangga saat rumahmu kemalingan

5 Sikap Menyalahkan Tetangga yang Tidak Boleh Ditiru, Bikin Cekcokilustrasi pencuri (pexels.com/Victoria Akvarel)

Sudah jelas, malingnya gak memperkenalkan diri sebagai pencuri pada tetanggamu dan meminta izinnya untuk mencuri di rumahmu. Lagi pula, pencuri bisa beraksi kapan saja. Seharusnya kamu memasang CCTV dan meningkatkan keamanan rumahmu.

Bukan asal menyalahkan tetangga bila rumahmu kemalingan. Apalagi kamu sendiri sering tidak mengunci pagar dan pintu depan. Bisa saja tetangga akan mengira pencuri itu bagian dari tamu atau saudaramu.

2. Menyalahkan tetangga karena jemuran kehujanan

5 Sikap Menyalahkan Tetangga yang Tidak Boleh Ditiru, Bikin Cekcokilustrasi jemuran (pexels.com/Sergey Filippov)

Kalau kamu hendak meninggalkan rumah, jangan menjemur di luar kecuali kamu siap dengan risiko jemuran basah saat tiba-tiba hujan. Bahkan meski jemuranmu di halaman depan, tak seorang pun tetangga yang punya kewajiban untuk mengangkatnya.

Memasuki halaman rumah orang tanpa izin bukanlah sikap yang baik dan rentan menimbulkan kesalahpahaman. Nanti ada pakaianmu yang hilang, tetangga juga yang dituduh mencurinya. Pun memangnya kamu gak malu jika pakaian dalammu diangkat oleh tetangga?

Baca Juga: 5 Risiko jika Kamu Tak Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Tetangga

3. Menyalahkan tetangga gara-gara hewan peliharaanmu lebih suka di rumahnya

5 Sikap Menyalahkan Tetangga yang Tidak Boleh Ditiru, Bikin Cekcokilustrasi kucing (pexels.com/Dương Nhân)

Efektifkah jika tetanggamu memasang papan di pagar yang bertuliskan "anjing dan kucing dilarang masuk"? Tentu saja binatang akan tetap mengabaikannya. Bukan tetanggamu yang membawa hewan peliharaanmu.

Binatang itu sendiri yang memilih main ke rumahnya. Ada sejumlah alasan mengapa kucing atau anjingmu suka ke rumah tetangga. Pertama, merasa nyaman di sana. Barangkali di rumahmu terlalu banyak orang dan berisik, sedang rumah tetangga relatif lebih tenang. 

Kedua, hewan peliharaanmu kelaparan di rumahmu sedangkan di rumah tetangga, ia mendapatkan makanan. Ketiga, ada sesama anjing atau kucing di sana. Binatang peliharaanmu mungkin tertarik untuk kawin.

4. Menyalahkan tetangga ketika anakmu ingin terus bermain dengan anaknya

5 Sikap Menyalahkan Tetangga yang Tidak Boleh Ditiru, Bikin Cekcokilustrasi anak bermain (pexels.com/Charles Parker)

Bila kamu ingin anakmu gak main terus, nasihati dia dan buat aturan yang tegas tentang waktu main. Jangan anak tetangga yang disalahkan karena boleh jadi ia juga tak pernah mengajak anakmu untuk ikut bersamanya. 

Atau, sediakan lebih banyak mainan edukatif di rumah. Jangan lupa, kamu sendiri harus mau menjadi teman bermain anak agar dia tidak kesepian. Kalau orangtua saja sibuk dengan urusan sendiri, tentu anak akan cenderung pergi main dengan temannya.

5. Menyalahkan tetangga lantaran pasanganmu jadi banyak tuntutan agar sama seperti mereka

5 Sikap Menyalahkan Tetangga yang Tidak Boleh Ditiru, Bikin Cekcokilustrasi ingin belanja terus (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kamu gak bisa melarang tetangga buat beli perhiasan, pakaian bermerek, barang-barang elektronik, dan sebagainya. Tugasmu adalah berdiskusi dengan pasangan. Ketika ia ingin membeli ini itu agar sama seperti tetangga, beri dia pemahaman yang baik.

Bahwa apa-apa yang dilakukan tetangga tak perlu menjadi patokan untuk ditiru. Kondisi finansial kalian mungkin juga berbeda. Memaksakan diri mengikuti gaya hidup tetangga justru akan membuat masa depan kalian suram.

Supaya kamu dikenal sebagai keluarga yang gak ribet dan cukup disukai, jangan gemar menyalahkan tetangga. Kalian punya kehidupan sendiri-sendiri meski tinggal berdekatan. Jadilah pribadi dan keluarga yang mandiri serta ramah pada tetangga, bukan malah bikin komplek gempar terus!

Baca Juga: Perhatikan 6 Hal Ini Saat Memasang Pagar, Pikirkan Tetangga

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Hella Pristiwa

Berita Terkini Lainnya