Comscore Tracker

5 Alasan Logis Tak Ada Kata Cepat atau Lambat dalam Menikah

Gak perlu dibanding-bandingkan, ya!

Kamu mungkin pernah mendengar statement yang bikin seseorang dicap gak laku dengan alasan belum menikah di usia 30-an. Sebaliknya, ada juga yang meragukan kesiapan seseorang saat menikah muda. Anggapan belum dewasa dan kurangnya faktor finansial yang jadi alasan.

Inilah bukti kalau usia pernikahan itu gak punya patokan yang tepat. Selama yang orang lihat hanya sisi negatifnya, maka itulah yang akan terungkap. Sebaiknya, stop membanding-bandingkan hal itu! Berikut beberapa alasan logis mengapa tak ada kata cepat atau lambat dalam menikah.

1. Setiap orang punya waktu pernikahan masing-masing yang ditakdirkan

5 Alasan Logis Tak Ada Kata Cepat atau Lambat dalam Menikahfreepik.com/pikisuperstar

Pertanyaan kapan kamu menikah, sebenarnya sama dengan pertanyaan kapan kamu meninggal? Gak ada seorang pun yang tahu! Semua guratan itu telah ada dalam takdir masing-masing manusia. Tuhan mengatur waktu terbaik menurut cara-Nya, tinggal kita sebagai manusia berprasangka baik atas setiap keputusan-Nya.  

Untuk seseorang yang sudah merencanakan tanggal pernikahan, dia bakal bisa menjawab pertanyaan itu. Beda cerita dengan mereka yang masih melajang, pertanyaan itulah yang ada dalam benaknya sendiri.

2. Usia pernikahan yang tepat bagi orang lain, belum tentu terbaik buat kamu

5 Alasan Logis Tak Ada Kata Cepat atau Lambat dalam Menikahfreepik.com/freepik

Petiklah hikmah dan hal positif dari setiap kejadian. Saat kamu tak kunjung menikah, mungkin Tuhan ingin agar kamu meraih mimpi-mimpimu dulu yang belum tercapai. Bonusnya, kamu bisa lebih matang, paham apa yang benar-benar kamu inginkan dan lebih siap secara finansial. Waktu yang tepat bagi orang lain, belum tentu tepat buat kamu. Selama kamu bisa berpikir positif, semua yang terasa pasti baik. 

Baca Juga: 5 Kebiasan yang Bikin Dia Sangat Yakin untuk Segera Menikah Denganmu

3. Gak ada syarat mutlak yang mewajibkan usia menikah di angka 20-an

5 Alasan Logis Tak Ada Kata Cepat atau Lambat dalam Menikahfreepik.com/freepik

Syarat sah untuk bisa menikah, sama sekali tak ditentukan oleh tua atau mudanya pengantin. Gak wajib dalam rentang usia 20 sampai 25 tahun, kok! Angka itu memang terlihat ideal dan banyak orang mendambakannya.

Tapi balik lagi, sebagai manusia biasa, kamu hanya bisa merencanakan. Selebihnya, Tuhanlah yang menentukan segala rencana, termasuk kapan kamu bertemu dan menikah dengan jodohmu.

4. Faktor lingkungan dan gaya hidup seseorang juga mempengaruhi usia pernikahan

5 Alasan Logis Tak Ada Kata Cepat atau Lambat dalam Menikahfreepik.com/ArthurHidden

Kita gak bisa menutup mata dari pengaruh lingkungan dimana kamu tinggal dan dibesarkan. Pernikahan dalam pandangan masyarakat desa, lebih utama untuk disegerakan. Apalagi kalau pasangan itu sudah dekat dan cukup pantas dalam usia. Berbeda dengan masyarakat kota yang lebih santai menyikapi usia pernikahan.

Ditambah gaya hidup yang berbeda, makin jelaslah kalau persepsimu soal kapan menikah, gak bisa disamakan dengan orang lain.

5. Setiap orang punya prioritas hidup yang berbeda

5 Alasan Logis Tak Ada Kata Cepat atau Lambat dalam Menikahfreepik.com/pressfoto

Ingin menyenangkan kedua orangtua dulu misalnya. Ya, sebagai anak berbakti, banyak lho yang punya impian besar untuk sosok ibu bapak. Ada yang ingin merenovasi rumah, memberangkatkan umrah, atau bahkan merawat orangtua yang tengah sakit. Menikah jadi impian kedua setelahnya. Prioritas hidup yang berbeda, jadi faktor kuat yang mempengaruhi kapan seseorang memutuskan untuk menikah. 

Nah, sekarang kamu semakin paham kan, mengapa gak ada kata cepat atau lambat dalam menikah? Rasanya kita gak perlu lagi deh membandingkan atau mempermasalahkan usia mereka yang sudah atau belum menikah. Setuju?

Baca Juga: 5 Kebiasan yang Bikin Dia Sangat Yakin untuk Segera Menikah Denganmu

Nita Nurfitria Photo Verified Writer Nita Nurfitria

Hai !

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Budi A.

Berita Terkini Lainnya