Comscore Tracker

5 Alasan Kamu Harus Berhenti Gantungkan Kebahagiaan di Tangan Pacar 

Kebahagiaan adalah tanggung jawabmu sendiri

Hadirnya sosok pacar yang menemani hari-harimu pasti bikin perasaan jadi bahagia. Sebetulnya, gak ada yang salah dengan hal itu. Yang keliru adalah ketika kamu menaruh kebahagiaan di tangan pacar. Merasa bahwa dirinya bertanggung jawab atas rasa bahagia yang kamu rasakan adalah persepsi yang wajib banget dihentikan. 

Gak perlu seribu satu alasan, hanya dengan 5 alasan berikut ini kamu bakalan lihat sendiri betapa gak baiknya menggantungkan kebahagiaan di tangan pacar. 

1. Pada dasarnya, kebahagiaan bukanlah tanggung jawab pacar melainkan tanggung jawabmu sendiri

5 Alasan Kamu Harus Berhenti Gantungkan Kebahagiaan di Tangan Pacar Unsplash.com/Candice Picard

Sejauh ini, sudahkah kamu menyadari kalau rasa bahagia adalah tanggung jawabmu sendiri? Walaupun memang hubungan yang sehat akan menawarkan begitu banyak kebahagiaan dibanding kesedihan, namun bukan berarti kamu selalu menuntut pacar untuk membahagiakanmu.

Singkatnya, kamu mesti turut sanggup untuk membuat diri sendiri bahagia. 

2. Jangan cuma menunggu dibahagiakan, sesungguhnya kamu bisa ciptakan rasa bahagia itu

5 Alasan Kamu Harus Berhenti Gantungkan Kebahagiaan di Tangan Pacar Unsplash.com/Ana Francisconi

Untuk apa menunggu dibahagiakan jika pada hakikatnya kamu bisa menciptakan kebahagiaan? Ketika terus menunggu sosok pacar untuk membahagiakanmu, kamu akan kecewa bukan main saat apa yang dia lakukan gak sesuai dengan ekspektasi.

Langkah terbaik yang bisa kamu lakukan adalah bangkit lalu berinisiatif menciptakan kesempatan agar rasa bahagia itu datang. 

Baca Juga: 7 Hal Absurd yang Mungkin Cowok Pikirkan Saat Pacaran

3. Saat terbiasa menaruh kebahagiaan di tangan pacar, kamu menjadi sulit bahagia atas hal lain

5 Alasan Kamu Harus Berhenti Gantungkan Kebahagiaan di Tangan Pacar Unsplash.com/Alex Bocharov

Ketika selalu menaruh bahagia di tangan pacar, kamu bakal terus percaya pada anggapan dia adalah sumber kebahagiaan terbesarmu. Sayang banget kan kalau kamu jadi gak bisa melihat dengan jelas bahwa ada banyak hal yang bisa memunculkan bahagia.

Biar kamu gak menyesal di kemudian hari, belajarlah untuk memaknai kebahagiaan dari perspektif yang lebih luas.

4. Ruang gerakmu jadi sempit sehingga kamu gak sanggup mengeksplorasi banyak hal di luar sana

5 Alasan Kamu Harus Berhenti Gantungkan Kebahagiaan di Tangan Pacar Unsplash.com/Alice Donovan Rouse

Terbiasa menggantungkan bahagia pada pacar punya dampak tersendiri buat kebebasan. Ini bukan persoalan pacarmu protektif atau enggak. Tapi anggapan dari diri sendiri bahwa sumber kebahagiaan satu-satunya berasal dari pacar bikin kamu gak sanggup berjauhan dengannya. Akibatnya, ruang gerak jadi sempit karena kamu stuck pada sosok pacar sehingga gak bisa eksplorasi banyak hal di luar sana. 

5. Ketika pacar pergi meninggalkan, dirimu akan kehilangan arah dan hati bisa hancur lebur karenanya

5 Alasan Kamu Harus Berhenti Gantungkan Kebahagiaan di Tangan Pacar Unsplash.com/Aliaksei Lepik

Mustahil bagi kamu untuk memprediksi masa depan dan menjamin pacarmu yang sekarang adalah jodoh yang sebenarnya. Kamu gak akan tahu pacarmu akan pergi meninggalkan atau tetap bersama. Menghadapi kemungkinan terburuk, sanggupkah kamu merelakannya kalau memang kalian gak berjodoh? 

Memang akan berat ketika seseorang meninggalkanmu. Namun, terbiasa menaruh kebahagiaan pada orang lain dapat membuatmu merasa berkali lipat lebih sakit. Gak lagi tahu kemana akan bergantung, kamu pun kehilangan arah dan perasaan akan hancur lebur. 

Inilah pentingnya memilih berhenti menggantungkan bahagia pada sosok pacar. Dengan kelima alasan tadi, pastikan bahwa mulai sekarang kamu akan belajar bahagia dengan caramu tanpa berharap dibahagiakan. 

Baca Juga: 5 Mindset Salah Kaprah yang Buktikan Kamu Belum Siap Pacaran

Nurfi Photo Community Writer Nurfi

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum

Just For You