Comscore Tracker

Ketahui 6 Tanda Kamu Takut Membangun Komitmen Serius Bersama Pasangan

Kamu mungkin memiliki prioritas yang berbeda dengan pasangan

Dalam menjalin hubungan asmara tentu membutuhkan kehadiran dan kerjasama antara kedua belah pihak untuk saling menjaga dan saling mencintai satu sama lain. Hubungan asmara akan berjalan baik jika tidak ada salah satu pihak yang dirugikan atau dilukai sementara pihak pasangan tidak mempedulikannya. 

Lalu bagaimana jika kamu sudah memiliki pasangan yang selalu hadir dan selalu mencintai dan kemudian mengajak kamu untuk berkomitmen ke arah yang lebih serius? Bagaimana cara kamu meyakinkan diri bahwa kamu tidak takut untuk membangun komitmen dengannya? Berikut 7 tanda yang perlu kamu ketahui jika kamu ternyata takut atau belum siap untuk berkomitmen dengan pasangan, dan apa yang dapat kamu lakukan untuk menghindari ketakutan tersebut. 

1. Prioritas utama yang berbeda dengan pasangan

Ketahui 6 Tanda Kamu Takut Membangun Komitmen Serius Bersama PasanganIlustrasi wanita yang sedang bekerja (pexels.com/christina morillo)

Berbicara tentang komitmen, tentu tidak terlepas dari hubungan jangka panjang yang akan berlangsung selama mungkin, bahkan hingga maut memisahkan. Jika kamu masih belum bisa membayangkan bagaimana menghabiskan waktu bersama pasangan, itu artinya kamu belum siap untuk membangun komitmen yang lebih serius. 

Kamu menyadari bahwa kamu mencintai pasangan kamu, namun kamu merasa khawatir jika kamu berkomitmen dengannya maka kamu mungkin akan kesulitan untuk mencapai prioritas utama dalam hidupmu. Sebagai contoh, kamu saat ini sedang fokus untuk menyelesaikan studi magister, atau baru mendapat kenaikan pangkat di tempat kerja, atau baru membuka bisnis, atau bahkan kamu sedang menikmati waktu travelling dan ingin mengunjungi lebih banyak negara. 

Hal yang menjadi prioritas utama dalam hidupmu tidak sejalan dengan prioritas utama pasangan kamu yang menginginkan kalian untuk menuju ke arah yang lebih serius dalam hubungan. Sehingga sangat penting untuk bisa menyamakan prioritas utama saat menjalin sebuah hubungan. 

2. Pola komunikasi yang buruk

Ketahui 6 Tanda Kamu Takut Membangun Komitmen Serius Bersama PasanganIlustrasi pasangan sedang berkomunikasi (pexels.com/mart production)

Komunikasi adalah kunci utama dalam menjalin sebuah hubungan. Dilansir dari Better Health Channel komunikasi dalam hubungan akan memungkinkan kamu untuk menjelaskan apa yang sebenarnya kamu alami dan apa saja kebutuhanmu. Dengan berkomunikasi kamu juga akan menjadi lebih terhubung dengan pasangan.

Jika saat ini kamu masih dalam tahap pendekatan atau pacaran dan menemukan adanya pola komunikasi yang buruk, hal itu dapat membuat kamu merasa ragu atau bahkan takut untuk berkomitmen lebih serius dengan pasangan. Namun jangan khawatir, jika kamu dapat menemukan siapa yang menjadi sumber komunikasi yang tidak baik tersebut, dan kamu serta pasangan bersedia untuk memperbaikinya, maka ketakutan untuk membangun komitmen dengan pasangan tentu dapat kamu hindari. 

3. Memiliki trauma di masa lalu

Ketahui 6 Tanda Kamu Takut Membangun Komitmen Serius Bersama PasanganIlustrasi orang sedang berkonsultasi dengan psikolog (pexels.com/alex green)

Dikutip dari Psychology Today adanya pengalaman buruk di masa lalu yang berkaitan dengan relationship, baik itu hubungan keluarga, pertemanan maupun kehidupan sosial dapat memicu adanya trauma untuk menjalin hubungan yang lebih serius atau menjalin hubungan sosial secara umum.

Hal- hal seperti perceraian orang tua, kehilangan figur ayah/ibu sejak kecil, atau kekerasan dalam rumah tangga merupakan contoh trauma yang dapat menghalangi kamu untuk berkomitmen dengan pasangan saat dewasa. Jika kamu mengalami salah satu dari hal tersebut, cobalah untuk berdamai dengan diri sendiri atau mencari bantuan profesional untuk dapat mencari solusi terbaik bagi dirimu dan juga pasangan kamu di masa depan. 

Baca Juga: 5 Realita yang Dialami saat Sudah Berpasangan, Jalin Komitmen

4. Kemampuan finansial yang berbeda

Ketahui 6 Tanda Kamu Takut Membangun Komitmen Serius Bersama PasanganIlustrasi celengan untuk menabung (pexels.com/skitterphoto)

Untuk membangun sebuah komitmen yang lebih serius dalam hubungan asmara, tentu saja aspek finansial atau keuangan sangat penting untuk dipertimbangkan. Dalam menjalin sebuah hubungan dua orang bisa saja memiliki perbedaan yang cukup besar dalam berbagai hal, salah satunya kondisi finansial. Kamu mungkin memiliki pasangan yang berasal dari keluarga kaya, atau saat ini memiliki pekerjaan dengan penghasilan sangat besar, sementara kamu sendiri tidak.

Melihat hal tersebut kamu menjadi ragu atau takut untuk berkomitmen dengan pasanganmu karena merasa tidak sepadan dengannya, atau sebaliknya kamu memiliki pasangan yang secara finansial tidak lebih baik darimu sehingga kamu merasa takut untuk berkomitmen dengannya karena merasa pasanganmu akan banyak bergantung padamu secara finansial di masa depan. 

Kamu dapat mengatasi hal ini salah satunya dengan menyiapkan tabungan pribadi atau tabungan bersama sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius, sehingga kamu tidak perlu takut jika di masa depan terjadi hal buruk yang dapat mengganggu keuangan rumah tanggamu. 

5. Perbedaan proses hidup dan cara pandang terhadap kehidupan

Ketahui 6 Tanda Kamu Takut Membangun Komitmen Serius Bersama PasanganIlustrasi pasangan bekerja bersama (pexels.com/tim douglas)

Ketika kamu memiliki pasangan dengan latar belakang kehidupan yang cukup keras, serta terbiasa dengan hustle culture atau budaya untuk terus produktif dan bekerja, sementara kamu terbiasa untuk menikmati hidup dan bekerja semampunya, hal ini dapat menjadi salah satu alasan kamu menjadi ragu atau takut untuk berkomitmen dengan pasanganmu. 

Sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius, tentu kamu perlu menyamakan cara pandang atau visi misi tentang kehidupan dengan pasangan. Jika kamu dan pasangan mengalami proses hidup yang sangat bertolak belakang, kemungkinan besar cara pandang dan cara mengambil keputusan pun akan berbeda. Hal ini tentu akan sangat mempengaruhi komitmen atau hubungan kamu dalam jangka panjang. 

Maka cobalah untuk berkomunikasi dengan pasangan tentang tujuan jangka panjang untuk hubungan kalian, dan cobalah untuk saling memahami satu sama lain. 

6. Terjebak dalam hubungan asmara dengan seorang narsistik

Ketahui 6 Tanda Kamu Takut Membangun Komitmen Serius Bersama PasanganIlustrasi laki-laki meninggalkan pasangannya (pexels.com/rodnae production)

Psychology Today melansir, sifat narsistik adalah bentuk kelainan mental yang dimiliki oleh seseorang yang mengganggap dirinya lebih penting dari siapapun dan selalu ingin dipuji atau disanjung oleh orang lain. Orang- orang yang memiliki narcissistic disorder akan merasa lebih unggul dan biasanya tidak peduli dengan perasaan orang lain. Dalam hubungan asmara, seorang narsistik biasanya menjalin hubungan hanya untuk memenuhi kepuasan pribadi atau menjaga harga dirinya agar tetap terlihat superior di mata orang lain.

Para narsistik biasanya tidak tertarik untuk terikat pada sebuah komitmen, atau mengemban tanggung jawab tertentu. Jika seorang narsistik merasa bahwa tujuannya sudah terpenuhi, atau jika ia merasa bahwa pasangannya tidak dapat lagi memenuhi hasrat narsistiknya, maka ia akan pergi begitu saja meninggalkan pasangan tersebut dalam kebingungan dan ketidaktahuan. 

Narcissistic disorder memang tidak bisa diketahui hanya dengan menduga atau menebak sendiri, perlu bantuan profesional untuk memberikan diagnosa yang tepat. Namun kamu dapat memeriksa sendiri apakah kamu sedang terjebak dalam hubungan dengan seorang narsistik atau tidak dengan bantuan beberapa pertanyaan berikut:

  • Apakah kamu diperlakukan dengan tulus oleh pasangan?
  • Apakah permintaan dan ekspektasi pasangan terhadap kamu masuk akal?
  • Dalam hal memberi, apakah terjadi satu arah saja atau dua arah?
  • Apakah pasangan kamu memiliki tendensi untuk bersikap superior dan mementingkan diri sendiri?
  • Apakah pasangan kamu memberikan reaksi yang buruk jika diberi kritik atau masukan meskipun secara baik- baik?
  • Apakah kamu merasa baik dan berharga dalam hubungan tersebut?

Jika kamu ternyata benar- benar terjebak dalam hubungan asmara dengan seorang narsistik, maka sebaiknya kamu dapat mengambil keputusan yang tepat demi kebaikan diri kamu sendiri. Mungkin kamu takut tidak akan bisa membangun komitmen yang lebih serius dengannya, namun bisa jadi itu memang hal yang terbaik untuk diri kamu di masa depan. 

Kekhawatiran atau keraguan untuk melangkah ke arah yang lebih serius dalam hubungan asmara adalah hal yang wajar, namun selagi kamu dan pasangan merasa yakin dan memiliki kemauan untuk selalu bersama maka berbagai ketakutan yang kamu rasakan tersebut pasti dapat diatasi. Semoga bermanfaat!

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Sebagian Cowok Takut dengan Komitmen pada Hubungan

Shera Suprapto Photo Verified Writer Shera Suprapto

Informasi positif sekecil apapun layak untuk dibagikan ^-^

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • erwanto

Berita Terkini Lainnya