Comscore Tracker

Dear Single Parent, Perhatikan 6 Hal Ini saat Memulai Hubungan Baru!

Jangan sampai menyakiti hati anakmu, ya!

Setelah mengalami perceraian, sebagian orang memutuskan untuk tetap sendiri dan fokus membesarkan anaknya. Namun, gak sedikit pula yang memulai hubungan dengan orang baru. Hal ini gak salah, sebab, orang tua tunggal juga membutuhkan pasangan untuk menua bersama. 

Memulai hubungan baru sebagai orangtua tunggal tentunya gak sama saat kamu masih lajang dulu. Kebahagiaan anak juga menjadi hal yang harus diprioritaskan. 

Bagi kamu orang tua tunggal, berikut ini enam poin yang harus kamu perhatikan saat menjalani hubungan dengan orang baru!

1. Pilih seseorang yang bisa menjadi panutan anak 

Dear Single Parent, Perhatikan 6 Hal Ini saat Memulai Hubungan Baru!ilustrasi orang tua tunggal (pexels.com/@josh-willink-11499)

Penting bagi orang tua tunggal untuk memilih pendamping yang bisa menjadi role model bagi anaknya. Seperti apa kamu menginginkan anakmu tumbuh dewasa, seperti itulah karakter pasangan yang harus kamu temui. 

Mungkin, seorang playboy, orang yang gemar berpesta dan berpenampilan menarik mudah membuatmu jatuh cinta. Namun, coba pertimbangkan lagi, apakah ia bisa menjadi partner untuk mendidik anak-anakmu?

2. Pertahankan harga diri dan kebijaksanaan 

Dear Single Parent, Perhatikan 6 Hal Ini saat Memulai Hubungan Baru!ilustrasi orang tua tunggal (pexels.com/@olly)

Hal yang lumrah bila di awal berkencan akan muncul rasa berbunga-bunga. Apalagi bagi kamu yang telah lama sendiri setelah berpisah dari sang mantan. 

Sebahagia apapun hubunganmu yang baru, jangan sampai rasa kasmaran ini membuat kamu menyampingkan harga diri dan kebijaksanaan.

Anakmu mungkin akan bingung bila kamu jadi lebih sering pulang larut malam setelah berkencan, atau kamu tiba-tiba menangis karena berselisih dengan kekasihmu. Ingatlah bahwa kamu sudah menjadi orang tua dan harus mencontohkan hal-hal positif pada anakmu. 

Baca Juga: 5 Cara Menata Hati bagi Perempuan Pasca Perceraian

3. Atur pembagian waktu untuk kekasih dan anak 

Dear Single Parent, Perhatikan 6 Hal Ini saat Memulai Hubungan Baru!ilustrasi orang tua tunggal (pexels.com/@kampus)

Menjadi orang tua tunggal harus pandai untuk membagi waktu untuk anak dan juga untuk dirimu sendiri. Di saat kamu memutuskan menjalin asmara dengan orang baru, artinya kamu menambah satu lagi pembagiannya, yaitu waktu bersama si dia. 

Meski kamu sedang jatuh cinta, jangan sampai perhatian dan waktu fokus pada pasanganmu saja. Anakmu masih membutuhkanmu untuk membacakannya buku cerita, menemaninya belajar, menghadiri pertemuan orang tua murid dan sebagainya. 

Masa kecil anak gak akan terulang. Jangan sampai kamu melewatkannya hanya karena kebahagiaanmu sendiri. 

4. Hanya kenalkan kekasih baru jika kamu yakin akan menikahinya 

Dear Single Parent, Perhatikan 6 Hal Ini saat Memulai Hubungan Baru!ilustrasi orang tua tunggal (pexels.com/@panditwiguna)

Sebaiknya jangan terburu-buru mengenalkan kekasih barumu pada anak. Bahkan setelah kamu berkomitmen, kamu masih membutuhkan waktu untuk mengenalnya lebih jauh. 

Pelajari dengan teliti apakah ia benar-benar layak menjadi penampingmu. Sebab, anak-anak sifatnya mudah terikat dan nyaman pada seseorang. Bagaimana jika setelah mereka akrab, hubunganmu malah kandas? Bisa saja anak merasa kecewa dan bingung. 

5. Sebaiknya gak melibatkan anak terlalu jauh 

Dear Single Parent, Perhatikan 6 Hal Ini saat Memulai Hubungan Baru!ilustrasi orang tua tunggal (pexels.com/@olly)

Anak-anak memang sering kali bersikap bijaksana melebihi usianya. Namun, ini bukan berarti kamu bisa menganggapnya seperti seorang konsultan asmara. 

Jangan samakan anak seperti sahabatmu, dimana kamu bisa berkeluh kesah mengenai kehidupan asmaramu. Melibatkan anak terlalu jauh dalam hubungan asmara bisa membuatnya tumbuh terlalu cepat. Selesaikan segala urusan asmaramu sendiri dan biarkan anak dengan kehidupannya yang bahagia. 

6. Gak memaksa anak untuk menerima kekasihmu 

Dear Single Parent, Perhatikan 6 Hal Ini saat Memulai Hubungan Baru!ilustrasi orang tua tunggal (pexels.com/@tima-miroshnichenko)

Kamu pasti ingin anakmu menerima kekasihmu seperti ayah atau ibu kandungnya sendiri. Ya, ini adalah hal yang wajar. Namun bertindaklah dengan sangat hati-hati. Biarkan keakraban itu terjalin mengalir apa adanya. 

Anak membutuhkan waktu untuk menerima kekasihmu dan jangan pernah memaksanya. Bisa saja tindakanmu membuat anak berpikir bahwa kamu berencana untuk menggantikan posisi ayah atau ibunya dengan menghadirkan orang baru. Apalagi, bila kamu terus menyanjung si dia seolah ia lebih baik dari mantanmu. Hal ini tentu menyakiti hati anak. 

Status sebagai orang tua tunggal bukan berarti kamu gak berhak menemukan kebahagiaan lagi. Kamu boleh memulai lembar baru bersama orang yang kamu cintai, dengan catatan, kebahagiaan anak tetap menjadi prioritas. Semoga artikel ini bermanfaat!

Baca Juga: 5 Kiat Mencegah Rumah Tangga dari Ancaman Perceraian, Auto Bahagia!

Ratumas Ovvy Photo Verified Writer Ratumas Ovvy

Find me on Instagram @ratumasovvy

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agsa Tian

Berita Terkini Lainnya