Comscore Tracker

Long Distance Marriage Tidak Melulu Menyedihkan, Ini 6 Buktinya

Karena jarak sebaiknya tidak meruntuhkan komitmen pernikahan

Setiap pasangan yang telah menikah, tentu memiliki keinginan untuk tinggal bersama dalam satu atap. Sarapan di meja yang sama, berpelukan ketika masalah datang silih berganti, bisa berbagi tugas mengerjakan pekerjaan rumah, bergantian mengurus serta menemani anak bermain dan belajar, atau siap pasang telinga untuk mendengar kapan pun pasangan berkeluh kesah.

Tapi bagaimana jika salah satu pasangan harus bekerja di lokasi yang berbeda dengan medan yang berat dan tidak ada ruang dan tempat yang nyaman untuk memboyong keluarga sehingga harus berjauhan? Apakah harus bersedih setiap hari? Sebaiknya tidak ya sebab long distance marriage pun memiliki sisi yang menyenangkan.

Apa saja?

1. Lebih mandiri dan tidak bergantung pada orang lain

Long Distance Marriage Tidak Melulu Menyedihkan, Ini 6 Buktinyaclickinmoms.com

Sebagian rumah tangga memiliki untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri. Apalagi bila memutuskan tidak merekrut asisten rumah tangga dan tinggal di kota yang berbeda dengan orang tua dan mertua.

Tentu saja hal ini menjadikanmu harus lebih cekatan, berani, kuat dan sigap jika terjadi rentetan masalah seperti mengganti sendiri lampu ruangan yang putus, mengantar sendiri anak pergi sekolah, merawat anak sakit tanpa dibantu siapapun, bahkan juga mesti beberes rumah dalam hitungan jam sendirian.

Capek sih, tapi ada kepuasan batin dan self achievement yang diperoleh ketika kamu berhasil ngatasin masalah tanpa merepotkan orang lain. 

2. Menganggap bahwa family time terasa sangat berharga

Long Distance Marriage Tidak Melulu Menyedihkan, Ini 6 Buktinyahellofashionblog.com

Sudah terpisah selama berminggu-minggu, tentu pertemuan yang sesekali ini akan menjadi kesempatan yang ditunggu-tunggu. Bahkan sudah berjanji pada diri sendiri bahwa kamu akan melayani pasangan dengan sebaik mungkin. Hal inilah yang kemudian menjadikanmu dan pasangan akan menghargai family time yang ada.

3. Jadi paham makna soal keluarga itu segalanya

Long Distance Marriage Tidak Melulu Menyedihkan, Ini 6 Buktinyahellofashionblog.com

Sering kali ketidakhadiran seseorang yang spesial, sukses membuat kamu merasa hampa atau justru merindunya. Sama halnya dengan pasangan LDM (Long Distance Marriage), yang paham bahwa tanpa ada suami atau istri di sisimu, duniamu akan terasa sepi dan kurang klop. 

Kamu jadi mengerti bahwa suami, istri, dan anakmu adalah berlian yang berharga. Kehadiran mereka adalah sebuah anugerah yang nggak bisa digantikan apapun.

Baca Juga: Tak Perlu Ragu, Ini 6 Tanda Kamu Siap Menikah di Usia Muda

4. Selalu ada percikan baru, semangat baru, dan cerita baru yang membuat cinta bersemi kembali

Long Distance Marriage Tidak Melulu Menyedihkan, Ini 6 Buktinyainstagram.com/dirtybootsandmessyhair

Tahu sendiri kan karakter orang baru pacaran? Semuanya diceritakan dengan gaya bercerita yang menggebu-gebu. Nah, sama seperti pasangan yang LDM.

Kalau sudah ketemu suami atau istrimu, pasti bawaannya mau sharing terus untuk membicarakan topik berat seperti sekolah anak, investasi yang mau dipilih, renovasi rumah mau tema seperti apa, dan topik berat lainnya yang nggak bisa diceritakan lewat telepon karena keterbatasan jaringan.

Kamu tidak akan menyia-nyiakan bagian ini sebelum pasanganmu balik kerja. Dan saat bertemu untuk pertama kalinya setelah berjauh-jauhan selama sebulan lebih, berasa seperti anak ABG yang baru jatuh cinta. Selalu baru dan fresh. 

5. Tantangan ke depan memang berat. Tapi jarak membuatmu belajar menjaga kepercayaan dan menghargai komitmen pernikahan

Long Distance Marriage Tidak Melulu Menyedihkan, Ini 6 Buktinyaelissabraun.com

Sulitnya LDM memang membuatmu nggak mengerti aktivitas apa aja yang dilakuin pasanganmu di lingkungan kerjanya. Bahkan kamu nggak akan tahu persis kondisi dan mood pasangan kamu, meskipun saat video call dia ceritakan semuanya. Ekspresi yang tampak dalam sebuah layar, mungkin hanya serpihan saja.

Di sinilah kamu belajar untuk percaya, sabar, berserah, dan menghargai kepercayaan yang pasangan sudah beri. Mungkin karena sentuhan fisik dan perhatian nyata yang jarang, sesekali terbesit rasa bosan dan ingin menjelajah dengan lawan jenis lainnya. Di sinilah komitmen kalian dipertanyakan dan menyadarkan kalian bahwa komitmen yang diucapkan tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Komitmen pernikahan yang kalian ucapkan saat menikah dululah yang akan menjadi pengingat bahwa menikah bukan hanya soal cinta, perhatian dan kecocokan kedua belah pihak. Tapi lebih tinggi dari itu, komitmen kepada Sang Pencipta.

6. Memberi kesempatan berkarya sembari menanti pasangan pulang dari kota di mana ia bekerja

Long Distance Marriage Tidak Melulu Menyedihkan, Ini 6 Buktinyastylemepretty.com

Ketika anak-anak sudah sekolah, rumah tentu menjadi sepi sesaat. Lalu pertanyaan di otak mencuat, sementara suami bekerja dan berkarya di luar sana, anak-anak mengejar pendidikan, mengapa kamu nggak berkontribusi di bidang yang kamu sukai?

Ada banyak waktu dan kesempatan melakukan passion-mu sementara menunggu pasangan pulang ke kotamu. Ketika berkumpul kembali, kalian bisa saling recharge pikiran, hati dan saling support agar sama-sama unggul di bidang yang kalian geluti.

Setelah membaca artikel di atas, kamu jadi tidak berpikir negatif lagi soal long distance marriage kan? Semua bisa dijalani dengan bahagia asal mau bersyukur dengan apapun yang kamu jalani saat ini. Karena pernikahan mau jarak jauh atau mau tinggal bersama, akan berjalan sehat jika kedua pihak mau terus belajar dan memperbaiki diri. 

Baca Juga: 10 Potret Kemesraan Maia Estianty dan Suami Setelah Menikah, Sweet!

Ribka Damanik Photo Verified Writer Ribka Damanik

musik, dance, menulis, dan hal-_hal berbau fun adalah penyeimbang hidup

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum

Berita Terkini Lainnya