Comscore Tracker

5 Alasan Curhat Hal Pribadi Gak Selalu Baik Buatmu, Girls!

Ujung-ujungnya bisa jadi kebiasaan buruk, loh 

Para cewek memang dikenal punya ikatan pertemanan yang kuat dengan sesamanya. Persahabatan mereka bahkan bisa bertahan hingga dewasa. Meski sudah menikah, mereka tetap bisa ngumpul untuk sekadar mengetahui kabar teman-teman akrabnya. 

Saking dekatnya, para cewek sangat berani membuka ruang privasinya dan menceritakan hal-hal yang tidak sepatutnya disebarluaskan. Apalagi jika sudah menikah, hal ini tentu berisiko. 

Nah, apa saja alasan lainnya yang seharusnya kamu pertimbangkan untuk tidak sembarangan curhat perihal privasi? Yuk, simak ulasan berikut!

1. Ujung-ujungnya, bisa jadi kebiasaan buruk lho!

5 Alasan Curhat Hal Pribadi Gak Selalu Baik Buatmu, Girls!pixabay/Anemone123

Curhat mengenai hal pribadi itu bukanlah kebiasaan yang baik, sis! Sebab, curhat mengenai hal-hal pribadi sangat mudah membuatmu tergelincir untuk membicarakan kejelekan orang lain. 

Mencurahkan isi hati biasanya tidak berujung solusi, hanya sebatas menceritakan sesuatu dari sudut pandang pribadi yang tidak utuh.Tanpa sadar, kadang kita meyakininya sebagai kebenaran. Tentu, itu berbahaya sekali. 

2. Pasanganmu nantinya gak akan suka

5 Alasan Curhat Hal Pribadi Gak Selalu Baik Buatmu, Girls!pixabay/pixel2013

Saat kamu sudah memiliki pasangan, maka kehidupan kalian adalah milik kalian. Segala problem bersama sudah sepantasnya diselesaikan bersama juga. Bukan malah menceritakannya pada orang luar.

Bukan berarti kamu gak boleh bicara apapun dengan teman atau sahabatmu. Masih banyak tema lain yang penting dibicarakan. Jika bercerita hanya sekadar mencari kepuasan batin, maka buntutnya bisa berbahaya. Kalian tetap bisa tolong-menolong sembari menjaga harga diri pernikahan masing-masing. 

Baca Juga: 6 Hal Ini yang Harus Kamu Pikirkan sebelum Curhat dengan Orang Lain

3. Bisa menimbulkan salah paham

5 Alasan Curhat Hal Pribadi Gak Selalu Baik Buatmu, Girls!pixabay/ Robin Higgins

Yang namanya curhat, perasaan emosional lebih mendominasi dan bersifat subjektif. Informasi yang kita sebarkan cenderung berasal dari perspektif pribadi yang belum ditimbang dengan pemikiran yang lain.

Sudah selayaknya kita curhat kepada orang yang tepat dan selalu menyajikan solusi, bukan sebatas pendengar yang menyetujui semua isi pembicaraan. 

Perspektif pribadi yang tidak disaring dengan benar akan membuat kita salah paham. Nah, itulah yang membuat kita tanpa sadar mudah percaya dengan kebenaran yang belum teruji. 

4. Terlalu subjektif

5 Alasan Curhat Hal Pribadi Gak Selalu Baik Buatmu, Girls!pixabay/RondellMelling

Subjektivitas dalam acara curhat itu bukanlah hal yang asing. Jika kita terbiasa curhat dan menceritakan masalah tanpa disertai dengan keinginan untuk konfirmasi persoalan yang sebenarnya, maka kesalahpahaman ataupun fitnah akan bertebaran. 

Jika ada problem dengan seseorang, sebaiknya selesaikan konflik pada pihak bersangkutan secara langsung. Tujuannya adalah agar masalah tuntas dan tidak berlarut-larut. 

5. Kamu terkesan tidak percaya dengan pasangan sendiri

5 Alasan Curhat Hal Pribadi Gak Selalu Baik Buatmu, Girls!pixabay/rebcenter-moscow

Ketika kamu yang sudah berpasangan, curhat dengan sahabatmu perihal rumah tangga dan pernikahan, maka itu adalah bentuk rasa tidak percaya pada pasanganmu sendiri. Tentu, ini adalah masalah yang riskan. 

Saling percaya dalam hubungan itu sangat penting. Saling percaya menjadi pondasi kekuatan hubungan kalian. Jika kamu sudah menunjukkan indikasi tidak percaya, maka cepat atau lambat kalian bisa hancur di atas kerapuhan yang terabaikan. 

Nah, itulah alasan kamu harus memfilter isi pikiran kala curhat dengan teman atau sahabatmu. Jangan kebablasan dalam menceritakan hal-hal yang sifatnya terlalu pribadi.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Wanita Mudah untuk Curhat Dibandingkan Pria

Uswatun Niswi Photo Community Writer Uswatun Niswi

Penyuka fiksi dan animasi

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum

Just For You