Comscore Tracker

5 Alasan Mengapa Wanita Perlu Memulai Mindful Running

Bahagia juga bisa dirasakan karena olahraga lari, lho!

Persentase rutinitas olahraga lari yang dilakukan oleh wanita Indonesia, ternyata masih cukup rendah. Berdasarkan data yang ada, hanya 35 persen wanita di Indonesia yang aktif melakukan olahraga ini.

Padahal, lari bisa dilakukan hampir semua orang. Selain itu, ini tidak memerlukan banyak modal karena tidak membutuhkan berbagai macam peralatan pendukung dalam penerapannya.

Seperti yang disampaikan oleh Laila Munaf dan Abimandra (Co-Founder Sana Community) serta Christopher (perwakilan Big Change Agency) pada Selasa (28/1) lalu,  terkait lomba lari bertajuk Women's10K.

Lomba lari ini memang bertujuan untuk memfasilitasi kaum perempuan agar berani memulai pergerakan hidup sehat dan bahagia.

Namun, ini bukan lari yang biasa dilakukan orang kebanyakan. Bentuk lomba lari ini lebih daripada sekadar kompetisi dan tidak hanya berfokus pada kesehatan jasmani, lho!

Itulah mengapa sebutannya mindful running. Yuk, langsung saja dicek alasan kenapa penting buat wanita untuk memulai rutinitas ini!

1. Sebagai reminder bahwa berolahraga, dalam hal ini lari, bukanlah bentuk pelarian dalam hidup seseorang

5 Alasan Mengapa Wanita Perlu Memulai Mindful RunningWomen's10K Media Gathering di GBK Arena, Jakarta. 28 Januari 2020. IDN Times/Ayuningtyas Juliana

"Berawal dari kenapa kita memulai lari, alasannya apa sih?" tanya Laila Munaf, salah satu Co-Founder Sana Community, saat menjelaskan pentingnya mindful running.

Masih banyak orang yang saat ini, menjadikan olahraga sebagai bentuk pelarian dalam hidup mereka. Meski dilakukan dalam cara yang positif, namun alasan dilakukannya hal tersebut tidaklah tepat.

Saat berolahraga karena pelarian sesaat, kamu pun bisa berhenti melakukannya kapan saja saat merasa sudah tidak membutuhkan pelarian tersebut.

"Jadi, mereka ngerasa 'daripada gue di rumah' atau 'daripada saya menghadapi masalah yang ada, saya olahraga aja'," ungkap wanita yang akrab disapa Laila ini.

"Secara mental, ini harusnya bukan sebagai pelarian. Kita inginnya lari atau olahraga itu secara sadar bisa menjadi solusi," jelasnya lagi.

2. Membantu pikiran lebih jernih dalam menghadapi masalah hidup

5 Alasan Mengapa Wanita Perlu Memulai Mindful RunningWomen's10K Media Gathering di GBK Arena, Jakarta. 28 Januari 2020. IDN Times/Ayuningtyas Juliana

Di saat kamu merasakan sensasi lelah setelah berlari, pikiranmu mengenai masalah bisa hilang untuk sejenak. Dalam waktu seperti ini, kamu diharapkan bisa menjernihkan isi kepalamu agar bisa menghadapi masalah dengan lebih tenang.

"Semoga pada saat si running section itu selesai, pada saat kamu pulang dan harus menghadapi masalah yang ada, secara sadar kamu siap untuk menghadapi itu," ujar Laila.

3. Me time dengan diri sendiri

5 Alasan Mengapa Wanita Perlu Memulai Mindful RunningWomen's10K Media Gathering di GBK Arena, Jakarta. 28 Januari 2020. IDN Times/Ayuningtyas Juliana

Berolahraga, khususnya lari, dalam komunitas tidaklah salah. Namun, ada kalanya kamu juga butuh waktu untuk meluangkan waktu dengan dirimu sendiri. Itulah mengapa olahraga lari bisa menjadi pilihan yang tepat.

Waktu yang kamu habiskan dengan diri sendiri, tidak akan terbuang sia-sia dan bahkan membantumu untuk membiasakan gaya hidup sehat.

"Jadi, si 'lari' ini adalah me-time milikmu. Secara sadar, ketika kamu lari, kamu berkomunikasi dengan dirimu sendiri. Kamu mendengarkan dirimu sendiri," papar Laila lagi.

Baca Juga: Acroyoga Jadi Salah Satu Olahraga yang Ngetren, Berniat Coba? 

4. Kamu akan dilatih untuk mendengarkan tubuhmu sendiri

5 Alasan Mengapa Wanita Perlu Memulai Mindful RunningWomen's10K Media Gathering di GBK Arena, Jakarta. 28 Januari 2020. IDN Times/Ayuningtyas Juliana

"Tapi, ternyata pada saat saya ngobrol, saya nggak mindful dengan larinya saya. Yang tadinya kelemahan saya, kaki saya keluar, terjadi lagi, alhasil pergelangan kaki saya gak enak lagi. Lalu, saya harus bilang sama temen lari saya, 'Maaf ya, Mbak. Kayaknya, saya harus fokus gimana caranya supaya badan saya juga didengerin pada saat saya lari,'" cerita Laila saat berlatih berlari bersama komunitas.

Setiap orang punya batas kekuatannya masing-masing, termasuk batasan dalam berolahraga. Dalam cabang olahraga lari, jarak dan waktu adalah penentu mengenai seberapa besar kekuatan orang tersebut.

Jika kamu mulai meluangkan waktu untuk berlari, perlahan kamu bisa terlatih mendengarkan tubuhmu sendiri. Kapan tubuhmu sudah merasa cukup atau sebaliknya masih dapat bertahan lebih jauh lagi.

"Jadi, dilatih untuk mendengarkan tubuhnya. Pada saat tubuhnya bilang 'Kayaknya, saya ada yang gak nyaman. Rasanya saya capek. Jangan bilang, 'Ah, cemen banget sih lu! Baru juga lari 1 kilo udah capek,'. Mungkin, emang badannya gak sanggup untuk lebih dari 1 kilo. Namanya juga baru mulai, it's okay," jelas wanita yang gemar berolahraga ini.

5. Kamu bisa menemukan kebahagiaan dalam berolahraga lari

5 Alasan Mengapa Wanita Perlu Memulai Mindful RunningWomen's10K Media Gathering di GBK Arena, Jakarta. 28 Januari 2020. IDN Times/Ayuningtyas Juliana

Kebahagiaan memang bisa ditemukan dalam banyak hal. Salah satunya, lewat hal sesederhana berlari. Bagi Laila, ia merasa terkejut saat menemukan bahwa ternyata berlari bisa menjadi bentuk moving meditation yang menyenangkan dan bisa membuat bahagia.

"Jadi mudah-mudahan, kenapa kita akhirnya merangkul mayoritas yang ada di komunitas kami khusus wanita, dan juga ingin celebrate kehebatan wanita ini, dan betapa pentingnya peran wanita, ya hopefully, bisa meyakinkan mereka kenapa penting untuk hidup sehat dan bergerak untuk menujubahagia," tutupnya.

Jadi, gimana? Kamu tertarik untuk memulai rutinitas mindful running secara teratur? Tenang saja! Kamu bisa memulainya dengan ikut Women's10K yang akan diadakan pada tanggal 8 Maret 2020 mendatang dengan rute di sekitar Jakarta Selatan.

Selain gratis, kamu pun bisa bertemu dengan banyak orang yang mungkin juga pemula sepertimu. Gak ada salahnya kan berolahraga sambil membangun jaringan pertemanan yang baru?

Baca Juga: Ini 5 Tips Memilih Lip Cream yang Baik Menurut Dr. Maharani Prima

Topic:

  • Ayuningtyas Juliana Putri
  • Febriyanti Revitasari

Berita Terkini Lainnya