Comscore Tracker

Kisah Yana Dukung Ibu Melalui MotherHope Indonesia

Yana ingin membantu ibu melalui komunitas ini

Perjuangan perempuan ketika menjadi ibu bukanlah perjalanan yang mudah dan tanpa tantangan. Proses yang dilalui mulai dari hamil hingga melahirkan menjadi perjalanan yang berat. 

Hal ini juga yang dialami Yana Yirah, Founder MotherHope Indonesia dalam membangun nonprofit organization ini demi merangkul ribuan ibu di Indonesia. Kisah kelam di masa lalunya sebagai seorang ibu, jadi motivasi untuk terus mengembangkan MotherHope Indonesia sebagai wadah perjuangan perempuan.

Seperti apa kisah Yana Yirah yang sempat mengalami depresi pascamelahirkan hingga membangun MotherHope Indonesia? Melalui wawancara khusus dengan IDN Times pada Kamis (22/9/22), Yana Yirah menceritakan kisahnya membangun MotherHope Indonesia. 

1. Kondisi emosional ibu hamil serta permasalahan emosi yang kerap menerpa ibu hamil dan melahirkan

Kisah Yana Dukung Ibu Melalui MotherHope IndonesiaYana Yirah, founder Mother Hope Indonesia. (instagram.com/motherhopeind)

Setelah proses melahirkan yang melelahkan, kondisi fisik dan emosional seorang ibu dapat berubah bahkan mengalami gangguan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh perubahan hormon, kondisi fisik yang menurun hingga perubahan suasana hati. 

Yana menjelaskan salah satu gangguan suasana hati yang dapat menimpa seorang ibu, "Baby blues syndrome dapat dialami oleh 70-80 persen ibu pascamelahirkan. Baby blues syndorme itu bisa datang pada hari ketiga dan keempat pascamelahirkan dan dapat sembuh dengan sendirinya setelah dua minggu pascamelahirkan. Baby blues syndrome dapat terjadi karena perubahan hormon. Perubahan hormon itu yang menyebabkan seorang ibu mengalami perubahan mood yang signifikan."

Tak hanya perubahan suasana hati yang signifikan, setelah melahirkan, seorang ibu juga bisa mengalami depresi karena tekanan yang dialaminya. Kondisi ini banyak menimpa perempuan Indonesia, sebagaimana dijelaskan oleh Yana. 

"Berbeda dengan baby blues syndrome, depresi pascamelahirkan tidak bisa reda sendiri dan memerlukan bantuan dari psikolog klinis maupun psikiater. Namun pada depresi pascamelahirkan, gejalanya lebih berat, terus-menerus, lebih sering, dan berlarut-larut. Salah satu gejalanya antara lain munculnya perasaan sedih, penurunan konsentrasi, penurunan minat dan beberapa gejala lain yang muncul terus menerus selama lebih dari dua pekan," kata Yana.

2. Yana menjadi salah satu penyintas depresi pascamelahirkan, hal ini menjadi motivasi untuk mendirikan MotherHope Indonesia

Kisah Yana Dukung Ibu Melalui MotherHope Indonesiailustrasi ibu hamil (IDN Times/Arief Rahmat)

Pengalaman kurang menyenangkan juga dialami oleh Yana dalam perjalanannya menjadi seorang ibu. Yana sempat mengalami depresi pascamelahirkan bahkan muncul keinginan bunuh diri. Namun hal inilah yang menjadi motivasinya dalam membangun MotherHope Indonesia.

"Setelah saya pulih dari depresi, setelah saya mendapatkan penanangan dari psikolog, akhirnya saya berinisiatif untuk mendirikan komunitas yang bisa memberikan safe place atau menjadi teman untuk para ibu hamil dan pascamelahirkan. Supaya mereka bisa sharing pengalamannnya, tidak hanya yang baik-baiknya saja tapi juga pengalaman saya. Jadi intinya, pada awalnya saya hanya ingin menjadi pendengar yang baik bagi mereka supaya mereka tidak merasa sendirian," kata Yana.

3. MotherHope Indonesia membantu ibu pascamelahirkan dan memberikan edukasi

Kisah Yana Dukung Ibu Melalui MotherHope Indonesiailustrasi kehamilan (pixabay.com/pexels)

Penting untuk memberi dukungan kepada perempuan tak hanya secara emosional namun juga berupa edukasi dan informasi yang tepat. MotherHope Indonesia telah melakukan banyak kegiatan positif.

Yana menjelaskan. "Kita juga memberikan akses edukasi dan informasi kepada ibu, ibu hamil pasca melahirkan, bahkan kita juga sudah memberikan edukasi pada masa pranikah atau premarital. Kita juga beberapa kali mengadakan konseling pranikah kepada para mahasiswa, anak-anak muda, terus kita juga menjembatani para pasien dalam hal ini para ibu yang mengalami depresi pascamelahirkan supaya mereka terhubung ke fasilitas layanan kesehatan."

4. Kini MotherHope Indonesia telah merangkul ribuan ibu di seluruh Indonesia dan menjadi tempat yang nyaman untuk saling menguatkan

Kisah Yana Dukung Ibu Melalui MotherHope Indonesiailustrasi ibu hamil (unsplash.com/Jordan Bauer)

MotherHope Indonesa terus tumbuh menjadi organisasi yang menaungi ribuan ibu di seluruh indonesia untuk bisa saling memberi dukungan dan menguatkan satu sama lain. Diharapkan MotherHope Indonesia dapat membantu meningkatkan status kesehatan mental, kesehatan jiwa ibu hamil dan pasca melahirkan di Indonesia menjadi lebih baik. 

"Jadi memang MotheHope Indonesia ini ditujukan untuk memberikan dukungan emosional terutama kepada para ibu hamil dan pascamelahirkan yang mengalami masalah kesehatan jiwa seperti baby blues syndorme, depresi pascamelahirkan, gangguan kecemasan dan sebagainya beserta keluarganya," kata Yana. 

MotherHope Indonesia terus menebar kebaikan melalui berbagai kanal edukasi dan aksi nyata kepada perempuan di Indonesia. Sebab, Yana yakin bahwa kesehatan mental seorang ibu akan berdampak pada kebahagiaan seluruh keluarganya.

Yana menerangkan, "MotherHope Indoensia juga memberikan edukasi kepada keluarga terutama orangtua baru, masyarakat dan tenaga kesehatan tentang kesehatan jiwa pada masa hamil dan juga pascamelahirkan."

5. Berlemah lembut kepada diri sendiri, Yana berharap perempuan tak memaksakan diri untuk menjadi ibu yang sempurna

Kisah Yana Dukung Ibu Melalui MotherHope Indonesiailustrasi ibu hamil (pexels.com/Leah Kelley)

Yana berharap, MotherHope Indonesia dapat terus menjadi wadah untuk seluruh ibu di Indonesia. Melalui edukasi dan kerjasama dengan berbahgai pihak, Ia berharap komunitas ini dapat terus tumbuh dan berkembang. 

"Jangan berusaha untuk menjadi ibu yang sempurna. Jadi memang ketika kita menjadi seorang ibu, kita perlu untuk mencintai diri sendiri, untuk berlemah lembut kepada diri sendiri, kemudin berusaha untuk mengenali perasaan kita sendiri. Kita tidak perlu untuk selalu merasa bahagia. Kita manusia, bisa merasa sedih, senang, bisa antusias, banyak sekali perasaan yang bisa kita alami sebagai manusia. Dan seorang ibu boleh merasakan itu semua," tutup Yana. 

Demikian kisah Yana Yirah, perempuan yang pernah menajdi penyintas depresi pascamelahirkan, yang kini bantu perempuan Indonesia. Semoga kisahnya bisa memberi inspirasi untukmu, ya!

Baca Juga: Kisah Rama Suparta Dirikan Brand Kacamata Lokal SATURDAYS, Inspiratif!

Topic:

  • Dina Fadillah Salma
  • Pinka Wima
  • Febriyanti Revitasari

Berita Terkini Lainnya