Comscore Tracker

Kisah Asri Wijayanti Berdayakan Penjahit Lokal lewat Jahitin.com

#AkuPerempuan Fashion sekaligus sejahterakan penjahit lokal 

Meski bisnis fashion konveksi mengalami peningkatan pesat, kebutuhan jasa jahit personal dan produksi seragam masih besar di Indonesia. Persoalannya muncul ketika pelanggan kesulitan bertemu dengan penjahit dan penjahit susah bertemu pelanggan.

Berangkat dari masalah ini, pendiri startup Jahitin.com, Asri Wijayanti, justru melihat peluang dengan mengembangkan inovasi media digital untuk mempertemukan penjahit dengan customer. Setelah mengikuti program 1000 startup oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), perempuan lulusan Studi Ekonomi Pembangunan ini mendirikan Jahitin.com yang merupakan layanan webpage jasa jahit berbagai jenis pakaian.

IDN Times berkesempatan mendengarkan kisah Asri Wijayanti yang memberdayakan penjahit lokal lewat Jahitin.com pada Kamis (18/2/2021). Bagaimana cerita selengkapnya? Simak di bawah ini, yuk!

1. Siapa sangka Asri mengawali bisnis fashion sewaktu ia masih menempuh studi?

Kisah Asri Wijayanti Berdayakan Penjahit Lokal lewat Jahitin.comProses pelatihan menjahit untuk penjahit lokal oleh Jahitin Academy di Sumba Barat/ Galeri Jahitin.com

Mengikuti program 1000 Startup Digital oleh Kominfo, bisa dibilang pintu gerbang Asri dalam menekuni peran sebagai pengusaha fashion. Perempuan lulusan Universitas Brawijaya itu menuturkan pada IDN Times jika idenya muncul sewaktu mengikuti salah satu mata kuliah. Asri mulai menyadari bahwa kemiskinan yang terjadi selama ini bukan karena orangnya yang malas lalu miskin, tetapi ada yang namanya lingkaran kemiskinan di sana.

"Nah, setelah itu aku pelajari dampak ketika orang itu bisa buat usaha karena bisa menyerap tenaga pengangguran dan dampaknya jauh. Akhirnya, orang jadi gak pengangguran, mereka bisa kasih gizi ke anak, kasih pendidikan yang cukup. Nah, hal itulah yang bisa memutus lingkaran kemiskinan tadi," terangnya.

Melalui pemahamannya terhadap konsep lingkaran kemiskinan itu, CEO yang baru berusia 24 tahun ini, terpanggil membuat bisnis layanan jahit yang bekerja sama dengan penjahit lokal. Setelah mencari mitra penjahit di Malang, ada fakta menarik bahwa ternyata akar masalah bukan pada penjahit yang sedikit.

Akar masalahnya ada pada kesulitan penjahit bertemu pelanggan dan sebaliknya. Asri ingin menyelesaikan permasalahan ini melalui platform digital dan terbentuklah Jahitin.com pada tahun 2016.

2. Jahitin merupakan pionir pembuat masker kain yang akhirnya ramai di Indonesia sewaktu awal pandemik

Kisah Asri Wijayanti Berdayakan Penjahit Lokal lewat Jahitin.cominstagram.com/jahitin_com

Selain memberdayakan penjahit lokal agar mereka memperoleh kenaikan pendapatan, ada pula pelatihan menjahit yang dilakukan oleh Asri bersama tim di berbagai daerah seperti Aceh, Sumba Barat, Medan, Kalimantan, dan Sulawesi. Ia juga merupakan pihak yang mengawali masker kain diperbolehkan penggunaannya pada Maret 2020.

"Kisaran transaksi Rp3 juta-Rp6 juta per bulan, tergantung penjahitnya itu, dia menjahit apa. Yang paling besar waktu pandemik, kita bisa dapat pesanan sekitar Rp2 miliar untuk APD (Alat Pelindung Diri) dan masker kain. Kebetulan, kita juga salah satu pionir yang bikin masker kain akhirnya ramai di Indonesia," tambahnya. 

Saat ditanya kenapa memilih memulai bisnis di bidang startup digital, ia mengatakan jika awalnya hanya ingin belajar dalam program Kominfo, lalu keterusan berlanjut setelah market validation bertemu penjahit dan pelanggan secara langsung.

Justru dari situ, Asri mendapat pendapatan tanpa mengeluarkan biaya sama sekali. Melihat peluang ini, ia ingin serius berkomitmen untuk meneruskan Jahitin.com.

"Karena kita tahu fashion Indonesia yang lokal, lagi growth sangat tinggi-tingginya. Sayang banget kalau misalnya mereka menjual produk yang impor. Padahal penjahit di Indonesia, mereka capable dengan produksi berkualitas yang gak kalah jauh dengan produsen dari luar," tambahnya.

3. Selain menyejahterakan mitra penjahit, Asri memberi kesempatan penjahit lokal belajar melalui Jahitin Academy

Kisah Asri Wijayanti Berdayakan Penjahit Lokal lewat Jahitin.comCEO Jahitin.com, Asri Wijayanti (di bagian tengah dengan hijab krem dan long outer) bersama penjahit lokal di Sumba Barat dalam pelahitan Jahitin Academy/ Galeri Jahitin.com

Mengawali perusahaan rintisan jasa jahit melalui digital, tentu ada lika-likunya. Asri berujar pada IDN Times, sebenarnya banyak permasalahan yang dialami ketika awal merintis yang akhirnya dijadikan bahan evaluasi.

Misalnya, penjahit yang tak tepat waktu atau penjahit yang hasilnya tak sesuai dengan model permintaan pelanggan. Kemudian dari persoalan ini, datang inovasi lain untuk membuat pelatihan menjahit yang dinamakan Jahitin Academy.  

"Kita ajarkan ada tools yang bisa digunakan supaya penjahit itu bisa meningkatkan skill mereka dengan lebih mudah. Kalau sebelum pandemik prosesnya offline, tapi sekarang pelatihannya online. Kita adakan webinar pelatihan, kita kirimkan bahan dan perlengkapan, kita ada video tutorialnya, mereka buat, dan mereka laporkan ke kita, lalu akan diberikan feedback oleh mentor yang sudah ada di grup," ujarnya. 

Pada bulan Maret 2021, Jahitin.com akan mengeluarkan Online Virtual Boutique. Ini merupakan brand pertama Jahitin.com, yang mana juga mendukung ethical fashion. Konsepnya sendiri bermula dari keprihatinan Asri pada kenyataan pahit bahwa fashion merupakan sektor industri dengan limbah terbanyak urutan kedua. 

"Jadi kita pikir, kita harus bikin brand yang bisa mengurangi limbah atau yang bisa lebih mendukung sustainable life dan mudah diakses oleh masyarakat. Mungkin di Indonesia belum banyak, cuman kita yakin ketika kita mulai nanti, pasti orang-orang akan lebih familiar," terangnya. 

Baca Juga: Cerita Soraya Cassandra Merawat Alam Melalui Kebun Kumara

4. Meski ada berbagai persoalan di masa awal pandemik, hal itu justru menjadi titik balik Jahitin tumbuh pesat

Kisah Asri Wijayanti Berdayakan Penjahit Lokal lewat Jahitin.cominstagram.com/jahitin_com

Pada Februari 2020, ia merekrut beberapa pegawai full-time untuk membantu bisnisnya yang mulai berkembang, tepatnya di Kota Surabaya. Tak berselang lama setelah itu, COVID-19 mulai menyebar sehingga kantornya terpaksa tutup. Satu bulan setelahnya, tepatnya pada bulan Maret, Asri dan tim kehilangan rekan kerja yang merupakan CTO (Chief Technology Officer) dari Jahitin.com.

Setelah kejadian yang beruntun itu,  Asri mencetuskan ide untuk membuat ribuan masker kain dan APD bagi tenaga kesehatan. Pesanan jahitan justru mulai berdatangan dan kabar baiknya, ia beserta tim mendapatkan keuntungan yang berkali-lipat. 

"Oh ternyata growth Jahitin.com jadi beratus-ratus kali lipat. Yang sebelumnya kita full-time sedikit, sekarang ada tujuh orang. Kita bisa sewa kantor. Semua itu menurutku titik terendahnya saat adanya pandemik, tapi justru growth paling tinggi saat pandemik," tambahnya.

5. Bocoran dari Asri tentang karakter yang harus dimiliki pebisnis perempuan

Kisah Asri Wijayanti Berdayakan Penjahit Lokal lewat Jahitin.comCEO Jahitin.com, Asri Wijayanti

Pada era industri digital, semakin banyak kompetitor perusahaan rintisan yang akan menjadi pesaing. Asri menjelaskan ada beberapa karakter yang bisa terus diasah oleh pengusaha, khususnya perempuan dalam menjalankan bisnisnya.

Pertama adalah peka dengan kebutuhan pasar. Kedua, harus punya niat dan kepercayaan. Ketiga adalah filosofi Wabi Sabi dari Jepang yang populer dengan istilah "selesai itu lebih baik daripada sempurna".

Ketika ditanya apa saja tips yang dapat Millennials dan Gen-Z terapkan dalam menekuni bisnis fashion, ia menekankan pentingnya mengetahui apa yang terjadi di lapangan serta mengenali diri lebih dalam.

"Ketika kamu mau terjun, kamu harus tahu ladangnya seperti apa. Kamu harus tahu lapangannya kayak gimana, arenanya itu apa, yang akan kamu hadapi itu apa. Jangan cuma manis-manisnya cuan! Kalau cuan manis, ya semua orang jadi pengusaha dong! Itu semua butuh proses," terangnya. 

Dimulai dari keisengan mengikuti program 1000 Startup Digital oleh Kominfo, justru membuka jalan Asri untuk berkontribusi menyejahterakan penjahit lokal serta memudahkan pelanggan menemukan mitra penjahit yang sesuai. Semoga apa yang dilakukan Asri dan tim bisa menginspirasi kamu, ya!

Baca Juga: Bukan Sekadar Bisnis, Ini Cara Audrey Maximillian Mengembangkan Riliv

Topic:

  • Fajar Laksmita Dewi
  • Febriyanti Revitasari

Berita Terkini Lainnya