Comscore Tracker

Peran Pemimpin Perempuan dalam Merangkul Diversity di BUMN

#IDNTimesLife Perempuan berdaya, Indonesia merdeka

Dalam rangka mempromosikan diversity, BUMN Muda baru saja menggelar diskusi mentorship dengan menghadirkan para pemimpin perempuan. Acara yang mengusung tema "Perempuan Berdaya, Indonesia Merdeka" ini, diselenggarakan pada Rabu (25/08/2021) dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo selaku pembicara utama.

Bagaimana keseruan acara yang bertujuan untuk memberdayakan para pemimpin perempuan ini? Berikut ulasan selengkapnya oleh IDN Times mengenai peran pemimpin perempuan dalam merangkul diversity di BUMN.

1. Kerangka rencana jangka panjang BUMN adalah pengembangan talent, yang salah satunya dengan menciptakan diversity

Peran Pemimpin Perempuan dalam Merangkul Diversity di BUMNWakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dalam Webinar Perempuan Berdaya, Indonesia Merdeka oleh BUMN Muda. Rabu (25/08/2021). IDN Times/Fajar Laksmita

Membuka acara diskusi, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo memaparkan bila diversity adalah salah satu hal yang sangat fundamental untuk membangun keseimbangan dan kemajuan di BUMN Indonesia. Diversity dalam hal ini ada dua, yaitu gender diversity dan age diversity.

"Adanya diversity gender itu menciptakan lebih banyak bidang yang menyeluruh. Dan itu banyak manfaatnya dalam peningkatan profit, capability, royality, repetition, dan sebagainya," jelasnya.

2. Sifat nurturing dan empowering lebih ada pada perempuan

Peran Pemimpin Perempuan dalam Merangkul Diversity di BUMNWebinar Perempuan Berdaya, Indonesia Merdeka oleh BUMN Muda. Rabu (25/08/2021). IDN Times/Fajar Laksmita

Menurutnya, perempuan memiliki manajemen keahlian seperti nurturing dan empowering yang lebih besar. Pria yang pernah menjabat di beberapa institusi keuangan itu, meyakini profil pemimpin perempuan sebenarnya lebih kompleks dengan bukan hanya menggunakan otak, tetapi juga dengan hati.

"Bagaimana hand holding, memahami situasi kebatinan dari pegawai itu menjadi bagian dari pemimpin yang harus bertanggung jawab. Laki-laki tidak punya kemampuan memahami perasaan orang. Untuk memahami pegawainya sangat sulit. Jadi, mungkin di sini, justru peranan dari pemimpin perempuan dalam memberikan nuansa berbeda," pungkas pria yang kerap disapa Pak Tiko itu.

3. Perempuan harus menjadi pembelajar dan proaktif

Peran Pemimpin Perempuan dalam Merangkul Diversity di BUMNWebinar Perempuan Berdaya, Indonesia Merdeka oleh BUMN Muda. Rabu (25/08/2021). IDN Times/Fajar Laksmita

Saat ditanya bagaimana cara terus meniti karier bagi perempuan, Ketua Forum Human Capital Indonesia (FHCI) Alexandra Askandar mengatakan bila selama ini ia menikmati semua yang sudah dilalui karena memperoleh berbagai hal dalam perjalanannya sampai sekarang. "Apa yang saya jalani membuat saya seperti saat ini, saya yakin semua orang punya jalan sendiri untuk sukses dan menikmati perjalanannya," terangnya.

Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ini juga menjelaskan bahwasanya perempuan jangan selalu membandingkan diri dengan orang lain karena mereka tidak pernah tahu masalah yang sebenarnya orang lain hadapi. Menurutnya, perempuan harus pandai mengeksekusi, pembawa perubahan, pembelajar, dan proaktif. 

"Srikandi memiliki program mentorship, manfaatkan dan cemplungkan diri kita di berbagai proyek tanpa harus ada penugasan khusus. Kita memang harus menjadi orang yang berbeda dan untuk menjadi berbeda, kita tidak boleh menunggu," ujarnya.

Baca Juga: Neng Srikandi Manggala Agni, Kartini Tangguh Penjaga Ekosistem Alam

4. Jadilah orang yang tidak biasa

Peran Pemimpin Perempuan dalam Merangkul Diversity di BUMNKetua Srikandi BUMN Tina T. Kemala Intan dalam Webinar Perempuan Berdaya, Indonesia Merdeka oleh BUMN Muda. Rabu (25/08/2021). IDN Times/Fajar Laksmita

Ketua Srikandi BUMN, Tina T. Kemala Intan memaparkan pengalamannya ketika mendapat diskriminasi lantaran tidak terpilih sebagai direksi, padahal sudah lolos tahap seleksi, karena dirinya adalah perempuan. Ia mengatakan tidak ada rasa kecewa karena sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu. 

"Semakin kencang saya dilempar ke bawah, maka saya akan semakin naik. Saya kalau diperlakukan seperti itu, saya semakin semangat, ya harus bisa memotivasi diri sendiri," terangnya.

Menurut perempuan yang juga menjabat sebagai Direktur Supply Chain Management (SCM) dan Hukum PT Semen Indonesia (Persero) Tbk itu, ada beberapa karakteristik yang harus dimiliki perempuan. Misalnya high achiever, high resilience, dan humble.

5. Perempuan bisa menjadi compassionate leaders

Peran Pemimpin Perempuan dalam Merangkul Diversity di BUMNManaging Director Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam Webinar Perempuan Berdaya, Indonesia Merdeka oleh BUMN Muda. Rabu (25/08/2021). IDN Times/Fajar Laksmita

Dalam pemaparannya, Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan bila perempuan bisa menjadi compassionate leaders. Perempuan memakai otak dan perasaan, mereka bisa membaca situasi dalam ruangan di setiap tingkatan. 

"Sensitivitas kita itu memang berbeda antara perempuan dan laki-laki. Itu harus kita yakini dan asah terus sebagai perempuan," ungkapnya.

Ketika ditanya bagaimana perempuan bisa terus mengembangkan karier, ia menyarankan untuk mulai membangun jejaring. Selain itu, ia mengatakan bahwa perempuan tidak perlu berpikir dianakemaskan atau dianaktirikan karena perjalanan itu ada di tangan masing-masing. 

Ketika berbicara mengenai kepemimpinan, setiap orang harus memiliki ketahanan mental kuat dengan gairah bekerja yang mereka punya. Dengan itu, semua akan terpancar sendiri sehingga menjadi kunci sukses bagi setiap pemimpin perempuan.

Baca Juga: Sivera Dian, Srikandi Perempuan di Industri Energi dan Petrokimia

Topic:

  • Febriyanti Revitasari

Berita Terkini Lainnya