Comscore Tracker

Ananda Rasulia: Mulai Sekarang Semua Orang Bisa Jadi Travel Blogger dan Diendorse Perusahaan!

Jalan-jalan gratis ke mana pun

Mulanya dari Ada Apa Dengan Cinta: Romansa anak muda yang mengulik kisah Cinta, Rangga, dan sastra. Dialognya penuh retorika. Sajaknya padat, membius hati Ananda Rasulia untuk ikut-ikutan berolahraga jari. Menulis ini-itu lantas ditekuni setelah puas memantengi film gubahan Mira Lesmana dan Riri Riza tersebut.

Getol mengolah kalimat mengantarkan perempuan berhijab ini menjadi seorang pewarta. Padahal usianya masih hijau muda, belum lulus SMA pula. Berkat AADC dan kegandrungannya terhadap tulisan, Nanda—sapaan akrab Ananda—selangkah lebih dulu mencicipi dunia kerja. Bukan gawai yang serius, namun cukup buat memupuk pengalaman.

Semua bermula dari sini. Menyandang profesi sebagai kuli tinta membuat Nanda harus mau dikirim keluar kota setiap saat.

14709394-332355623795740-1599755651381198848-n-51fbce9e4242ffaeba998e374d9e9f08.jpginstagram.com/jengnanda

Statusnya sebagai penulis menuntut perempuan penyuka kain-kain etnik itu terbang dari satu daerah ke daerah lain. Kedatangannya ke tanah-tanah asing tak dibiarkan mengabar begitu saja tanpa manfaat.

Karena aku curiosity-nya tinggi dan suka mencoba hal baru, jadi aku berpikir, kalau sedang di kota orang, rasanya pingin banget mengeksplorasi objek wisata, budaya, dan kuliner di sana,” tuturnya menggebu kepada IDNtimes, awal November lalu.

Kesempatan menyambangi kota demi kota tak jua membuatnya berdiam dan gampang puas. Ia lantas mencoba menulis di blog ihwal hal-hal yang dijumpai di berbagai daerah. Entah perkara budaya, pengalaman menyigi alam, atau pengamatan terhadap sarana-prasarana yang ditemukan.

Menuangkan cerita di laman personal merupakan saran yang kerap ia dengar dari teman-teman sekitar. Nanda lantas membulatkan tekad membikin blog. Namanya travelmulu.com.

“Karena teman-teman bilang aku orangnya traveling melulu (travel mulu), ya sudah, ku bikin aja nama blognya travelmulu,” ujarnya. Niatnya tak lain dan tak bukan adalah membantu penghobi jalan untuk mendapatkan informasi yang mendalam terhadap daerah-daerah yang mau disambangi.

Hanya gemar menulis, suatu saat tawaran kerja berdatangan.

14276501-1789126018036344-1060532118-n-9cee48df30b62eb18fd6126abd566085.jpginstagram.com/jengnanda

Rajin menulis membuat Nanda percaya diri ikut kompetisi dan akhirnya menang. Kala itu, perusahaan minuman Teh Kotak-lah yang mengadakan lomba. Beruntung, ia dikontrak 2 tahun untuk jalan-jalan keliling Indonesia. Kebetulan pula Nanda sudah luwes menulis soal traveling. Jadi ia tak gagap kala diminta menuangkan pengalamannya bertandang dari satu daerah ke daerah lain dalam bentuk coretan kata.

Hanya dengan rajin menulis, impiannya menginjak tanah dari Sabang sampai Merauke terkabul. Tentu dengan sokongan biaya perusahaan. Tugasnya cukup menyenangkan: menulis pengalaman dan informasi-informasi yang berguna.

Lepas kontrak dengan Teh Kotak tak lalu membuatnya berhenti menulis. Nanda malah lebih semangat. Sejak saat itu, ia memutuskan menjadi seorang travel blogger.

14733143-1678054909083551-3419139020993593344-n-fca35d6db2fce7c1bbdc5a4f9c0fdcc3.jpginstagram.com/jengnanda

Baca Juga: Disma Ajeng: Kontestan Putri Indonesia yang Dulu Pernah Dibully, Tapi Kini Jadi Inspirasi

Tawaran pekerjaan mulai berdatangan, misal review hotel, restoran, maupun undangan trip dari beragam institusi. Tak hanya mengandalkan dukungan orang lain, buat memupuk ilmu, ia rela melakoni perjalanan mandiri ke berbagai daerah, misalnya Flores dan Jawa Timur.

Traveling itu bukan cuma soal senang-senang, tapi bagaimana pribadi bisa larut menghayati alam.

14262823-1201862246541724-1742592039-n-7eee424015b84afb0cbfe40a96acb016.jpginstagram.com/jengnanda

Jangan dibayangkan perjalanan Nanda menjelajah alam berjalan mulus tanpa kendala, seperti foto-foto yang diunggahnya di jejaring sosial. Di balik itu, ada cerita yang lebih menarik. Misalnya kesasar sana-sini, harus menempuh jalan-jalan yang tak mudah dilalui, atau menghalau beragam rintangan untuk mencapai daerah tujuan. Segala hambatan yang ditemui di jalan itu justru jadi informasi bagus yang bakal ia sebar ke pembaca.

Selain itu, perkara jalan-jalan bukan hanya soal mendapatkan gambar yang indah. Di luar itu, ada banyak keindahan yang tak terbidik lensa. Misalnya menemui orang dengan karakter berbeda-beda, menjumpai orang dengan bahasa dan logat yang sulit dimengerti, atau bersua dengan hal-hal yang tak pernah ia temui sebelumnya.

Bertemu dengan saudara di luar pulau membuat semangat nasionalisme Nanda terpupuk.

14716459-968345956610004-4289073144875974656-n-4f4dd6b77d909f33c47a0a069d7abe7c.jpginstagram.com/jengnanda

Bercengkerama dengan alam menjadi motivasi bagi Nanda untuk terus melakoni perjalanan. Bertemu dengan alam pula menjadikannya seseorang yang nasionalis. “Aku cinta banget sama negeri ini. Semakin menjelajah, semakin bikin pingin terus jalan. Aku pingin melihat Negeri ini lebih dekat. Rasanya bangga jadi orang Indonesia. Merasa beruntung lahir dan tinggal di sini,” ucapnya.

Pantai, gunung, lembah, dan bukit ingin ia sambangi semua. Fenomena melihat orang-orang di pelosok yang bisa hidup tanpa ke-modern-nan membuat ia merasa makin menghayati fungsi sebagai manusia sosial.

Komentar orang membuatnya semangat berbagi informasi.

14676508-333441447037772-8197450258469355520-n-352da5dc9c71248457d261735cfa2eaf.jpginstagram.com/jengnanda

Setelah capek menjelajahi alam, memerah-putihkan pembaca menjadi tugas yang menantinya. Lelahnya ke sana-kemari membuatnya menjiwai saat menulis. Semangat merangkai kata terus menggebu, bukan lantaran karena membayangkan pundi-pundi rupiah yang diraup, melainkan menunggu komentar-komentar orang yang memotivasi.

“Komentar orang yang bilang kalau tulisan kita membantu, menginspirasi, mengubah cara pandang atau cara berpikir, itu priceless banget,” katanya.

13768129-1111085785617958-1990836050-n-9a0defdbc1fa4e65a97730e15cc7f515.jpginstagram.com/jengnanda

Buat Nanda, menulis adalah pintu gerbang yang bisa mengantarnya melebarkan sayap. Namun, ia tak lantas menggeneralisasi. Buat yang tak terlampau tertarik menulis, bukan tak mungkin tak bisa seperti dia. Mereka bisa berkontribusi yang sama melalui pekerjaan yang berbeda: memotret misalnya.

“Sekarang kan medianya banyak, bisa foto, tulisan, video. Asal tidak mengandung SARA dan tidak menyinggung apalagi merugikan pihak lain, let's sharing!”.

Baca Juga: Ardista Si Pebisnis Art Doll: Aku Bisa Buktikan Kalau Ada Niat, Apapun Pasti Bisa Tercapai!

Line Ads

Topic:

Just For You

I Want More !