Comscore Tracker

Kisah Suka-Duka Mami Fauziah sebagai Driver Ojek Daring Perempuan

#AkuPerempuan Semangat selalu, Mami Fauziah!

Jakarta, IDN Times - Fauziah Widiasara merupakan driver ojek daring Grab yang merupakan salah satu driver perempuan. Dua tahun lamanya Fauziah menekuni pekerjaan ini. Ibu satu anak ini memilih menjalani pekerjaannya dengan enjoy dan tanpa beban. Banyak kisah menarik yang dialami Fauziah selama menjadi driver ojek daring.

1. Ingin memiliki waktu lebih bersama sang buah hati

Kisah Suka-Duka Mami Fauziah sebagai Driver Ojek Daring PerempuanIDN Times/Margith Juita Damanik

Salah satu alasan Mami Fauziah, begitu Fauziah akrab disapa memilih bekerja sebagai driver ojek daring adalah sang buah hati. Fauziah ingin memiliki waktu lebih bagi sang buah hati. Semula, Fauziah bekerja di bioskop. Waktu pekerjaan yang kurang fleksibel membuatnya harus mencari opsi pekerjaan lain dan memilih driver ojek daring menjadi jalan keluar.

Baca Juga: Rosa Dahlia, Wanita yang Rela Mendedikasikan Dirinya untuk Papua 

2. Pernah di-cancel karena ia driver perempuan

Kisah Suka-Duka Mami Fauziah sebagai Driver Ojek Daring PerempuanIDN Times/Margith Juita Damanik

“Mbak, mbak perempuan ya? Saya cancel ya,” kata Fauziah mengulangi kalimat salah satu pelanggan yang batal menggunakan jasanya. Namun, Fauziah tak mau ambil pusing. “Yaudah biar saja, bukan rezeki saya,” katanya.

Cerita lain dari pelanggan pernah didengar Fauziah. “Ada pelanggan yang gak mau dapat driver perempuan karena bukan muhrim,” kata Fauziah bercerita.

Kisah lain, beberapa kali Fauziah justru menjadi penumpang saat mengangkut penumpang. “Ada yang gak mau kalau saya yang menyetir, jadi maunya dia (penumpang) yang bawa motornya,” kata Fauziah. “Mami menang banyak,” candanya.

3. Menganggap anggota komunitas driver seperti anak sendiri

Kisah Suka-Duka Mami Fauziah sebagai Driver Ojek Daring PerempuanIDN Times/Margith Juita Damanik

Komunitas driver ojek daring, utamanya mitra Grab, bagi Fauziah sudah seperti rumah sendiri. Anggotanya bahkan dianggap seperti anak sendiri oleh perempuan 47 tahun ini.

“Enaknya kan gitu. Anak cuma satu, tapi anak di luar ada banyak,” kata Fauziah. Menjalani pekerjaan sebagai driver ojek daring dan bekerja hingga malam hari, Fauziah tak pernah khawatir bekerja malam hari. “Kan ada saudara-saudara sesama driver. Aman,” katanya lagi.

4. Banyak suka-duka jadi ojek daring

Kisah Suka-Duka Mami Fauziah sebagai Driver Ojek Daring PerempuanIDN Times/Margith Juita Damanik

Fauziah bercerita bekerja sebagai driver ojek daring, jam kerja Fauziah tak menentu. Ia juga tak bisa dengan jelas sebutkan berapa jam ia berada di jalanan untuk bekerja.

“Banyak sukanya daripada dukanya. Jadi dukanya sudah dilupakan,” kata Fauziah. Baginya hal penting adalah memberikan jasa dengan baik dan melayani penumpang dengan baik. Meski tak jarang ditolak dan banyak penumpang urung niat menggunakan jasanya, Fauziah berusaha berpikir positif dan percaya rezeki lain pasti sudah diatur untuknya.

5. Tak ingin bergantung pada suami

Kisah Suka-Duka Mami Fauziah sebagai Driver Ojek Daring PerempuanIDN Times/Margith Juita Damanik

“Meski ada suami, saya gak mau bergantung. Mau bisa sendiri. Mau kasih uang ke orang tua juga sendiri,” kata Fauziah. Dia ingin menjadi perempuan yang mandiri. Fauziah juga mengaku tak pernah malu bekerja sebagai driver ojek daring. Baginya selama pekerjaannya halal, ia tak akan malu menjalaninya. Semangat, Mami Fauziah!

Baca Juga: Kisah Nurjanah, dari Cleaning Service hingga Jadi Penulis

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Just For You