Comscore Tracker

Buka Pop-up Store di Surabaya, Hermes Usung Budaya Lokal untuk Display

Desainnya dibuat langsung oleh arsitek lokal lho

Setelah hadir di Jakarta, brand premium asal Paris, Hermes mulai menyapa masyarakat Surabaya lewat pop-up store. Surabaya menjadi kota pilihan Hermes untuk pop-up store kali ini karena banyak pelanggannya yang berasal dari kota pahlawan ini. Sehingga, pelanggan setia Hermes yang berada di Surabaya gak perlu pergi jauh-jauh lagi sampai ke Jakarta untuk bisa mendapatkan koleksinya.

Berbeda dengan store sebelumnya, pop-up store Hermes ini mengangkat budaya Indonesia dari segi desainnya. Dikemas dengan apik oleh tangan arsitek dan pengrajin lokal, pop-store ini tetap bisa terlihat modern nan elegan. Penasaran seperti apa desain pop-up store Hermes ini? Intip yuk lewat artikel berikut.

1. Terdapat beberapa koleksi aksesori pada pop-up store Hermes ini

Buka Pop-up Store di Surabaya, Hermes Usung Budaya Lokal untuk DisplayIDN Times/Rully Bunga

Pop-up store Hermes ini terletak di Tunjungan Plaza 3 Level 1. Terdapat beberapa koleksi aksesori Hermes mulai dari sepatu, silk scarf, hingga parfum. "Jadi ini adalah project pop-up store, sehingga tidak semua departemen ada di sini. Jadi kita hanya membawa aksesori sepatu, silk dan parfum," ujar Intan Kalista selaku Senior Communications Manager Hermes.

Sama seperti yang dilakukan di negara lainnya, Hermes hanya menyuguhkan beberapa koleksi saja untuk pop-up store. "Karena ini sifatnya pop-up, kita harus fokus. Di berbagai negara pun demikian, kalau mau parfum ya parfum aja, sepatu ya sepatu aja. Dan di sini yang kita ingin highlight aksesorinya," tambah Askarina Daniswari selaku Communications Manager Hermes.

2. Pop-up store Hermes ini hanya akan dibuka selama tiga bulan

Buka Pop-up Store di Surabaya, Hermes Usung Budaya Lokal untuk DisplayIDN Times/Rully Bunga

Hermes akan membuka pop-up store ini selama tiga bulan, mulai 3 Oktober hingga 29 Desember mendatang. Tujuan dibukanya pop-up store ini tentu saja untuk melihat seperti apa antusiasme masyarakat Surabaya terhadap Hermes. "Karena ini sebenarnya kita mau tes market, ingin melihat seperti apa antusiasme Surabaya. Dari situ, kalau memang oke baru kita coba untuk expand," jelas Intan.

3. Desain dari pop-up store ini dirancang oleh arsitek lokal, Andra Matin

Buka Pop-up Store di Surabaya, Hermes Usung Budaya Lokal untuk DisplayIDN Times/Rully Bunga

Siapa sangka desain mewah pop-up store Hermes ini digarap oleh arsitek lokal, Andra Matin. Dengan penggunaan unsur rotan, pop-up store ini terlihat begitu unik dan tanpa mengurangi ciri khas dari Hermes.

"Sebenarnya waktu pertama kali tahu Hermes mau bikin pop-up store di Surabaya, dari Pak Andra ingin membawa lokalitas Indonesia. Jadi kalau kita lihat pop-up store di negara lain, mereka membawa lokalitas dari negaranya masing-masing. Lalu kita pikir material apa sih yang benar-benar Indonesia, ya rotan. Sehingga kita kembangkan detailnya dan dikemas lebih modern," tutur Natasha Astari selaku Project Designer.

Baca Juga: 10 Gaya Jennifer Istri Ajun Perwira Bawa Tas Branded, Tajir Melintir!

4. Bekerjasama dengan Byo Living, Andra Matin menyuguhkan logo Hermes yang dianyam langsung oleh para pengrajin lokal

Buka Pop-up Store di Surabaya, Hermes Usung Budaya Lokal untuk DisplayIDN Times/Rully Bunga

Rotan dalam pop-up store Hermes ini tentu saja dibuat dengan teknik khusus agar bisa mendapatkan gradiasi tiga dimensi. Bekerjasama dengan Byo Living, Andra Matin menyuguhkan logo Hermes yang dianyam langsung oleh para pengrajin lokal. Rotan yang digunakan pun didatangkan dari dari Pulau Kalimantan.

Rancangan pop-store Hermes ini telah dikerjakan dari satu tahun yang lalu. Dan untuk proses pengerjaan rotan sendiri berlangsung selama tujuh bulan. "Ini pertama kalinya kita kerjasama dengan Hermes. Kita juga arsitek Indonesia pertama yang diajak kerjasama, karena biasanya mereka memakai desainer dari Hermes sendiri," jelas Natasha.

5. Mengikuti tema permanent store Hermes, pengunjung dibuat seolah masuk ke dalam mimpi

Buka Pop-up Store di Surabaya, Hermes Usung Budaya Lokal untuk DisplayIDN Times/Rully Bunga

Setiap tahunnya, Hermes memiliki konsep khusus untuk permanent store-nya. Tahun ini, Hermes mengangkat tema 'Dreams', sehingga pop-up store ini pun mengikuti tema tersebut.

"Kita interpretasinya gak mau yang harfiah kayak kasih awan-awan gitu, jadi kita pilih warna gelap untuk sisi kanan dan di sisi kiri menggunakan rotan semua. Kita mau bikin ilusi seolah masuk ke dalam mimpi, dari gelap dulu terus ke terang di area rotan," ujar Natasha. Selain itu, penggunaan warna gelap ini juga bertujuan untuk menonjolkan produk-produk Hermes yang mayoritas memiliki warna cerah.

Gimana menurut kamu pop-up store Hermes ini? Gak kalah berkelas bukan dengan pop-up store yang ada di luar negeri? Nah, buat kamu yang ingin melihat langsung pop-up store Hermes atau membeli produknya, langsung mampir aja ke Tunjungan Plaza. Pop-up store ini hanya akan ada sampai bulan Desember lho, jadi jangan sampai kelewatan ya!

Baca Juga: 10 Potret Istri Ajun Perwira Pamer Tas Branded

Topic:

  • Rully Bunga
  • Pinka Wima

Just For You