Comscore Tracker

Batik Marunda, Identitas Baru Ibu Kota dari Utara Jakarta

Oleh-oleh baru dari Jakarta

Sejak perpindahannya di tahun 2013, warga Jakarta yang dipindahkan ke Rusun Marunda kini perlahan mulai berbenah diri. Kehadiran Batik Marunda seolah menjadi sebuah cerminan atau wajah baru pesisir Utara Jakarta.

Bersama Veronica Tan yang merupakan mantan ibu gubernur, ibu-ibu di Rusun Marunda berlatih kesabaran, ketelitian serta kreativitas dalam membuat batik. Lalu apa sih yang ingin ditampilkan batik Marunda agar bisa menambah cerita tentang ibu kota? Yuk kita cari tahu.

1. Batik Marunda menjadi langkah dan harapan baru bagi masyarakat di Rusun Marunda

Batik Marunda, Identitas Baru Ibu Kota dari Utara JakartaBatik Marunda di Jakarta Fashion Week 2020. 25 Oktober 2019. IDN Times/Syarifah Noer Aulia

Kehebohan perpindahan warga Jakarta ke Rusun Marunda 6 tahun yang lalu memang sempat menarik perhatian banyak masyarakat di Indonesia. Ragam problematika menjadi bumbu di dalamnya. Tak ingin berlarut-larut, warga Rusun Marunda khususnya ibu-ibu mulai membuka diri untuk mendapatkan sebuah pelatihan yang diprakarsai oleh Veronica Tan.

"Kami ingin warga Rusun Marunda memiliki harapan dan kemampuan baru. Saya rasa batik menjadi cara yang paling efektif memberikan skill baru pada warga di sini," kata Veronica Tan di Jakarta Fashion Week 2020, Senayan City, Jumat (25/10).

2. Ibu-ibu Rusun Marunda berlatih membuat batik dengan desainer ternama untuk mendapatkan kualitas yang membanggakan

Batik Marunda, Identitas Baru Ibu Kota dari Utara JakartaBatik Marunda di Jakarta Fashion Week 2020. 25 Oktober 2019. IDN Times/Syarifah Noer Aulia

Demi mendapatkan hasil yang maksimal, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DKI Jakarta bekerja sama dengan desainer Wendy Sibrani untuk melatih ibu-ibu di sini. Awalnya ada sekitar 100 orang yang mengikuti pelatihan, hingga akhirnya sekarang terdapat 18 pembatik handal untuk membuat batik Marunda. Jumlah ini terus meningkat seiring keinginan warga Rusun Marunda untuk meraih perubahan dan kualitas hidup yang lebih baik.

Baca Juga: Inspirasi OOTD Kekinian dengan Batik Marunda, Fashionable & Berwarna

3. Tak hanya ondel-ondel, kehadiran batik Marunda juga bisa menjadi identitas baru ibu kota

Batik Marunda, Identitas Baru Ibu Kota dari Utara JakartaBatik Marunda di Jakarta Fashion Week 2020. 25 Oktober 2019. IDN Times/Syarifah Noer Aulia

"Dari dulu sampai sekarang kalau ngomongin cendera mata Jakarta pasti teringat dengan ondel-ondel, dari baju sampai mainan anak. Hal inilah yang semakin mendorong kami untuk memberikan pilihan baru bagi pendatang atau wisatawan saat mengunjungi Jakarta. Motif Batik Marunda didominasi oleh flora dan fauna khas Jakarta. Gradasi warna dan corak yang cukup besar menjadi ciri khas yang ingin ditampilkan Batik Marunda," ungkap Irma G Sinurat selaku Pembina Batik Marunda saat ditemui di acara yang sama.

4. Batik Marunda lahir dari tangan-tangan hebat yang mau berusaha dan bekerja keras untuk mengubah sebuah paradigma

Batik Marunda, Identitas Baru Ibu Kota dari Utara JakartaBatik Marunda di Jakarta Fashion Week 2020. 25 Oktober 2019. IDN Times/Syarifah Noer Aulia

Kehadiran Batik Marunda diharapkan bisa mengubah stigma dan paradigma yang selama ini ditujukan pada warga Rusun. "Mereka itu masyarakat yang hebat, keinginan mereka untuk mencapai perubahan sangatlah besar. Tak lagi dipandang sebagai orang terbuang atau tersingkirkan dari hiruk pikuk Jakarta, justru warga Rusun mengubah kami dan anda semua untuk berpikir dan menggali potensi serta memanfaatkan semua yang digariskan Tuhan. Ini langkah baru, ini usaha baru yang harus kita dukung dan kita bina bersama," tambahnya.

5. Budaya gotong-royong jadi makna mendalam dari Batik Marunda

Batik Marunda, Identitas Baru Ibu Kota dari Utara JakartaInstagram/batikmarunda

Batik Marunda mengusung konsep gotong royong dalam proses pembuatannya. Pasalnya, Batik Marunda merupakan kolaborasi yang dilakukan oleh ibu-ibu di tiga rusun yang berbeda. Di antaranya, Rusun Rawa Bebek, Rusun Marunda dan Rusun Besakih. Dari proses canting, pencelupan sampai penyulaman dilakukan secara estafet.

Oleh karena itu, Batik Marunda memiliki makna gotong royong. Untuk mendapatkan satu koleksi Batik Marunda, kamu bisa mendapatkannya di Jalan Lebak Bulus Raya No.35. Harga kain Batik Marunda dibanderol sekitar Rp1,5-Rp1,75 juta.

Baca Juga: Jakarta Fashion Week 2020 Resmi Dibuka Hari Ini

Topic:

  • Syarifah Noer Aulia
  • Pinka Wima

Berita Terkini Lainnya