Comscore Tracker

Busana Eco-Friendly Hasil Karya Desainer Perempuan Asal Yogyakarta

#AkuPerempuan Semua dibuat dengan bahan-bahan natural

Untuk menunjukkan kecintaan kita terhadap kelangsungan bumi tak hanya teriak-teriak di sosial media saja lho. Ada begitu banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kelestarian bumi secara nyata. Salah satunya dengan menggunakan produk-produk fashion yang berbasis eco-friendly. Produk ramah lingkungan ini umumnya menggunakan material yang organik, misalnya cotton organik, tanzel serat kayu, linen, faux-fur, sutra, voal dan faux leather.

Desainer lokal asal Yogyakarta yakni Mara Novarina dan Fransisca Anandani berhasil menciptakan busana yang super fashionable namun tetap ramah lingkungan. Jadi penasaran, seperti apa sih koleksinya.

1. Mencintai alam dan segala isinya

Busana Eco-Friendly Hasil Karya Desainer Perempuan Asal YogyakartaIDN Times/Syarifah Noer Aulia

Dua perempuan hebat ini mengaku sangat menyukai alam. Kecintaan keduanya terhadap lingkungan yang sehat mendorong bisnis bertajuk M&S alias Mara dan Sisca ini akhirnya terwujud. Ragam busana yang diciptakan dengan bahan natural dan motif getah daun ini memiliki daya tarik tersendiri. Keunikan desain pada semua koleksinya mampu menarik minat pecinta fashion tanah air.

2. Masing-masing koleksi ada ceritanya sendiri

Busana Eco-Friendly Hasil Karya Desainer Perempuan Asal YogyakartaIDN Times/Syarifah Noer Aulia

Menurut perempuan asal Sleman ini, setiap busana memiliki ceritanya sendiri-sendiri. Hal ini dikarenakan pembuatannya yang menggunakan getah daun tidak bisa disamaratakan seperti halnya dengan mesin dan produk kimia lainnya.

Baca Juga: Muffest: 'Singularity' Jadi Identitas Tren Fashion 2019/2020

3. Pemilihan daun yang cocok

Busana Eco-Friendly Hasil Karya Desainer Perempuan Asal YogyakartaInstagram/maraandsiscaofficial

Tidak sembarang daun bisa dijadikan motif pada kain. Daun mangga, rambutan yang berlapis lilin tidak bisa digunakan. Daun kenikir, daun kacang, daun seledri, bayam, kangkung, daun mindi memiliki warna yang sangat cantik dan tajam.

4. Proses busana eco-friendly membutuhkan waktu yang panjang

Busana Eco-Friendly Hasil Karya Desainer Perempuan Asal YogyakartaIDN Times/Syarifah Noer Aulia

Dibutuhkan waktu sekitar 3 minggu untuk mendapatkan busana yang diinginkan. Dari kain putih dimordan, direndam, ditawas, direbus, direndam lagi, dicuci lagi sampai bahan kimia hilang. Agar semua bahan benar-benar bersih. Oiya, masing-masing bahan melalui proses pencucian dengan menggunakan cairan yang telah disesuaikan. Setelah itu barulah dilakukan pembuatan motif dari getah daun dengan cara digetok-getok.

5. Harga dan kualitas yang patut dimiliki

Busana Eco-Friendly Hasil Karya Desainer Perempuan Asal Yogyakartainstagram/maraandsiscaofficial

Bicara soal harga, satu potong busana M&S di banderol mulai Rp500 ribu sampai Rp2 juta. Memang sih harganya relatif tinggi, namun sebanding kok dengan kualitas yang akan didapatkan. Ketika kamu memakainya, kamu juga bisa sambil mengedukasi masyarakat untuk melakukan hal yang sama seperti kamu.

Gimana, sudah gak sabar kan miliki salah satu koleksinya untuk tampil keren saat Ramadan?

Baca Juga: Koleksi 'Yansa' Ungkapan Cinta dari Ria Miranda di Bulan Ramadan 

Topic:

  • Syarifah Noer Aulia
  • Pinka Wima

Just For You