Comscore Tracker

Sulit Cari Makanan Ideal, Survivor Autoimun Bisnis Katering Sehat 

Bisnis katering sehat ini jadi usaha Rena bantu sesama

Autoimun menjadi salah satu penyakit yang mengalami peningkatan setiap tahunnya, yakni sekitar 0,5 persen dari pertambahan penduduk di Indonesia. Penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya genetik dan pola hidup. Umumnya, autoimun menimbulkan bengkak dan nyeri sendi hingga membuat penderitanya merasa kaku.

Rena Basuki merupakan satu dari jutaan penderita autoimun di Indonesia yang berhasil bangkit untuk melawan autoimun yang menggerogoti tubuhnya. Mulanya memang terasa sangat berat, namun semangat untuk tetap bisa hidup membuat Rena perlahan-lahan mampu menaklukan autoimun Rheumatoid Arthritis dalam tubuhnya.

1. Ketika autoimun merenggut impian, cita-cita dan harapan hidup Rena

Sulit Cari Makanan Ideal, Survivor Autoimun Bisnis Katering Sehat IDN Times/Syarifah Noer Aulia

Pada tahun 2005 Rena merasa cepat lelah, nyeri, ngilu di bagian tangan dan kaki. Sesekali kepala terasa pusing yang luar biasa. Kemudian perempuan berusia 45 tahun ini kerap mengalami sakit typhus yang mengakibatkan tubuhnya mengalami pendarahan hebat. Kondisi ini terus berlangsung lama hingga 2009. Di akhir tahun 2013, Rena mengalami pembengkakan di area wajah, kaku di sekujur tubuh hingga tak bisa berjalan. Setelah melewati serangkaian pemeriksaan, dokter mendiagnosis autoimun Rheumatoid Arthritis. Autoimun jenis ini dapat memicu pengerusakkan pada kulit, mata, paru-paru, jantung dan pembuluh darah.

Kenyataan pahit yang harus Rena terima sempat membuat dirinya terguncang. "Di saat saya masih belum bisa menerima kenyataan ini, putri kesayangan saya Nadia rupanya mengalami autoimun dengan jenis yang berbeda. Hal inilah yang semakin mendorong saya untuk berhenti dari pekerjaan dan memilih tidak melanjutkan tesis yang sedikit lagi rampung," tuturnya. 

2. Menempuh pengobatan yang luar biasa susah dan mahal

Sulit Cari Makanan Ideal, Survivor Autoimun Bisnis Katering Sehat IDN Times/Syarifah Noer Aulia

Bolak-balik Singapura untuk melakukan pengobatan sudah menjadi hal yang sangat biasa. Rheumatoid Arthritis memang jenis autoimun yang cukup langka, karena tubuh Rena menolak ketika diberikan obat. Sehingga dokter harus berpikir keras bagaimana menjinakan autoimun yang bersarang di tubuh Rena.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengecek RF, darah lengkap, fungsi hati, fungsi lever, ESR, Lupus, protein, HsCRP, Cardiac markers dan CT scan untuk cairan yang ada tulang rusuk dan dilanjutkan dengan CT scan. Namun, semua pengobatan itu tidak memberikan hasil yang maksimal.

Akhirnya Rena mencoba pengobatan stem cell yang merupakan proses pengobatan dengan penanaman sistem sel induk untuk membentuk sel baru. "Ternyata stem cell cukup memberikan respon yang bagus untuk kasus autoimun RA multiple drug alergi seperti saya. Tapi sayang, pengobatan ini terhitung sangat mahal."

3. Berdamai dengan Autoimun

Sulit Cari Makanan Ideal, Survivor Autoimun Bisnis Katering Sehat IDN Times/Syarifah Noer Aulia

"Saya berpikir mau sampai kapan hidup dalam keterpaksaan dan kesedihan. Ini tentang mau atau tidak mau melanjutkan hidup yang lebih baik. Dan, saya memilih untuk bangkit." Perkenalan Rena dengan seorang praktisi vegan asal Yogyakarta, Janti Wignjopranoto menjadi awal perdamaiannya dengan autoimun.

Janti selalu mengatakan pada Rena "you are what you eat", hal ini tentu membuat Rena mendapatkan semangat baru. Rena mulai belajar bahan makanan apa yang bisa menjadi obat, dan mana makanan yang justru berbahaya bagi tubuhnya.

Baca Juga: 6 Hal yang Gak Seharusnya Kamu Katakan ke Penderita Autoimun

4. Dapoer2Mbakyu langkah baru Rena berbagi semangat untuk teman-teman yang mengalami hal yang sama

Sulit Cari Makanan Ideal, Survivor Autoimun Bisnis Katering Sehat IDN Times/Syarifah Noer Aulia

Penyakit autoimun memang membutuhkan perhatian tersendiri khususnya dalam mengkonsumsi makanan. Selama ini Rena mengaku sangat kesulitan dalam mencari makanan enak dan sehat untuk penderita autoimun. Pasalnya, setiap jenis autoimun memiliki aturan makan yang berbeda-beda. Akhirnya bersama rekannya Dita, Rena mulai mencoba peruntungan membuka katering sehat kecil-kecilan. Bahan-bahan yang digunakan sudah pasti bahan dengan kualitas terbaik.

"Saya menjual apa yang saya makan, jadi sebisa mungkin saya memberikan makanan yang enak dan bisa dinikmati. Autoimun sudah menyulitkan hidup saya, jadi saya gak mau kegiatan makan menjadi cobaan baru dalam hidup saya. Makanya makanan itu harus enak," ungkap Rena saat ditemui IDN Times di rumahnya, di Pasar Minggu, Jakarta.

Selain itu, Rena juga menekankan bahwa penggunaan peralatan masak juga sangat berpengaruh bagi penderita autoimun. "Jangan asal memilih panci, penggorengan untuk memasak. Karena tanpa kita sadari peralatan masak yang sembarang justru akan menimbulkan masalah baru. Oleh sebab itu, saya memilih peralatan masak yang terbuat dari stainless steel titanium. Peralatan masak yang memiliki harga fantastis yakni sekitar Rp45 juta ini, tidak mengharuskan kita menggunakan minyak goreng dan air untuk memasak bahan makanan seperti ayam, sayuran maupun tempe dan tahu."

Sadar akan, kebutuhan bahan-bahan berkualitas baik, Rena juga menanam beberapa sayuran seperti kale, tomat, ketimun dan lainnya di pekarangan rumahnya. 

5. Rena ingin mengubah stigma hidup sehat yang mahal dan gak enak

Sulit Cari Makanan Ideal, Survivor Autoimun Bisnis Katering Sehat Instagram/Dapoer2Mbakyu

"Saya ingin melakukan tindakan nyata yang bermanfaat dan bisa mengubah hidup banyak orang terutama di lingkungan terdekat saya yakni keluarga. Di luar sana begitu banyak teman-teman berkebutuhan khusus dan merasa kesulitan mendapatkan katering makanan sehat yang sesuai dengan kesehatan mereka."

Selama ini orang hanya tahu katering sehat itu terdiri dari bahan makanan yang didominasi oleh sayur. Namun sayang, gak semua orang paham kalau proses masak dan penggunaan peralatan masak juga jadi bagian yang paling krusial dalam menciptakan makanan sehat. 

Nah, melalui Dapoer2Mbakyu Rena berharap bisa menyebarkan kebaikan untuk mengajak masyarakat mulai mengonsumsi makanan sehat. Karena kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan diri kita esok hari. Kemungkinan itu akan selalu ada, jadi bersiaplah. 

Baca Juga: 5 Resep Makanan Sehat untuk Anak, Rasanya Enak dan Menyenangkan

Topic:

  • Syarifah Noer Aulia
  • Pinka Wima

JADWAL SALAT & IMSAK

25
MEI
2019
20 Ramadan 1440 H
Imsak

04.26

Subuh

04.36

Zuhur

11.53

Asar

15.14

Magrib

17.47

Isya

19.00

Just For You