Comscore Tracker

Shinta Nurfauzia, Lulusan Hukum yang Nyasar ke Bisnis Makanan Sehat

#AkuPerempuan Pernah quarter life crisis juga, lho!

Buat millennials yang baru saja lulus kuliah dan mencari kerja, pertarungan soal bekerja tetap pada bidangnya atau tidak bukanlah hal asing. Sebagian orang ada yang ingin tetap konsisten di jalurnya kaena menjadikan ilmu-ilmu yang didapat selama kuliah sebagai keahliannya. Sebagian lagi, ada yang ingin keluar zona nyaman karena bosan dan ingin berkembang.

Hal tersebut juga dirasakan oleh Shinta Nurfauzia. Perempuan ini bahkan sudah mapan menjadi pengacara selama lima tahun. Tapi, ia ambil risiko keluar dari zona nyaman dan membuktikan pengorbanannya tidak sia-sia. Mari kita simak profil Shinta Nur Fazia, lulusan hukum yang nyasar ke bisnis makanan sehat.

1. Awalnya, Shinta ingin berkarier di bidang yang bemanfaat bagi banyak orang. Akhirnya, ilmu hukumlah yang ia ambil untuk mewujudkannya

Shinta Nurfauzia, Lulusan Hukum yang Nyasar ke Bisnis Makanan Sehatpodomorouniversity.ac.id

Sejak masih belia, cita-cita Shinta sedehana tapi sangat mulia. Ia cuma ingin jadi seseorang yang bermanfaat buat orang banyak. Dari sekian banyak bidang, ia memilih hukum sebagai solusinya. Pendidikan hukum di Universitas Indonesia pun ia tempuh pada tahun 2006-2010.

Keputusan ini tidaklah datang tiba-tiba. Dahulu, keluarganya pernah menghadapi masalah hukum dan merasa sangat terbantu dengan hadirnya pengacara. Berkaca dari pengalaman tersebut, ia menganggap jika pengacara adalah pekerjaan mulia karena bisa menolong setiap orang yang terlibat kasus.

Benar saja. Dari tahun 2009-2014, ia pernah beberapa kali terlibat dalam beberapa kantor hukum baik di Indonesia maupun luar negeri. Ia sempat jadi Research Assistant pada United Nations Development Program - LEAD Project serta Assistant pada Komisi Orang Hilang Untuk Kekerasan.

2. Di usia 25 tahun, ia mengalami quarter life crisis dan mulai mempertanyakan kariernya. Passion di bidang bisnis yang menuntun jalannya

Shinta Nurfauzia, Lulusan Hukum yang Nyasar ke Bisnis Makanan Sehattwitter.com/kemkominfo

Meski sudah lima tahun bolak-balik jadi pengacara dan konsultan, Shinta menyadari kalau ia punya hasrat lain. Hasrat itu adalah berbisnis. Maka dari itu, ia tidak tinggal diam. Perempuan lulusan SMA Al-Izhar Pondok Labu ini, mulai belajar bisnis dari usaha keluarganya dan menjajal bisnis sampingan semasa kuliah.

Ketika usianya mencapai 25 tahun, quarter life crisis menghampirinya. Di titik inilah ia mulai mempertanyakan karier dan masa depannya. Apakah lebih baik bergelut jadi pengacara yang sesuai jalurnya atau mengambil risiko dengan berbisnis?

Butuh waktu lama untuk menjawabnya, Shinta pun mengambil jenjang S2. Lolos beasiswa LPDP, ia diterima bersekolah di Harvard Law School. Konsentrasi yang ia ambil adalah Hukum Bisnis, sama seperti jenjang sarjananya.

Tak disangka, ia bertemu dengan Johannes Ardiant. Bersama, keduanya kerap mengikuti perlombaan bisnis di kampus dan hasilnya tidak mengecewakan. Gairah Shinta terhadap dunia bisnis pun semakin menjadi. Ia menggandeng Johannes sebagai Co-Founder dan mendirikan Lemonilo.

3. Ia mendirikan Konsula dan kemudian Lemonilo pada 2015. Tak ada latar belakang kesehatan, perusahaan ini menyediakan aneka makanan sehat

Shinta Nurfauzia, Lulusan Hukum yang Nyasar ke Bisnis Makanan Sehatinstagram.com/lemonilo

Sebelum Lemonilo, Shinta dan Johannes terlebih dahulu mendirikan Konsula. Konsula adalah health maketplace yang menghubungkan pasien dengan penyedia produk dan jasa kesehatan. Misalnya dokter, klinik, rumah sakit, laboratorium, dan sebagainya. Penggunanya dapat memperoleh solusi kesehatan tanpa harus tatap muka langsung.

Menurut website resminya, kini Konsula telah berafiliasi dengan Lemonilo. Lemonilo adalah marketplace yang menyediakan beragam produk alami dan terjangkau untuk segala kebutuhan. Kebanyakan adalah makanan. Hebatnya, produk-produk yang dijual bebas dari ratusan bahan sintetis berbahaya.

Baca Juga: Menembus Dinding Lapas Perempuan Bersama Maya Hayati

4. Kerja keras Shinta tidak sia-sia. Kini, Lemonilo telah menjadi salah satu e-commerce sukses dan digandrungi pecinta hidup sehat

Shinta Nurfauzia, Lulusan Hukum yang Nyasar ke Bisnis Makanan Sehatinstagram.com/lemonilo

Meski produk yang ia sediakan dinilai cukup segmented, nyatanya usaha Shinta tidak sia-sia. Lemonilo semakin berkembang dan mendapatkan banyak pelanggan setia. Bahkan, ia sudah dianugerahi pendanaan dari Alpha JWC Ventures dan Unifam Capital pada Juli 2018.

Meski tak segiat dulu menjadi pengacara, impian Shinta menjadi sosok yang bermanfaat bagi banyak orang tetap terkabul. Lewat Lemonilo, ia berhasil menggandeng sejumlah UKM untuk memasarkan produk sehatnya. Dari granola, kue kering, hingga essentials oil masuk dalam kategori produknya. Ia pun berhasil mengkampanyekan gaya hidup sehat kepada masyarakat luas.

5. Sosok Shinta layak jadi contoh bagi perempuan di Indonesia. Apa pun latar belakangmu, jangan takut bemimpi dan menjadikannya nyata ya!

Shinta Nurfauzia, Lulusan Hukum yang Nyasar ke Bisnis Makanan Sehatinstagram.com/lemonilo

Di saat yang lain masih mempertanyakan kariernya lantaran ia tidak punya keahlian atau latar belakang tertentu, Shinta sudah selangkah lebih maju. Ia berani mendobrak ketidakmampuannya itu dengan mau belajar dan mempraktikkan langsung. Wajar saja kalau ia bisa menjadi pemimpin perempuan yang sukses. 

Bagaimana denganmu? Masih mau mengambil banyak alasan untuk sukses dan maju? Lalu kapan kamu mau maju seperti Shinta Nurfauzia, lulusan hukum yang nyasar ke bisnis makanan sehat ini?

Baca Juga: Shofi Fajriah Ilmi, Berdayakan Perempuan Desa Melalui Bisnis Porang

Topic:

  • Febriyanti Revitasari
  • Pinka Wima

Just For You