Comscore Tracker

7 Langkah Merayakan Natal yang Sustainable, Terapkan Yuk!

Tetap merayakan Natal dengan peduli lingkungan

Setiap tanggal 25 Desember, umat Kristiani di seluruh dunia merayakan Natal. Berbagai persiapan dilaksanakan dengan matang untuk menyambut Natal dengan meriah. Mulai dari mendekorasi pohon Natal hingga menyiapkan hadiah untuk bertukar kado.

Setelah Natal selesai, barang-barang dan pernak-pernik Natal kerap kali tidak terpakai dan dibuang. Perlu perubahan khusus supaya perayaan Natal tidak menyebabkan sampah semakin menumpuk. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk merayakan Natal dengan tetap melesatarikan lingkungan.

1. Pilih pohon Natal yang tepat

7 Langkah Merayakan Natal yang Sustainable, Terapkan Yuk!ilustrasi pohon natal (pexels.com/cottonbro)

Pohon Natal kebanyakan diambil dari pohon cemara yang ditebang. Namun, tahukah kamu jika penebangan pohon berdampak pada penambahan gas emisi dan jejak karbon. Belum lagi pohon cemara adalah rumah bagi beberapa serangga yang berkontribusi pada pertumbuhan bunga. Setelah Natal berakhir, pohon cemara akan langsung dibuang dan berakibat pada penumpukan sampah.

Tak berbeda jauh dengan pohon Natal asli dari pohon cemara, pohon Natal artificial atau buatan juga meninggal jejak karbon lebih banyak. Dari proses pembuatan sampai distribusi pohon Natal buatan meninggalkan jejak karbon 40 kg lebih banyak dibanding pohon cemara yang hanya 16 kg.

Pohon cemara yang ada dalam pot bisa jadi pilihan terbaik untuk mengurangi jejak karbon. Kamu bisa tetap menghias pohon cemara dalam pot tanpa perlu menebangnya. Selain itu kamu juga bisa tetap menggunakan pohon Natal artificial jika menginginkan ukuran yang lebih besar. Dengan catatan, sehabis Natal selesai pohon buatan tersebut tetap disimpan dan akan dipakai kembali di Natal berikutnya.

2. Dekorasi bertema natural

7 Langkah Merayakan Natal yang Sustainable, Terapkan Yuk!ilustrasi pohon natal (unsplash.com/creatd)

Pohon Natal tidak akan lepas dari hiasan dekorasi. Tema natural atau alam bisa kamu aplikasikan pada pernak-pernik ornamen Natal. Kombinasikan warna-warni bernuansa alam seperti hijau, cokelat, dan putih. Padukan dengan aksesoris dari bahan kayu yang bisa kamu dapatkan dari patahan dahan kayu di halaman rumahmu. 

Jangan lupa untuk memanfaatkan barang-barang bekas dan benda-benda reusable untuk pelengkap dekorasi Natal. Daripada menumpuk sampah sebaiknya kamu simpan kembali pernak-pernik dan ornamen Natal untuk digunakan pada Natal tahun depan. 

3. Kado ramah lingkungan

7 Langkah Merayakan Natal yang Sustainable, Terapkan Yuk!ilustrasi kado (unsplash.com/kadh)

Natal identik dengan kado dan hadiah. Sebaiknya, kamu memilih hadiah yang mengusung konsep hijau. Misalnya botol tumblr, reusable menspad, satu set alat makan. Alat-alat kebutuhan rumah tangga bisa jadi pilihan untuk kado atau gift kamu untuk orang terdekatmu.

Selain barang yang tidak habis pakai, kamu juga bisa memberi hadiah seperti aroma terapi, sabun atau sampo organik, bubuk kopi, dan teh. Sebuah hadiah yang kamu bawakan untuk kerabat atau temanmu pasti akan sangat berarti bagi mereka, dan tentu bisa mendorong mereka untuk lebih mencintai lingkungan.

Baca Juga: 5 Ide Membungkus Kado yang Estetik untuk Hadiah Natal

4. Bungkus kado non plastik

7 Langkah Merayakan Natal yang Sustainable, Terapkan Yuk!ilustrasi kado (pexels.com/roman-odintsov)

Bungkus kado atau wrap jadi barang utama yang tidak bisa lepas dari hadiah Natal. Tahukah kamu, kalau terdapat beberapa kertas kado yang berlapis plastik. Tujuannya memang supaya tidak tembus air. Tapi sebaiknya, gunakan kertas yang tidak dilapisi plastik.

Daripada membeli bungkus kado baru kamu bisa menggunakan kertas-kertas yang tidak terpakai dari rumahmu. Kertas bekas seperti koran bisa kamu gunakan untuk membungkus kado. Jangan lupa untuk menghias bagian luar kado agar tambah menarik. Ini bisa jadi salah satu menekan penumpukan sampah. 

5. Hindari membuang makanan

7 Langkah Merayakan Natal yang Sustainable, Terapkan Yuk!ilustrasi makan bersama (unsplash.com/nci)

Natal tanpa makan bersama rasanya hambar. Bahkan tidak hanya pada saat Natal, di setiap perayaan hari besar makan bersama keluarga jadi acara yang tidak mungkin dilewatkan. Sayangnya, terkadang saat makan selalu ada sisa makanan yang terbuang. Tentunya, makanan yang terbuang atau food waste menyumbang pada gas emisi.

Sebaiknya, persiapkan porsi makanan sesuai dengan jumlah orang yang hadir. Juga, termasuk camilan atau makanan tambahan, jangan sampai ada makanan sisa dan terbuang. Untuk peralatan makan sebaiknya gunakan reusable set makan seperti alat makan dari kayu, bambu, dan stainless. Menggunakan peralatan makan sekali pakai dari plastik hanya menambah sampah plastik.

6. Kurangi belanja baju baru

7 Langkah Merayakan Natal yang Sustainable, Terapkan Yuk!Ilustrasi pria belanja baju (unsplash.com/Charles Deluvio)

Seperti perayaan hari besar lainnya, Natal tentu akan makin meriah jika kita membeli baju baru. Banyak diskon pakaian yang berterbaran di penghujung tahun baru dan Natal. Sayangnya membeli baju baru tanpa diiringi perawatan pada baju lama hanya menimbun sampah tekstil.

Lebih baik mengkreasikan baju-baju yang sudah menggantung lama di lemari menjadi baju dengan style yang baru. Thrifting atau membeli baju second juga bisa jadi solusi, jika kamu sangat ingin berbelanja. 

Industri tekstil menyimpan banyak masalah lingkungan mulai dari rantai produksi hingga distribusi, limbahnya pun kadang merusak lingkungan. Jadi, pertimbangkan kembali kala membeli baju baru.

7. Menanam satu tanaman

7 Langkah Merayakan Natal yang Sustainable, Terapkan Yuk!ilustrasi tanaman (pixabay.com/mabelamber)

Natal dimaknai sebagai pengingat untuk saling peduli dan mengasihi satu sama lain, tak terkecuali peduli pada alam. Jadikan Natal sebagai salah satu bentuk mencintai lingkungan dengan menanam satu buah tanaman. 

Entah itu bunga, pohon buah, atau pohon reboisasi, kamu bisa menanamnya di dalam pot, di pinggir jalan atau di halaman rumah. Setidaknya tanamlah satu pohon sebagai tanda kamu peduli pada alam.

Lalu, berkomitmenlah untuk merawat pohon itu selama satu tahun ke depan sampai kamu bertemu dengan hari natal lagi. Kamu akan merasakan manfaat dari tanaman itu yang sudah berbunga, berbuah, atau sudah tumbuh besar.

Melestarikan lingkungan tidak hanya saat hari lingkungan hidup saja. Natal bisa jadi momentum dimulainya gaya hidup yang eco-friendly dan sustainable. Sehingga, kita bisa lebih terbiasa melakukan hal-hal yang mendukung gerakan lingkungan hijau.

Baca Juga: 5 Ide Aktivitas Seru untuk Rayakan Natal bagi Pencinta Korea, Cobain!

Ema Endrawati Photo Verified Writer Ema Endrawati

Temannya burung hantu

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Wahyu Kurniawan

Berita Terkini Lainnya