Setelah menghadapi hari yang penuh tekanan, pria biasanya memilih satu dari dua pintu keluar: menggerakkan tubuh atau duduk diam dengan secangkir kopi. Olahraga dan ngopi sama-sama terlihat sepele, tapi sering menjadi ritual penting untuk bertahan. Di sanalah stres pelan-pelan dinegosiasikan.
Pilihan ini bukan sekadar soal selera. Ada cerita tentang kepribadian, cara berpikir, dan bentuk luka yang berbeda di baliknya. Dan dari sini, olahraga dan ngopi terlihat seperti dua bahasa berbeda untuk mengatakan, “aku capek.”
