Comscore Tracker

Umrah Ditunda karena Saudi Tutup Akses, Apa Beda Umrah dengan Haji?

Kuota jemaah haji dibatasi per tahun, umrah tidak 

Makassar, IDN Times – Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan menutup pintu sementara untuk gelombang jemaah umrah, termasuk jemaah asal Indonesia. Penutupan pintu umrah merupakan langkah antisipasi Saudi terhadap penyebaran virus corona.

Kebijakan ini mengharuskan ribuan calon Jemaah umrah asal Indonesia terpaksa mengurungkan niat mereka ke Tanah Suci. Menurut data Travel Al-Qadri Umrah & Haji yang dilansir Bareksa, jemaah umrah asal tanah air mencapai 1,26 juta orang pada tahun 2019/2020, dengan estimasi 4.200 orang per hari.

Menurut istilah, umrah berarti menyengaja berziarah ke Kabbah untuk melaksanakan ibadah tertentu. Umrah merupakan salah satu ibadah bagi umat Muslim yang pelaksanaannya mirip dengah haji, ibadah wajib bagi Muslim yang mampu.

Haji dan umrah saling berkaitan, karena ada persamaan mengenai syarat, sunnah, hal-hal yang membatalkan, dan perkara yang mengharamkan pelaksanaannya. Lokasinya pun sama-sama di dua kota suci, Makkah dan Madinah.

Tapi, haji dan umrah pada dasarnya berbeda. Apa saja perbedaannya? Berikut penjelasan Ustadz M Mubasysyarum, Dewan Pembina Pondok Pesantren Raudlatul Quran, Cirebon, Jawa Barat, seperti dikutip dari laman NU Online, Kamis (27/2).

Baca Juga: [BREAKING] Pernyataan Lengkap Arab Saudi soal Umrah Disetop

1. Berbeda hukumnya

Umrah Ditunda karena Saudi Tutup Akses, Apa Beda Umrah dengan Haji?Jemaah umrah melakukan tawaf di Masjidil Haram (IDN Times/Mela Hapsari)

Ulama bersepakat bahwa haji hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat wajibnya. Ibadah ini termasuk dalam lima rukun Islam, selain mengucapkan syahadat, salat lima waktu, menunaikan zakat, dan puasa Ramadan. Seperti firman Allah:

“Dan bagi Allah subhanahu wata’ala, wajib bagi manusia untuk melaksanakan haji ke Baitullah.” (QS Ali Imran 98)

Jika haji disimpulkan sebagai ibadah wajib, hokum umrah masih diperselisihkan oleh ulama. Ada yang menganggapnya wajib, sedangkan sebagian lain menyebutnya sunnah. Pendapat soal umrah didasarkan pada sejumlah dalil. Di antaranya hadits berikut:

“Nabi pernah ditanya mengenai umrah, Apakah umrah wajib? Beliau menjawab tidak, dan ketika kau umrah maka itu lebih baik bagimu.” (HR. al-Turmudzi).

2. Beda jumlah rukunnya

Umrah Ditunda karena Saudi Tutup Akses, Apa Beda Umrah dengan Haji?IDN Times/Candra Irawan

Rukun adalah ritual yang menandakan keabsahan ibadah haji atau umrah. Ibadah dianggap batal jika rukun tidak dilakukan, dan tidak dapat diganti dengan denda atau dam.

Rukun haji ada lima, yaitu niat ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sai, dan memotong rambut. Sedangkan rukun umrah ada empat, yaitu niat ihram, tawaf, sai, dan memotong rambut. Perbedaannya terletak pada wukuf di Arafah, yang jadi rukun ibadah haji.

3. Haji hanya pada waktu tertentu, umrah bisa kapan saja

Umrah Ditunda karena Saudi Tutup Akses, Apa Beda Umrah dengan Haji?Kemenag.go.id/Bahauddin/MCH 2019

Perbedaan lain antara haji dan umrah adalah soal waktu. Pelaksanaan ibadah haji lebih sempit karena hanya bisa di bulan tertentu. Yaitu terbatas antara bulan Syawal hingga hari raya Idul Adha di tanggal 10 Dzulhijjah.

Berbeda dengan haji, pelaksanaan umrah bisa kapan saja sepanjang tahun.

4. Kewajiban umrah tidak sebanyak haji

Umrah Ditunda karena Saudi Tutup Akses, Apa Beda Umrah dengan Haji?Ilustrasi calon jemaah umrah (IDN Times/Prayugo Utomo)

Pada ibadah haji dan umrah, terdapat sejumlah kewajiban yang jadi rangkaian ritual manasik. Jika ditinggalkan maka bisa membatalkan haji dan umrah. Namun kewajiban ini bisa diganti dengan denda atau dam.

Pada ibadah haji, ada lima kewajiban. Yang pertama, niat ihram dari miqat, yaitu batas area yang telah ditetapkan sesuai daerah asal jemaah. Berikutnya, menginap di Muzdalifah, menginap di Mina, tawaf wada’ atau perpisahan, serta melontar jumrah.

Sedangkan pada ibadah umrah ada dua kewajiban. Yaitu niat ihram dari miqat serta menjauhi larangan-larangan ihram.

Itulah beberapa perbedaan ibadah haji dan umrah. Tidak sembarang orang menunaikan ibadah haji, karena per tahun Pemerintah Arab Saudi membatasi kuota jemaah bagi setiap negara. Di Indonesia, umrah banyak jadi pilihan bagi masyarakat karena lamanya masa antre untuk ibadah haji.  

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

Baca Juga: Terlama se-Indonesia, Calon Jemaah Haji Bantaeng Mesti Antre 43 Tahun 

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya