Comscore Tracker

Kisah Utsman bin Affan, Sahabat Nabi Pemilik Dua Cahaya

Kekhalifahan Utsman lemah lembut pada rakyatnya

Jakarta, IDN Times - Mengikuti perbuatan, perkataan, hingga kebiasaan Rasulullah SAW adalah perbuatan mulia sebagai umatnya. Rasulullah telah memperjuangkan agama Islam dengan rintangan dan gangguan dari kaum kafir yang menentang dakwah Rasul.

Dalam perjuangannya, Nabi Muhammad SAW didampingi sahabat-sahabat yang memiliki akhlak mulia dan rela mengorbankan harta dan jiwanya, demi membela Rasulullah SAW dan agama Islam.

Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas kisah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, yang terkenal dengan julukan dua cahaya, yaitu Utsman bin Affan radhiyallahu'anhu.

1. Lahir dari keluarga bani Umayyah suku Quraisy

Kisah Utsman bin Affan, Sahabat Nabi Pemilik Dua CahayaMasjidil Haram di Makkah, Arab Saudi (IDN Times/Umi Kalsum)

Dikisahkan dari buku "Biografi 60 Shahabat Nabi" karya Khalid Muhammad Khalid seperti dikutip dari laman archive.org, Utsman bin Affan radhiyallahu'anhu adalah sahabat nabi yang lahir menjadi bagian dari keluarga bani Umayyah, salah satu kabilah Quraisy. Beliau dilahirkan di Makkah, Arab Saudi, enam tahun setelah tahun gajah. 

Sejak kecil, Utsman dikenal sebagai sosok yang memiliki akhlak mulia, sifatnya pemalu, sopan, suci lisannya dan tidak pernah menyakiti orang lain. Ia tidak terlalu menyukai kegaduhan dan lebih memilih berada dalam ketenangan. Utsman bahkan rela mengorbankan nyawanya demi menjauhi hal-hal seperti itu. 

Karena perangainya yang baik inilah, Utsman sangat dicintai kaum Quraisy. Dia hidup di tengah kalangan musyrikin Quraisy yang menyembah berhala, namun ia tak menyukai kesyirikan, menyembah roh, serta adat istiadat yang kotor.

2. Utsman termasuk orang-orang terdahulu masuk Islam

Kisah Utsman bin Affan, Sahabat Nabi Pemilik Dua CahayaJemaah umrah di Masjidil Haram, Makkah. (IDN Times/Mela Hapsari)

Ketika Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW untuk berdakwah di jalan-Nya, dan Abu Bakar sudah masuk Islam, Nabi pun pergi mendatangi Utsman dan mengajaknya masuk Islam.

Utsman seketika menerima ajakan tersebut. Hal ini dikarenakan, agama ini mengajak kepada tauhid, membasmi kesirikan, dan di dalamnya terdapat seruan untuk berakhlak mulia. 

Utsman akhirnya beriman di agama Islam, dan beriman kepada Rasulullah SAW. Karena ia mengetahui benar kejujuran, kemuliaan akhlak dan amanah Nabi Muhammad SAW. 

Utsman bin Affan radhiyallahu'anhu termasuk dalam orang-orang terdahulu yang pertama masuk Islam.

3. Pemilik dua cahaya dan dua kali hijrah

Kisah Utsman bin Affan, Sahabat Nabi Pemilik Dua CahayaMasjid Terapung, Laut Merah, Jeddah, Arab Saudi (IDN Times/Umi Kalsum)

Setelah Utsman bin Affan radhiyallahu'anhu masuk Islam, reaksi kaum Quraisy tentunya tidak senang, mereka tidak membiarkan begitu saja. Kaum Quraisy mulai menyakiti Utsman bersama orang-orang beriman lainnya.

Kian hari siksaan kaum Quraisy kian bertambah. Maka kaum muslimin pun hijrah ke negeri Habasyah (Ethiopia), Utsman bersama istrinya, Ruqayyah radhiyallahu'anha binti Nabi Muhammad SAW adalah salah satu pelopor hijrah tersebut. Ia termasuk orang pertama yang berhijrah dari umat Islam.

Utsman hijrah dan meninggalkan negeri serta keluarganya demi berpegang pada agama dan aqidahnya. Kemudian setelah mendapat kabar akan Islamnya penduduk Makkah, mereka pun kembali, namun sayangnya berita itu tidak benar. Meski begitu, mereka tetap memasukki kota Makkah. 

Utsman kembali menetap di kota Makkah dan mendapatkan gangguan dan penganiayaan. Tapi hati Utsman tetap teguh di jalan Allah SAW, hingga akhirnya Rasulullah dan sahabat lainnya, termasuk Utsman hijrah ke kota Madinah. Sehingga Utsman termasuk orang yang berhijrah dua kali.

Utsman ikut dalam semua peperangan bersama Nabi Muhammad SAW dan tidak pernah ketinggalan, kecuali saat perang Badar, Rasul memerintahkan dia untuk tetap tinggal di Madinah untuk merawat istrinya Ruqayyah binti Nabi Muhammad SAW. Ketika istrinya wafat, datang kabar kaum muslimin memenangkan perang Badar. 

Sepulangnya dari perang, Rasulullah menikahkan Utsman dengan saudari Ruqayyah, yaitu Ummu Kultsum. Sehingga Utsman digelari dengan Dzun Nurain (pemilik dua cahaya) 

4. Kekhalifahan Utsman yang lemah lembut pada rakyatnya

Kisah Utsman bin Affan, Sahabat Nabi Pemilik Dua CahayaIlustrasi (pixabay.com/ Free-Photos)

Sepeninggalnya Rasulullah SAW, Abu Bakar ash-Shidiq menjadi khalifah pertama yang melanjutkan kepemimpinan selama dua tahun, kemudian setelah Abu Bakar wafat khalifah selanjutnya adalah Umar bin Khattab. Umar memimpin selama 10 tahun, Umar terbunuh oleh Abu Lu'lu, kemudian gelar khalifah diteruskan Utsman bin Affan selama 13 tahun. 

Utsman bin Affan radhiyallahu'anhu memimpin rakyatnya dengan lemah lembut dan toleransi dalam bermuamalah dengan mereka. Pemerintahan Utsman berlangsung sangat baik, ia banyak melakukan penaklukan-penaklukan di timur dan barat.

Pemerintahan Utsman juga melakukan inovasi-inovasi, salah satunya adalah memperbaiki dan memperluas Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Tak hanya itu, Utsman juga membukukan Al-Quran. Di bawah kepemimpinan Utsman, umat Islam mengalami kejayaan.

Namun pada periode kedua pemerintahannya, Utsman difitnah oleh Abdullah bin Saba', seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam. Hal ini kemudian membuat rumah Utsman dikepung, hingga dibunuh oleh seorang pemberontak bernama Al-Gafiqi.

Baca Juga: Kisah Umar bin Khattab, Sahabat Rasulullah Berjuluk Singa Padang Pasir

Topic:

  • Aisyah Yuri Oktavania
  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya