Comscore Tracker

Mau Teladani Rasulullah? Beginilah Sifat Wudu Nabi Muhammad SAW

Tata cara wudu yang sesuai sunah Rasulullah SAW

Jakarta, IDN Times - Wudu adalah kegiatan menyucikan diri dengan membasuh muka, tangan, kepala, dan kaki. Biasanya dilaksanakan sebelum salat, agar saat menghadap Allah SWT dalam keadaan suci dari hadas dan najis.

Setiap hari kita berwudu sebelum melaksanakan salat wajib dan sunnah, namun apakah wudu yang kita lakukan sudah benar dan sesuai dengan sunah Rasulullah SAW? Mari kita simak, berikut adalah tata cara berwudu sesuai sunnah Rasulullah SAW 

Baca Juga: Wajib Dipahami, 6 Hal yang Membatalkan Wudu, Jangan Sampai Keliru!

1. Memulai dengan niat

Mau Teladani Rasulullah? Beginilah Sifat Wudu Nabi Muhammad SAWPixabay.com/Clker-Free-Vector-Images

Dikutip dari buku Meneladani Shalat dan Wudhu Nabi Shalallahualaihiwassalam karya Syaikh Abdullah B 'Abdurrahman al-Jibrin, jika muslimin ingin berwudu, hendaklah dia berniat dengan hatinya, kemudian membaca bismillah yang artinya "dengan nama Allah"

Berdasarkan sabda Rasulullah, "Tidak (sempurna) wudu seseorang yang tidak menyebut  nama Allah (membaca 'bismillah') padanya."

Namun apabila ia lupa membaca basmalah, wudunya tetap sah, tidak batal.

2. Urutan berwudu

Mau Teladani Rasulullah? Beginilah Sifat Wudu Nabi Muhammad SAWilustrasi wudu. IDN Times/Febriyanti Revitasari

Seusai membaca niat, yang pertama dilakukan adalah membasuh kedua telapak tangan sebelum memulai wudu sambil menyelat-nyelat jari jemarinya. Kedua adalah berkumur-kumur, yakni memutar-mutar air di dalam mulut agar menggapai semua sela rongga mulut, kemudian mengeluarkan airnya.

Setelah berkumur, dilakukan juga istinsyaq dan istintsar. Istinsyaq yakni menghirup air ke hidung dengan batasnya, lalu mengeluarkannya kembali. Hiruplah air dari tangan kanan, lalu keluarkan dengan memegang hidung dengan tangan kiri.

Disunnahkan untuk istinsyaq dengan kuat, kecuali jika sedang berpuasa, karena dikhawatirkan air akan masuk dan tertelan. Sebagaimana sabda Rasul "Bersangatanlah (lakukan dengan kuat) dalam istinsyaq, kecuali jika engkau sedang berpuasa."

Urutan berikutnya adalah membasuh wajah, adapun batasan wajah adalah dari ujung dahi hingga dagu bagian dalam (dekat leher) di mana jenggot terurai. Sementara lebarnya dari telinga satu hingga telinga lainnya.

Rambut yang ada di wajah dan kulit dibawahnya wajib dibasuh, jika rambut tersebut tipis. Bila tebal, cukup dibasuh di permukaan rambut saja serta disunnahkan untuk menyelatinya dengan jari jemari. Hal ini berdasarkan perbuatan Nabi SAW yang menyelat-nyelati jenggotnya ketika sedang berwudu. 

Selanjutnya adalah membasuh kedua tangan hingga kedua sikunya, berdasarkan firman Allah dalam QS Al Ma'idah ayat 6 "...Dan (basuhlah) tanganmu sampai ke siku..". Dimulai dari siku hingga ujung jari.

Seusai membasuh kedua tangan, kemudian mengusap kepala dan kedua telinga satu kali, ini yang mungkin sering dibingungkan oleh banyak muslimin. Ini dilakukan mulai dari depan kepalanya, lalu diusapkan hingga sampai ke bagian belakang kepalanya (tengkuk). Kemudian kembali lagi mengusapkan tangannya hingga bagian depan kepalanya, lalu mengusap kedua telinganya dengan sisa air di tangannya.

Langkah selanjutnya adalah mebasuh kedua kaki hingga mata kakinya, berdasarkan fiman Allah SWT dalam QS Al Ma'idah ayat 6 "...Dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki..." 

Mata kaki adalah tulang yang menonjol di bagian bawah betis, kedua mata kaki wajib dibasuh bersamaan dengan membasuh kaki. Catatan untuk orang yang tangan atau kakinya terputus (tidak sempurna) maka ia wajib membasuh bagian anggota badan yang tersisa, yang termasuk wajib dibasuh.

Baca Juga: Kumur Bisa Bikin Batal Puasa? Ini Tata Cara Wudu yang Benar

3. Membaca doa seusai wudu

Mau Teladani Rasulullah? Beginilah Sifat Wudu Nabi Muhammad SAWIlustrasi Berdoa (IDN Times/Sunariyah)

Setelah menyelesaikan urutan wudu secara tertib dan urut dapat membaca doa, berikut doa yang dilafalkan :

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya : Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah SWT semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat, dan jadikan pula aku termasuk orang-orang yang membersihkan diri.

4. Melaksanakan wudu secara tertib

Mau Teladani Rasulullah? Beginilah Sifat Wudu Nabi Muhammad SAWIlustrasi wudu. IDN Times/Febriyanti Revitasari

Orang yang berwudu wajib membasuh anggota-anggota tubuhnya secara berurutan (tertib) dan berturut-turut, takni jangan menunda-nunda membasuh suatu anggota wudu hingga anggota wudu yang telah dibasuh sebelumnya mengering.

Seusai wudu, diperbolehkan untuk mengeringkan anggota-anggota wudu dengan handuk dan yang lainnya.

5. Sunah-sunah wudu

Mau Teladani Rasulullah? Beginilah Sifat Wudu Nabi Muhammad SAWIDN Times/Rizka Yulita

Disunahkan bersiwak atau menyikat gigi ketika berwudu, yakni sebelum memulai wudu. Berdasarkan sabda Rasul "Seandainya aku tidak khawatir memberatkan uatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak (menyikat gigi) setiap hendak wudu" (HR Ahmad)

Selain itu muslimin juga disunnahkan untuk membasuh kedua telapak tangan tida kali sebelu melakukan wudu, sebagaiman telah diterangkan, kecuali apabila baru bangun tidur, maka ia diwajibkan untuk membasuh kedua telapak tangannya tiga kali sebelum wudu, karena terkadang masih ada najis di tangannya tanpa disadari. Berdasarkan sabda nabi

"Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidur maka janganlah mencelupkan tangannya ke dalam bejana hingga ia terlebih dahulu mencuci keduanya tiga kali, karena ia tidak tahu dimana tangannya menginap tadi malam." (HR Muslim)

Disunnahkan untuk membasuh anggota tubuh yang kanan terlebih dahulu, kemudian tidak diperbolehkan untuk membasuhnya lebih dari tiga kali. Disunnahkan pula untuk tidak boros dalam menggunakan air wudu.

Baca Juga: 7 Manfaat Wudu bagi Kesehatan, Terapi Refleksi hingga Cegah Pneumonia

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya