Comscore Tracker

Mengapa Perlu Berbuka Puasa dengan yang Manis?

Cepat memulihkan stamina tubuh

Jakarta, IDN Times - Momen buka puasa di bulan Ramadan adalah momen yang menggembirakan dan ditunggu-tunggu oleh umat muslimin. Pasalnya pada waktu tersebutlah umat muslim membatalkan puasanya, setelah seharian menahan lapar dan dahaga. 

Menjelang berbuka, umat muslim berbondong-bondong menuju bazar Ramadan, dan memilih takjil kesukaannya untuk disantap dikala azan magrib berkumandang nantinya. Namun, karena pandemik covid-19 memaksa kita untuk selalu mejaga protokol kesehatan, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dan memakai masker pada saat keluar berburu takjil.

Sering kita dengar pernyataan "berbukalah dengan yang manis" saat membahas menu berbuka. Lantas apakah maksud dari 'yang manis' itu adalah takjil yang ada di bazar makanan? Ataukah ada makna lain?

Baca Juga: Bakal Temani Buka Puasa Kamu, Trans 7 Hadirkan Sketsa Komedi Pas Buka

1. Berbuka dengan kurma

Mengapa Perlu Berbuka Puasa dengan yang Manis?Google

Membatalkan puasa dengan mengonsumsi kurma adalah sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata, “Nabi SAW biasa berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum salat, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan kurma, jika tidak ada kurma, beliau minum dengan satu tegukan air.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah)

Berkaitan dengan hadits tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Annur 1 Bululawang Malang, Jawa Timur, KH Ahmad Fahrur Rozi, menyebutkan "Secara medis memang (kurma) terbukti lebih cepat memulihkan stamina tubuh, menurut ulama masa lalu makanan manis mengembalikan kekuatan pandangan mata yg menurun atau lemas ketika berpuasa"

Setelah perut kosong seharian, organ liver (hati) tidak mendapatkan persediaan makanan untuk diolah dan disebarkan nutrisinya ke seluruh sel tubuh. Dengan mengonsumsi kurma yang manis dapat membantu kerja liver. Rasa manis dari kurma tersebut terutama yang basah (ruthab) dapat membantu liver mempercepat proses meresapnya nutrisi dan penyebarannya ke seluruh sel tubuh termasuk otak.

2. Bila tak ada kurma dapat diganti dengan makanan manis lainnya

Mengapa Perlu Berbuka Puasa dengan yang Manis?Ilustrasi takjil berbuka puasa. ANTARA FOTO/Fauzan

"Asalnya dalil adalah anjuran Nabi agar berbuka dgn kurma segar atau kering , kemudian ada ulama yg menafsirkan jika tidak ada maka bukalah (puasa) dengan makanan yang manis" Kata sosok yang akrab dipanggil Gus Fahrur itu kepada IDN Times pada Kamis (16/4/2021)

Meskipun tidak dapat membantu kerja organ liver secepat buah kurma, namun mengonsumsi makanan manis tetap dapat membantu mengembalikan stamina. Meski tak dijelaskan secara jelas pada dalil shahih, Gus Fahrur menjelaskan bahwa makanan yang manis juga dapat menjadi alternatif. "Secara kiasan menurut sebagian ulama demikian" lanjut dia.

Baca Juga: Resep Kolak Labu Kuning, Takjil Berbuka Puasa yang Istimewa

3. Tips menyantap hidangan buka puasa

Mengapa Perlu Berbuka Puasa dengan yang Manis?Pinterest

Sebagaimana dalil yang disebutkan di atas, Gus Fahrur menyampaikan kiat agar buka puasa tetap berkualitas namun tidak berlebihan.

"Sebaiknya memang ada upaya mengurangi makan agar tercapai tujuan puasa, bukan sekedar memindahkan jam makan siang. Dengan mengurangi makanan tubuh menjadi lebih ringan untuk ibadah" kata dia. 

Seringkali ibadah terhambat karena perut yang terlalu penuh karena berlebihan menyantap hidangan berbuka, seperti yang disebutkan Gus Fahrur berbuka puasa bukan sekedar memindahkan jam makan siang, untuk itu "Berbukalah dengan takjil lalu laksanakan salat agar tidak terlalu bernafsu berlebihan untuk menyantap hidangan berbuka" lanjut Gus Fahrur.

Baca Juga: Jangan Sampai Keliru, Inilah 6 Adab Berbuka Puasa Sesuai Sunah Rasul

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya