Comscore Tracker

Sore-Sore Berkah: Amalan-Amalan Utama di Bulan Ramadan 

Manfaatkan momen bulan suci Ramadan sebaik-baiknya

Jakarta, IDN Times - Bulan Ramadan adalah bulan suci di mana kemuliaan dan keberkahan dilimpahkan, di mana setan dibelenggu, dan pahala dilipatgandakan. Maka dari itu, jangan lewatkan setiap detiknya untuk menjalankan amalan dan mendapatkan pahala. 

Semoga ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadan ini semakin hari semakin berkualitas dan mudah-mudahan selesai dari sekolah Ramadhan ini, kita menjadi pribadi-pribadi yang bertaqwa, Aaamiinn aamiinn yarabbal aamiin.

Lantas amalan seperti apa saja yang dapat kita lakukan untuk memaksimalkan ibadah kita di bulan suci ini? Mari cari tau amalan-amalan istimewa di bulan ramadan bersama ustaz Muzzamil Hasballah.

Baca Juga: Sore-Sore Berkah: Cara Menghadapi Wabah di Zaman Umar bin Khattab

1. Menjalani ibadah puasa dengan iman yang sempurna

Sore-Sore Berkah: Amalan-Amalan Utama di Bulan Ramadan rappler.com

Amalan yang tentunya adalah pertama puasa di bulan Ramadhan karena memang wajib  dan kita harus memastikan menjalani ibadah puasa ini dengan iman yang sempurna karena Rasulullah SAW dalam sebuah hadits Muttafaq Alaih bersabda,

من صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Man shama Ramadhana iymanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama min zanbih"

Artinya: Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharapakan pahala dari Allah SWT maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu

"Jadi teman teman semuanya, Insya Allah kalau kita bener jalanin puasa dengan keimanan dengan menjaga diri dari yang Allah larang, dari yang membatalkan pahala puasa maka insya Allah bukan hanya pahala yang kita dapat, Allah juga mengampuni dosa-dosa kita yang udah lalu." ucap ustaz Muzzamil

2. Memperbanyak membaca kitab suci Al-Qur'an

Sore-Sore Berkah: Amalan-Amalan Utama di Bulan Ramadan pixabay.com/shzern

Amalan yang kedua, yakni memperbanyak membaca Al-Qur'an, Sebagaimana dalam Qur'an surat Albaqarah Ayat 185 Allah berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

"Syahru ramaḍānallażī unzila fīhil-qur`ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān"

Artinya: Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan juga penjelas juga sebagai pembeda.

Ramadan adalah bulan Qur'an, bulan yang didalamnya diturunkan kitab suci Al-Qur'an. Maka interaksi kita dengan Al-Qur'an harusnya lebih intens lagi, lebih sering lagi karena kita berada di dalam bulan Al-Qur'an yaitu bulan Ramadan. Rasulullah bersabda,

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ  

“Iqra-uul-Qur’ana fa innahu ya-ti yaumal-qiyamati syafi’an li-ash-habihi.”

Artinya: Bacalah Al-Qur'an karena kelak pada hari kiamat Qur’an akan memberikan syafaat pertolongan kepada pembacanya.

Keutamaan membaca Al-Qur'an dapat memberikan syafaat pertolongan kepada sahabatnya ketika di dunia, terlebih saat dikerjakan di bulan Ramadan. Di luar Ramadan saja setiap hurufnya kita mendapatkan satu kebaikan yang Allah lipat gandakan menjadi 10 pahala, apabila masih terbata-bata saja kata nabi "ajrun" dikali dua pahalanya, apalagi di dalam bulan Ramadan tentu akan berkali-kali lipat lagi.

Namun ingat di ayat yang tadi, Allah menginginkan fungsi Qur'an itu ada tiga. Pertama Huda Linnas, sebagai petunjuk bagi manusia. Lantas kapan Qur'an itu menjadi petunjuk? Al-Qur'an menjadi petunjuk ketika dipahami.

Maka itu, penting bagi kita tak hanya membaca Al-Qur'an namun juga membaca dan memahami terjemahnya artinya dengan membuka kitab tafsir agar tahu betul penjelasan dari ulama. Hal ini dilakukan supaya kita paham, supaya Qur'an itu jadi petunjuk dan menjadi cahaya dalam kehidupan kita.

Fungsi Qur'an yang kedua adalah Wa Bayyinat artinya Al-Qur'an sebagai penjelas atas petunjuk yang tadi. Dan fungsi Al-Qur'an yang terakhir adalah Al-Furqan, Allah SWT ingin Qur'an menjadi pembeda.

Bukan hanya membedakan mana yang haq yang benar yang kita ikuti dan yang batil yang salah untuk kita jauhi. Al-Qur'an kata Ulama menjadi Al-Furqan bahkan membedakan kita, maka harus berbeda antara orang yang mengaku dekat dengan Qur'an, daengan orang yang jauh dari Qur'an.

Kalau kehidupan kita yang mengaku rajin baca Qur'an, bahkan menghafal Qur'an, hingga mengkhatamkannya ternyata tidak jauh beda dengan orang-orang yang belum kenal Qur'an, berarti ada yang salah dalam interaksi kita dengan Qur'an. Mungkin selama ini kita hanya sebatas membacanya belum memahaminya, belum men-taddaburi-nya apa lagi mengamalkannya dalam kehidupan. Semoga Allah mudahkan kita untuk menjadi ahlul Qur’an.

3. Melaksanakan ibadah salat Qiyam atau Tarawih

Sore-Sore Berkah: Amalan-Amalan Utama di Bulan Ramadan Ilustrasi salat Tarawih di bulan Ramadan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Kemudian ibadah istimewa di bulan Ramadan adalah Qiyam, apabila saat siang hari ada Shiyam, maka di malam hari ada Qiyam, dan Qur’an sepanjang hari tentunya. Dalam Qiyam juga kita bacakan Al-Qur’an. Sebagaimana dalam riwayat Rasulullah SAW menghidupkan malam.

Rasulullah pernah salat Qiyam di masjid atau kita hari ini menyebut dengan salat Tarawih, diikuti oleh para sahabatnya. Pada malam berikutnya, lebih ramai lagi. Malam berikutnya, lagi lebih ramai lagi, hingga akhirnya Rasulullah salat di rumahnya sendiri karena khawatir selawat Tarawih berjamaah dianggap wajib oleh umatnya. Karena, derajat Nabi kan berbeda dengan kita.

Jadi tentu menghidupkan Ramadan dengan salat Tarawih, sholat Qiyam, salat Tahajud itu adalah amal ibadah yang istimewa di bulan Ramadan. Apalagi kalau bertepatan dengan malam lailatul qadr. Rasulullah SAW dan para sahabat itu nyaris tidak sempat sahur karena menghidupakan semalam suntuk untuk beribadah kepada Allah SWT dengan Qiyam-nya dengan salatnya. 

Baca Juga: Sore-Sore Berkah: Tips Mendapat Pahala Salat Ganda di Bulan Ramadan

4. Menghidupkan malam-malam lailatul qadr

Sore-Sore Berkah: Amalan-Amalan Utama di Bulan Ramadan images.app.goo.gl

Tentu amalan istimewa yang lain di bulan Ramadan adalah menghidupkan malam-malam lailatul qadr atau malam Qadar, yakni malam kemuliaan. Menghidupkan malam mulia itu dengan ibadah-ibadah seperti Qiyam, membaca Al-Qur’an.

Lantas kapan kita mencari malam Qadar atau malam kemuliaan itu? di 10 Ramadan yang terakhir, di 10 malam Ramadhan yang akhir lebih spesifiknya di malam-malam yang ganjil, malam 21, 23, 25, 27, 29.

Kata para ulama, jika jumlah Ramadan ada 29 hari, maka cari malam ganjil di 10 hari terakhirnya, yaitu di malam 20, 22, 24, 26, 28. Bukan berarti kita ibadahnya semalam selang seperti itu.

Justru kita hidupkan semuanya karena kita tak pernah tahu rahasia Allah SWT yang satu ini. Sebab, kalau kita hidupkan semuanya InsyaAllah kita akan bertemu dengan malam yang lebih baik dari seribu bulan itu.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

"Lailatul qadri khairum min alfii shahr."

Artinya: Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

Maksudnya apabila kita beribadah pada malam itersebut (lailatul qadr) nilainya lebih baik dari kita beribadah selama 83 tahun, yang mana jarang dari kita yang memiliki usia selama itu, tapi beribadah pada saat malam itu lebih baik dari seribu bulan. 

Masya Allah amal yang istimewa sekali bagi umat nabi Muhammad SAW. Kemudian, di bulan Ramadan kita dianjurkan untuk memperbanyak sedekah, dan juga melaksanakan ibadah umrah.

5. Memperbanyak Itikaf

Sore-Sore Berkah: Amalan-Amalan Utama di Bulan Ramadan akurat.co

Amalan istimewa yang terakhir adalah memperbanyak Itikaf. Itikaf berarti kita berdiam diri di rumah Allah SWT yakni di masjid, dalam rangka memutus hubungan dengan makhluk untuk meningkatkan koneksi kita kepada Allah SWT. Itulah hakikat dari Itikaf.

Sudah cukuplah selama 11 bulan, di luar Ramadan, kita sibuk dengan urusan dunia, sibuk dengan manusia yang lain. Sekarang saatnya di bulan Ramadan, apalagi semakin akhir, semakin kita putus koneksi dengan makhluk Allah. Untuk menyambung kedekatan kita dengan Allah, dengan ibadah yang bernama itikaf di masjid.

Mudah-mudahan, Allah SWT mampukan hati kita kuatkan iman kita untuk bisa memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan. Agar, Ramadan tahun ini menjadi Ramadan terbaik dalam kehidupan kita.

https://www.youtube.com/embed/zQfwQ6ehxj8

Baca Juga: Sore-Sore Berkah: Emang Puasa Itu Beban?

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya