Comscore Tracker

Sore-Sore Berkah: Bersuka Cita pada Hari Kemenangan di Tengah Pandemik

Menampakkan kebahagiaan sebagai syiar agama

Jakarta, IDN Times - Hari raya adalah hari yang istimewa, dalam Islam memiliki dua hari raya. Yakni hari yang dirayakan setelah melaksanakan rukun Islam yang keempat atau Hari Raya Idul Fitri. Kedua, hari yang dirayakan bertepatan ketika sebagian kaum muslimin yang lain menunaikan rukun Islam kelima, yakni ibadah haji ke Baitullah bagi orang-orang yang mampu, atau dikenal sebagai Hari Raya Idul Adha.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, perayaannya tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Lantaran adanya pandemik COVID-19, namun kita tetap bersuka cita merayakan hari kemenangan di rumah saja. Mari simak pembahasan bersama ustaz Muzammil Hasballah dalam Sore-Sore Berkah by IDN Times.

Baca Juga: Tips Melaksanakan Salat Idul Fitri Agar Aman dari COVID-19

1. Kebahagiaan baru pada hari kemenangan

Sore-Sore Berkah: Bersuka Cita pada Hari Kemenangan di Tengah PandemikSuasana salat Idul Fitri 1441 H di Masjid Jami An Nur Kramat, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (24/5/2020). Pelaksanakan shalat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah)

Muzammil mengatakan, Ibnu Arabi Hutahala pernah berkata hari raya disebut hari "Ied", karena di hari ini senantiasa kembali setiap tahunnya dengan kebahagiaan yang baru di hari raya.

Kebahagiaan yang didapatkan karena ketaatan kepada Allah SWT, setelah kita melakukan ibadah dan rasa syukur yang seutuhnya karena takwa dan amal saleh kita.

Dalam QS Yunus ayat 58 Allah SWT berfirman,

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ

Artinya: "Katakanlah (Muhammad), 'Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan'.”

2. Hadis diperbolehkannya bergembira saat Idul Fitri

Sore-Sore Berkah: Bersuka Cita pada Hari Kemenangan di Tengah PandemikIDN Times/Prayugo Utomo

Ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, nabi mendapati penduduk Madinah merayakan dua hari raya, dengan bermain pada masa jahiliyah maka Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Sesungguhnya Allah SWT telah mengganti untuk kalian, dua hari raya yang lebih baik dari dua hari raya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. (HR Ahmad)

Di zaman Rasulullah SAW juga pada hari raya, Rasul bersama sahabatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu'anhu, mendapati dua budak wanita yang bernyanyi pada hari raya. Melihat hal tersebut, Abu Bakar marah dan mengingkari perbuatan dua budak perempuan itu, namun Rasulullah SAW bersabda,

Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum itu memiliki hari rayanya masing-masing. Dan hari ini adalah hari raya kita. Jadi, kita diminta untuk menampakkan dan mensyiarkan kebahagiaan di hari raya kita menurut Ibnu Hajar al-'Asqalani.

Menampakkan kebahagiaan pada hari raya adalah bagian dari syiar agama dari Aisyah radhiyallahu'anha, ketika para pemuda bermain di masjid pada hari raya. Rasulullah SAW bersabda, agar orang-orang Yahudi mengetahui bahwa dalam agama kita juga ada waktu bersenang-senang, "sesungguhnya aku diutus dengan agama yang hanif dan lurus."

3. Momentum amal sosial pada Hari Raya Idul Fitri

Sore-Sore Berkah: Bersuka Cita pada Hari Kemenangan di Tengah PandemikIDN Times/Hendra Simanjuntak

Kemudian kita juga tahu pada momentum hari raya ada amal sosial, yaitu Hari Raya Idul Fitri yang akan kita rayakan ini ada zakat fitrah yang diperuntukkan untuk fakir miskin.

"Dalam Hari Raya Idul Adha juga ada penyembelihan hewan kurban, inilah amal sosial di hari raya kita," kata Muzammil.

Merayakan hari raya bersenang-senang pada hari raya, kata dia, bukan berarti melanggar perintah Allah SWT dengan bermaksiat kepadanya. "Ini salah besar, tetaplah berbahagia, bergembira, bersenang-senang dalam koridor ketaatan kepada-Nya," kata Muzammil.

Karena itu, jangan sampai malah berbuat dosa, berbuat maksiat karena hari raya adalah hari kemenangan umat muslim, wujud ketaatan kita, kesyukuran kita kepada Allah SWT karena kita diizinkan untuk taat kepadanya.

Baca Juga: 5 Sunah yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum dan Sesudah Salat Idul Fitri

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya