Alasan Prabowo Minta Nanik Tetap di BGN Jadi Dewas Meski Sakit Jantung

Alasan Prabowo Minta Nanik Tetap di BGN Jadi Dewas Meski Sakit Jantung
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Jerman, Frank Walter Steinmeier, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Glance

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto tetap meminta Nanik S. Deyang bekerja di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN), meski sudah mengundurkan diri karena sakit jantung. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membeberkan alasan Prabowo tetap meminta Nanik menjadi Dewan Pengawas (Dewas) BGN.

"Dalam desain BGN, ada yang disebut Dewan Pengawas, karena pengalaman beliau (Nanik) sempat jadi Wakil Kepala BGN dan Kepala BGN," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dengan pengalaman tersebut, Prabowo menilai Nanik masih bisa berkontribusi di MBG. Nanik diharapkan bisa ikut menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Dengan pengalamannya, Presiden merasa Bu Nanik bisa berikan kontribusi optimal dengan peran berbeda. Presiden meminta Bu Nanik masih ikut bersama-sama mengawal, menyukseskan dan perbaiki tata kelola MBG," ucap dia.

Kini, Presiden Prabowo telah menunjuk Sudaryono menjadi Kepala BGN menggantikan Nanik. Sudaryono diagendakan dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026) pukul 15.00 WIB.