Comscore Tracker

Analisa Angka Kasus, Ini Hasil Penanganan COVID-19 Luhut di 9 Provinsi

Hanya 2 provinsi yang angkanya turun, 7 provinsi justru naik

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo untuk menurunkan kasus COVID-19 di sembilan provinsi prioritas, dalam kurun waktu dua minggu. Hari ini, Senin (28/9/2020), batas waktu itu pun selesai.

Walaupun penunjukkan tersebut memunculkan berbagai persepsi, tetapi Luhut mengklaim bahwa dia telah menemukan bentuk atau formula untuk menangani COVID-19. Bukan hanya itu, bahkan ia juga mengatakan, selama ini ia selalu bisa mengerjakan apa pun perintah dari Presiden Jokowi.

"Bebas saja persepsi orang. Saya pikir selama ini (apa yang) diperintahkan presiden tidak ada yang tidak bisa saya selesaikan," katanya di acara Mata Najwa yang disiarkanTrans7, Rabu 23 September 2020 malam.

Lalu apakah kali ini Luhut berhasil menjalankan perintah dari Presiden Jokowi? Melalui data-data dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19, IDN Times mencoba untuk memperlihatkan angka insidensi kasus COVID-19 pada tiga fase waktu yang berbeda. Tiga fase waktu itu terdiri dari pekan sebelum Luhut ditunjuk, pekan pertama Luhut bertugas, dan pekan kedua Luhut bertugas.

Baca Juga: Luhut: Renungkan Tindakanmu dalam Masa Kritis Ini, Jangan Sok Bersih

1. Angka insidensi kasus di 9 provinsi prioritas pada pekan sebelum Luhut ditunjuk

Analisa Angka Kasus, Ini Hasil Penanganan COVID-19 Luhut di 9 ProvinsiSeorang tenaga kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri lengkap membawa sample tes usap (swab test) COVID-19 milik warga (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Sebelumnya, Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, melihat angka kasus COVID-19 secara mentah saja tidaklah cukup. Namun, masyarakat bisa melihat perkembangan kasus COVID-19 melalui analisa insidensi kasus atau kasus baru yang terjadi di waktu dan wilayah tertentu.

Insidensi kasus juga digunakan sebagai salah satu indikator dalam menentukan kebijakan dan cara penanganan COVID-19. Untuk melihat insidensi kasus, dapat dihitung dengan cara jumlah kasus positif COVID-19 pada fase waktu tertentu dibagi dengan jumlah penduduk sebuah daerah.

Selain menggunakan data Satgas COVID-19, IDN Times juga menggunakan data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 untuk patokan jumlah penduduk. Berikut ini angka insidensi kasus sembilan provinsi prioritas pada pekan sebelum Luhut ditunjuk oleh Presiden Jokowi atau dalam rentang waktu 7-13 September 2020.

  1. DKI Jakarta: penambahan 6.874 kasus atau insidensi kasus 7,08 per 10.000 penduduk
  2. Jawa Barat: penambahan 1.547 kasus atau insidensi kasus 0,35 per 10.000 penduduk
  3. Jawa Tengah: penambahan 2.154 kasus atau insidensi kasus 0,66 per 10.000 penduduk
  4. Jawa Timur: penambahan 2.053 kasus atau insidensi kasus 0,54 per 10.000 penduduk
  5. Sumatra Utara: penambahan 725 kasus atau insidensi kasus 0,55 per 10.000 penduduk
  6. Kalimantan Selatan: penambahan 456 kasus atau insidensi kasus 1,25 per 10.000 penduduk
  7. Sulawesi Selatan: penambahan 525 kasus atau insidensi kasus 0,65 per penduduk
  8. Papua: penambahan 388 kasus atau insidensi kasus 1,36 per 10.000 penduduk
  9. Bali: penambahan 850 kasus atau insidensi kasus 2,18 per 10.000 penduduk

2. Insidensi kasus 9 provinsi prioritas pada pekan pertama Luhut ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk tangani COVID-19

Analisa Angka Kasus, Ini Hasil Penanganan COVID-19 Luhut di 9 ProvinsiIlustrasi Swab Test (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Berikut ini insidensi kasus COVID-19 di sembilan provinsi prioritas pada pekan pertama Luhut ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk tangani COVID-19.

Insidensi kasus sembilan provinsi prioritas pada periode 14-20 September 2020:

  1. DKI Jakarta: penambahan 7,746 kasus atau insidensi kasus 8,06 per 10.000 penduduk
  2. Jawa Barat: penambahan 2.434 kasus atau insidensi kasus 0,56 per 10.000 penduduk
  3. Jawa Tengah: penambahan 1.774 kasus atau insidensi kasus 0,54 per 10.000 penduduk
  4. Jawa Timur: penambahan 2.620 kasus atau insidensi kasus 0,69 per 10.000 penduduk
  5. Sumatra Utara: penambahan 903 kasus atau insidensi kasus 0,69 per 10.000 penduduk
  6. Kalimantan Selatan: penambahan 453 kasus atau insidensi kasus 1,24 per 10.000 penduduk
  7. Sulawesi Selatan: penambahan 1.076 kasus atau insidensi kasus 1,33 per 10.000 penduduk
  8. Papua: penambahan 673 kasus atau insidensi kasus 2,37 per 10.000 penduduk
  9. Bali: penambahan 523 kasus atau insidensi kasus 1,34 per 10.000 penduduk

3. Insidensi kasus 9 provinsi prioritas pada pekan kedua Luhut ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk tangani COVID-19

Analisa Angka Kasus, Ini Hasil Penanganan COVID-19 Luhut di 9 ProvinsiPenugasan Satpol PP untuk menertibkan penjual makanan kaki lima dan warga yang masih melakukan dine-in di kawasan Jakarta (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Berikut ini insidensi kasus COVID-19 di sembilan provinsi prioritas pada pekan kedua Luhut ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk tangani COVID-19.

Insidensi kasus sembilan provinsi prioritas pada periode 21-27 September 2020:

  1. DKI Jakarta: penambahan 9.613 kasus atau insidensi kasus 10,00 per 10.000 penduduk
  2. Jawa Barat: penambahan 4.132 kasus atau insidensi kasus 0,95 per 10.000 penduduk
  3. Jawa Tengah: penambahan 2.110 kasus atau insidensi kasus 0,65 per 10.000 penduduk
  4. Jawa Timur: penambahan 2.182 kasus atau insidensi kasus 0,58 per 10.000 penduduk
  5. Sumatra Utara: penambahan 670 kasus atau insidensi kasus 0,51 per 10.000 penduduk
  6. Kalimantan Selatan: penambahan 462 kasus atau insidensi kasus 1,27 per 10.000 penduduk
  7. Sulawesi Selatan: penambahan 928 kasus atau insidensi kasus 1,15 per 10.000 penduduk
  8. Papua: penambahan 804 kasus atau insidensi kasus 2,83 per 10.000 penduduk
  9. Bali: penambahan 783 kasus atau insidensi kasus 2,01 per 10.000 penduduk

4. Walau tak signifikan, angka insidensi kasus Jawa Tengah dan Bali alami penurunan

Analisa Angka Kasus, Ini Hasil Penanganan COVID-19 Luhut di 9 ProvinsiIDN Times/Debbie Sutrisno

Melalui penjabaran data tiga fase waktu tersebut, terlihat bahwa tidak ada provinsi yang angka insidensi kasusnya mengalami penurunan secara teratur dan signifikan. Tetapi, IDN Times melihat Provinsi Jawa Tengah dan Bali cukup mengalami penurunan angka insidensi kasus.

Ddi Jawa Tengah, pada pekan sebelum Luhut ditunjuk, insidensi kasus yaitu 0,66 per 10.000 penduduk. Selanjutnya, pada pekan pertama Luhut ditunjuk menjadi 0,54 per 10.000 penduduk. Lalu, pekan kedua insidensi kasusnya adalah 0,65 per 10.000.

Kemudian di Bali, insidensi kasus pada periode 7-13 September 2020 yaitu 2,18 per 10.000 penduduk. Pada dua pekan kemudian menjadi 1,34 per 10.000 penduduk dan 2,01 per 10.000 penduduk.

Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa pada pekan kedua angka insidensi kasus di dua wilayah tersebut kembali naik jika dibandingkan dari pekan pertama, namun setidaknya tidak melampaui angka pekan sebelum Luhut ditunjuk.

5. Angka insidensi kasus di tujuh provinsi lainnya justru naik

Analisa Angka Kasus, Ini Hasil Penanganan COVID-19 Luhut di 9 ProvinsiPSBB Banten (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Bukannya mengalami penurunan, di provinsi lain angka insidensi kasus COVID-19 justru naik setelah ditangani Luhut selama dua pekan. Misalnya seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Berikut penjabarannya:

1. DKI Jakarta
Insidensi kasus DKI Jakarta pada periode 7-13 September 2020 yaitu 7,08 per 10.000 penduduk. Pada dua pekan kemudian menjadi 8,06 per 10.000 penduduk dan 10,00 per 10.000 penduduk.

2. Jawa Timur
Insidensi kasus Jawa Timur pada periode 7-13 September 2020 yaitu 0,54 per 10.000 penduduk. Pada dua pekan kemudian menjadi 0,69 per 10.000 penduduk dan 0,58 per 10.000 penduduk.

3. Kalimantan Selatan
Insidensi kasus Kalimantan Selatan pada periode 7-13 September 2020 yaitu 1,25 per 10.000 penduduk. Pada dua pekan kemudian menjadi 1,24 per 10.000 penduduk dan 1,27 per 10.000 penduduk.

Selain tiga provinsi tersebut, empat wilayah lainnya juga mengalami peningkatan angka insidensi kasus saat penanganan kasus COVID-19 berada di tangan Luhut. Jadi bagaimana menurut kalian, berhasilkah Luhut menjalankan tugas dari Presiden Jokowi kali ini?

Baca Juga: Sepekan Luhut Tangani COVID di 9 Provinsi, Kenaikan Kasus Pecah Rekor

Topic:

  • Aldzah Fatimah Aditya
  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya