Comscore Tracker

Burger King Dukung Teman Tuli, Hashtag SunyiBersuara Bergema

Burger King sudah rekrut 100 orang lebih Teman Tuli

Jakarta, IDN Times – Melanjutkan keberhasilan dalam menyatukan rantai ritel makanan dan minuman di Indonesia saat pandemik COVID-19, Burger King Indonesia kini menggemakan tagar #SunyiBersuara Voice of The Silent di media sosial. 

Hingga hari ini Burger King Indonesia telah mempekerjakan 100 lebih orang tuli. Mereka tersebar di berbagai toko di Bali, Makassar, dan Jakarta.

“Kami memulai proses perekrutan menjelang akhir 2018. Ini menuntut kami untuk
membangun prosedur ketenagakerjaan dan pelatihan dari awal, serta kami telah belajar banyak selama proses tersebut,” kata Head of HR and CSR, Frida Marpaung, melalui keterangan tertulis, Jumat (4/12/2020).

1. Burger King hanya menyerap disabilitas sensorik karena alasan keamanan

Burger King Dukung Teman Tuli, Hashtag SunyiBersuara Bergema(Burger King) Finfobrand.id

Frida menjelaskan langkah pertama yang dilakukan sebelum perekrutan Teman Tuli, yaitu tahapan edukasi diri. Selanjutnya, Burger King mengidentifikasi jenis disabilitas yang akan diserap.

"Burger King menyerap disabilitas sensorik karena alasan keamanan. Sumber daya manusia sangat penting buat kami dan operasi store kami, jadi keamanan adalah prioritas utama buat kami," katanya.

Burger King juga menghubungi Kementerian Sosial melalui Dirjen Rehabilitasi Sosial untuk berkolaborasi. Selanjutnya, pihak Kementerian akan menilai perusahaan berdasarkan visi, misi, dan rencana perusahaan untuk masa depan.

"Setelah MOU dibuat dengan Kementerian Sosial RI, Burger King dirujuk dan dihubungkan
dengan Pusat Rehabilitasi yang berfokus pada disabilitas yang berbeda," jelasnya.

Baca Juga: 5 Tips Membuat Burger Secara Praktis dan Mudah, Tetap Lezat!

2. Teman Tuli akan menjalani pelatihan dari pusat rehabilitasi

Burger King Dukung Teman Tuli, Hashtag SunyiBersuara Bergemagodairyfree.org

Frida mengatakan, awalnya Teman Tuli akan diverifikasi oleh Pusat Rehabilitasi. Setelah itu, mereka tercatat sebagai penerima manfaat atau benefit recipients apabila memenuhi syarat.

"Sebelum perusahaan mempekerjakan Teman Tuli, Pusat Rehabilitasi memiliki standar pelatihan sendiri yang diterapkan untuk semua Penerima Manfaat," katanya.

Ia menjelaskan, Teman Tuli diwajibkan mengikuti pelatihan selama enam bulan yang terdiri dari pelatihan fisik dan kesehatan, pelatihan mental, sosial dan spiritual, pelatihan pengetahuan dasar, dan keterampilan kerja dan pelatihan magang.

"Setelah menyelesaikan pelatihan wajib, penerima manfaat akan masuk kategori talent ready, dan diizinkan untuk menjadi bagian dari proses rekrutmen perusahaan yang bermitra secara resmi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia," katanya.

3. Sebelum ditempatkan di toko, Teman Tuli menjalani empat minggu pelatihan

Burger King Dukung Teman Tuli, Hashtag SunyiBersuara BergemaIlustrasi Makanan Cepat Saji di London, Inggris (IDN Times/Anata)

Sebelum di tempatkan di toko, Teman Tulis akan mengikuti program pelatihan selama empat minggu. Pada dua minggu pertama, mereka akan mempelajari Standar Operasi dan Teori Keselamatan di pusat pelatihan. 

"Setelah menyelesaikan empat minggu pelatihan mereka akan menjadi Crew dan memiliki tanggung jawab yang sama dengan Crew Teman Dengar lainnya," jelasnya.

4. Pimpinan dapat berkomunikasi dengan karyawan Teman Tuli

Burger King Dukung Teman Tuli, Hashtag SunyiBersuara BergemaIlustrasi sebuah gerai Burger King. unsplash.com/Matthew Feeney

Frida memastikan para pemimpin toko dapat melakukan komunikasi dengan tepat kepada karyawan Teman Tuli. Hal itu karena PIC toko dilatih bahasa isyarat.

"Kami juga menyediakan Pelatih Khusus dengan kemampuan Bahasa Isyarat untuk melatih karyawan Teman Tuli kami," jelasnya.

Baca Juga: Nyam! Ini 5 Burger Terbaik di Singapura yang Harus Dicoba

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya