Comscore Tracker

Data Lengkap Kasus COVID-19 di Indonesia per Minggu 18 Oktober 2020 

Kasus COVID-19 di Indonesia kini mencapai 361.867

Jakarta, IDN Times - Penambahan kasus harian COVID-19 di Indonesia kembali melampaui angka 4.000. Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan, per Minggu (18/10/2020) pukul 12.00 WIB, sebanyak 4.105 orang terinfeksi virus corona. Total orang yang terpapar COVID-19 di Indonesia kini mencapai 361.867.

DKI Jakarta menyumbang sebanyak 971 kasus. Kalimantan Timur menduduki posisi kedua dengan kasus baru terbanyak yaitu 382. Diikuti oleh Jawa Tengah 356 kasus, Riau 284 kasus dan Sumatra Barat 263.

1. 3.732 orang berhasil sembuh dari COVID-19

Data Lengkap Kasus COVID-19 di Indonesia per Minggu 18 Oktober 2020 Ilustrasi Rapid Test Plasma (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Satgas COVID-19 juga melaporkan, jumlah pasien positif COVID-19 yang sembuh bertambah 3.732 orang hari ini. Maka, secara total kesembuhan COVID-19 sudah 285.324 atau 78,84 persen dari total kasus.

Provinsi dengan kasus sembuh baru terbanyak yaitu, DKI Jakarta 1.074 kasus. Selanjutnya Jawa Tengah 392 kasus, Jawa Timur 345 kasus, Aceh 287 kasus dan Sulawesi Selatan 253 kasus.

Baca Juga: Ternyata Ini Sebab Vaksin SARS dan MERS Belum Ada, Tapi COVID-19 Sudah

2. Satgas laporkan 80 orang meninggal akibat COVID-19 hari ini

Data Lengkap Kasus COVID-19 di Indonesia per Minggu 18 Oktober 2020 Proses pemakaman salah satu jenazah COVID-19 di TPU Pondok Ranggon pada Selasa (16/9/2020) (IDN Times/Aldila Muharma&Fiqih Damarjati)

Satgas COVID-19 juga melaporkan, pada hari ini, 80 orang tercatat meninggal dunia akibat COVID-19, sehingga totalnya menjadi 12.511 atau 3,45 persen dari akumulasi kasus COVID-19 di Tanah Air.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus kematian COVID-19 terbanyak hari ini yaitu, 17 kasus. Selanjutnya adalah Jawa Timur dengan 15 kasus, Aceh 7 kasus dan Banten 5 kasus.

3. Kasus COVID-19 sudah tersebar ke 500 kabupaten/kota Indonesia

Data Lengkap Kasus COVID-19 di Indonesia per Minggu 18 Oktober 2020 Gambar virus SARS-CoV-2 terpampang di papan elektronik imbauan tentang COVID-19 di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (11/10/2020) (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Virus corona telah menyebar ke 500 kabupaten/kota di 34 provinsi Indonesia. Berikut ini data rincian penyebarannya:

1. Aceh 6.551 kasus
2. Bali 10.771 kasus
3. Banten 7.723 kasus
4. Bangka Belitung 515 kasus
5. Bengkulu 877 kasus
6. Yogyakarta 3.325 kasus
7. DKI Jakarta 94.327 kasus
8. Jambi 982 kasus
9. Jawa Barat 30.254 kasus
10. Jawa Tengah 29.079 kasus
11. Jawa Timur 48.932 kasus
12. Kalimantan Barat 1.428 kasus
13. Kalimantan Timur 11.885 kasus
14. Kalimantan Tengah 4.081 kasus
15. Kalimantan Selatan 11.439 kasus
16. Kalimantan Utara 714 kasus
17. Kepulauan Riau 2.836 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 3.704 kasus
19. Sumatera Selatan 7.143 kasus
20. Sumatera Barat 10.963 kasus
21. Sulawesi Utara 4.985 kasus
22. Sumatera Utara 11.944 kasus
23. Sulawesi Tenggara 4.249 kasus
24. Sulawesi Selatan 17.483 kasus
25. Sulawesi Tengah 685 kasus
26. Lampung 1.298 kasus
27. Riau 11.642 kasus
28. Maluku Utara 2.120 kasus
29. Maluku 3.561 kasus
30. Papua Barat 3.626 kasus
31. Papua 8.239 kasus
32. Sulawesi Barat 952 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 587 kasus
34. Gorontalo 2.967 kasus

4. 159.715 orang di Indonesia berstatus suspek COVID-19

Data Lengkap Kasus COVID-19 di Indonesia per Minggu 18 Oktober 2020 PSBB Banten (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan jumlah orang dengan status suspek COVID-19 di Indonesia mencapai 159.715 Minggu (18/10/2020).

Satgas Penanganan COVID-19 mencatat, dari 17 Oktober 2020 pukul 12.00 WIB hingga 18 Oktober 2020 pukul 12.00 WIB, jumlah spesimen yang dites COVID-19 berjumlah 36.378 spesimen dari 22.421 orang.

Pada hari ini, masih ada 123 dari 376 laboratorium yang belum menyerahkan hasil pemeriksaan spesimen ke Satgas COVID-19.

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times

Baca Juga: [WANSUS] Evaluasi 7 Bulan Pandemik, Sudahkah Masyarakat Taat Protokol?

Topic:

  • Aldzah Fatimah Aditya
  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya