Comscore Tracker

Jangan Abai! Kasus Positif Corona Sudah 128 Ribu dan Suspek 85 Ribu

Waspada dan terapkan protokol kesehatan selalu

Jakarta, IDN Times - Satgas Penanganan COVID-19 merilis perkembangan data kasus virus corona di Indonesia per Selasa (11/8/2020). Disebutkan, jumlah orang dengan status suspek COVID-19 bertambah menjadi 85.928.

Satgas Penanganan COVID-19 mencatat, dari 10 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB hingga 11 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB, jumlah spesimen yang dites COVID-19 sebanyak 25.791. Sehingga total spesimen yang sudah selesai diperiksa mencapai 1.757.425.

Baca Juga: Data Lengkap Kasus COVID-19 di Indonesia Per Selasa 11 Agustus 2020

1. Kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 128.776

Jangan Abai! Kasus Positif Corona Sudah 128 Ribu dan Suspek 85 RibuPelaksanaan swab test di RSUD Cibabat. (IDN Times/Bagus F)

Dari jumlah pemeriksaan spesimen tersebut, kasus positif COVID-19 naik menjadi 1.693 hari ini. Dengan demikian, kasus COVID-19 di Indonesia telah mencapai 128.776.

Angka kematian akibat COVID-19 juga meningkat di Indonesia, menjadi 5.824 kasus. Walaupun demikian, kasus sembuh juga terus naik dan sekarang berada di angka 83.710 orang.

2. Sebaran kasus COVID-19 di 34 provinsi Indonesia

Jangan Abai! Kasus Positif Corona Sudah 128 Ribu dan Suspek 85 RibuIlustrasi lomba 17 Agustusan (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Berikut ini data rincian penyebarannya:

1. Aceh 676 kasus
2. Bali 3.862 kasus
3. Banten 2.101 kasus
4. Bangka Belitung 203 kasus
5. Bengkulu 258 kasus
6. Yogyakarta 880 kasus
7. DKI Jakarta 26.624 kasus
8. Jambi 210 kasus
9. Jawa Barat 7.694 kasus
10. Jawa Tengah 10.765 kasus
11. Jawa Timur 25.917 kasus
12. Kalimantan Barat 420 kasus
13. Kalimantan Timur 2.060 kasus
14. Kalimantan Tengah 2.081 kasus
15. Kalimantan Selatan 6.836 kasus
16. Kalimantan Utara 299 kasus
17. Kepulauan Riau 572 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 2.338 kasus
19. Sumatera Selatan 3.735 kasus
20. Sumatera Barat 1.189 kasus
21. Sulawesi Utara 3.012 kasus
22. Sumatera Utara 5.155 kasus
23. Sulawesi Tenggara 1.052 kasus
24. Sulawesi Selatan 10.585 kasus
25. Sulawesi Tengah 216 kasus
26. Lampung 318 kasus
27. Riau 789 kasus
28. Maluku Utara 1.691 kasus
29. Maluku 1.347 kasus
30. Papua Barat 558 kasus
31. Papua 3.279 kasus
32. Sulawesi Barat 282 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 155 kasus
34. Gorontalo 1.617 kasus

Dalam proses verifikasi lapangan 10 kasus.

3. Telah terbukti, COVID-19 menular melalui airborne

Jangan Abai! Kasus Positif Corona Sudah 128 Ribu dan Suspek 85 RibuKetua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK) bersama dengan Kepala Lembaga Eijkman Profesor Amin Subandrio di Kantor Eijkmen (Dok. Tim Media JK/PMI)

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara dan hal ini bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai hal ini sejak awal kemunculan COVID-19.

"Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19), bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa 7 Juli 2020.

Amin menerangkan, virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

"Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer," jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airbone. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

"Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan," imbuhnya.

Baca Juga: Masih Corona, DKI Gelar Upacara 17 Agustus Hanya Dihadiri 100 Orang  

Topic:

  • Aldzah Fatimah Aditya
  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya