Comscore Tracker

Kasus Baru COVID-19 Hari Ini 2.897, Lebih Sedikit Dibanding Sebelumnya

Total orang yang terpapar COVID-19 di RI sudah 406.945

Jakarta, IDN Times - Jumlah kasus positif COVID-19 hari ini relatif menurun dibanding hari sebelumnya. Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan, per Jumat (30/10/2020) pukul 12.00 WIB, tercatat 2.897 orang terinfeksi virus corona. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan Kamis kemarin, yang berjumlah 3.565 kasus. 

Dengan penambahan 2.897 kasus baru ini, total orang yang terpapar COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 406.945.

DKI Jakarta menjadi penyumbang terbanyak kasus baru yaitu 612 kasus. Disusul Jawa Barat di posisi kedua dengan 320 kasus, lalu Sumatra Barat 301 kasus, Jawa Timur 222 kasus, dan Kalimantan Timur 205 kasus. 

Baca Juga: Satgas COVID-19: Masih Banyak yang Tidak Percaya COVID-19

1. Tercatat 4.517 orang berhasil sembuh dari COVID-19 hari ini

Kasus Baru COVID-19 Hari Ini 2.897, Lebih Sedikit Dibanding SebelumnyaIlustrasi pasien sembuh dari COVID-19. ANTARA FOTO/FB Anggoro/aww.

Satgas COVID-19 juga melaporkan, jumlah pasien positif COVID-19 yang sembuh bertambah 4.517 orang hari ini. Maka, total kesembuhan COVID-19 sudah 334.295 atau 82,14 persen dari total kasus.

Provinsi dengan kasus sembuh baru terbanyak yaitu Sumatra Barat 1.176 kasus. Selanjutnya DKI Jakarta 1.077 kasus, Jawa Barat 356 kasus, Jawa Tengah 300 kasus, dan Kalimantan Timur 254 kasus.

2. Satgas laporkan 81 orang meninggal akibat COVID-19

Kasus Baru COVID-19 Hari Ini 2.897, Lebih Sedikit Dibanding SebelumnyaProses pemakaman salah satu jenazah COVID-19 di TPU Pondok Ranggon pada Selasa (16/9/2020) (IDN Times/Aldila Muharma&Fiqih Damarjati)

Satgas COVID-19 juga melaporkan, pada hari ini 81 orang tercatat meninggal dunia akibat COVID-19, sehingga totalnya menjadi 13.782 atau 3,38 persen dari akumulasi kasus COVID-19 di Tanah Air.

Jawa Timur menjadi provinsi dengan kasus kematian COVID-19 terbanyak hari ini yaitu 18 kasus. Selanjutnya adalah Jawa Tengah 14 kasus, DKI Jakarta 14 kasus, Riau 6 kasus, dan Sumatra Barat 5 kasus. 

3. Telah terbukti, COVID-19 menular melalui airborne

Kasus Baru COVID-19 Hari Ini 2.897, Lebih Sedikit Dibanding SebelumnyaBioskop di Jakarta mulai dibuka pada Rabu (21/10/2929) (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara dan hal ini bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai hal ini sejak awal kemunculan COVID-19.

"Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19), bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa 7 Juli 2020.

Amin menerangkan, virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

"Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer," jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airbone. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

"Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan," imbuhnya.

4. Kasus positif COVID-19 di dunia mencapai 45,3 juta orang

Kasus Baru COVID-19 Hari Ini 2.897, Lebih Sedikit Dibanding SebelumnyaSeorang tenaga kesehatan memakai Alat Pelindung Diri (APD) memeriksa suhu badan seorang perempuan di pintu rumahnya saat pemeriksaan dari pintu ke pintu untuk penyakit virus korona (COVID-19), di tengah penyebaran penyakit tersebut di desa Khoraj, barat negara bagian Gujarat, India, Rabu (16/9/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Amit Dave

Penyebaran kasus COVID-19 di dunia masih terus meningkat. Per Jumat (30/10/2020) pukul 15.44 WIB, World O Meters melaporkan, total kasus COVID-19 di dunia kini sudah 45.390.137.

Kasus kematian COVID-19 di dunia berjumlah 1.187.191 kasus. Sedangkan angka sembuh 33.020.146.

5. Pengertian dan gejala-gejala COVID-19

Kasus Baru COVID-19 Hari Ini 2.897, Lebih Sedikit Dibanding SebelumnyaPara penumpang berjalan di stasiun kereta Central do Brasil di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Rio de Janeiro, Brasil, Jumat (26/6/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Ricardo Moraes

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh virus corona. 

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline Kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.

Baca Juga: Kisah Penggali Makam Kuburkan 10 Jenazah COVID-19 dalam Semalam

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya