Comscore Tracker

Kasus Kematian Akibat COVID-19 di Indonesia Tembus 3.036

Total sudah ada 60.695 kasus COVID-19 di Indonesia

Jakarta, IDN Times - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona dr. Achmad Yurianto melaporkan jumlah pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 per Jumat, 3 Juli 2020 telah menembus 3.036. Angka itu tercapai lima bulan sejak pasien COVID-19 di Indonesia dilaporkan meninggal untuk kali pertama. Pasien pertama yang meninggal diketahui terjadi pada (12/3/2020) lalu. 

"Bertambah 49 orang (yang meninggal), sehingga total kasus meninggal akumulasinya menjadi 3.036 orang," ungkap pria yang akrab disapa Yuri ketika memberikan keterangan pers dan disiarakan di channel YouTube BNPB Indonesia hari ini. 

Angka kematian itu diprediksi terus bertambah, karena jumlah orang yang terpapar dan dirawat akibat COVID-19 juga meningkat. Sementara, kabar baiknya per hari ini ada 901 pasien yang berhasil sembuh. Sehingga, pasien sembuh total menjadi 27.568.

Lalu, bagaimana penyebaran kasus COVID-19 hari di seluruh Indonesia?

1. Bertambah 49 pasien meninggal, angka kematian tembus 3.000 lebih

Kasus Kematian Akibat COVID-19 di Indonesia Tembus 3.036Setiap harinya terdapat belasan jenazah COVID-19 yang dimakamkan TPU Tegal Alur. (IDN Times/Candra Irawan)

Yuri melaporkan, jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia pada hari ini bertambah 49 orang. Sehingga, total ada 3.036 pasien yang meninggal dunia. 

"Bertambah 49 orang, sehingga total kasus meninggal akumulasinya menjadi 3.036 orang," katanya.

Angka kematian ini juga menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. 

Baca Juga: Rekor Baru, Indonesia Catat 1.624 Kasus Baru COVID-19

2. Kasus positif COVID-19 di dunia mencapai 11 juta orang

Kasus Kematian Akibat COVID-19 di Indonesia Tembus 3.036ANTARA FOTO/REUTERS/Callaghan O'Hare

Sementara, kasus COVID-19 di seluruh per hari ini telah menembus 11 juta orang. Menurut situs World O Meter, kasus COVID-19 terbanyak masih ditemukan di Amerika Serikat dengan total kasus 2.837.189. 

Dari 11 juta kasus tersebut, 524.437 di antaranya meninggal dunia. Sementara pasien yang sembuh mencapai 6.164.682 orang.

3. Gejala-gejala COVID-19 yang harus kamu perhatikan

Kasus Kematian Akibat COVID-19 di Indonesia Tembus 3.036Ilustrasi Swab Test (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Penyakit yang ditimbulkan dari virus corona disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh virus corona. Kendati, persentase kesembuhan COVID-19 cukup tinggi. Di beberapa negara seperti Vietnam angka kesembuhannya mencapai 100 persen.

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi, dalam beberapa kasus, pasien positif corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan napsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering mencuci tangan menggunakan sabun, kenakan masker bila batuk atau pilek, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.

https://www.youtube.com/embed/CLcqcOR1I6Q

Baca Juga: Menhub Klaim COVID-19 Selesai September, Juru Wabah UI: Are You Sure?

Topic:

  • Santi Dewi

Berita Terkini Lainnya