Comscore Tracker

Kasus Positif COVID-19 Bertambah 5.418, Orang Sembuh juga Tambah 4.527

Bertambah 125 orang yang meninggal dunia karena COVID-19

Jakarta, IDN Times - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan, ada penambahan 5.418 orang yang dinyatakan positif COVID-19 pada Sabtu (28/11/2020). Sehingga, kasus COVID-19 di Indonesia kini telah mencapai 527.999.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah penambahan kasus positif harian terbanyak dengan 1.370 kasus. Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan 1.118 kasus, Jawa Timur sebanyak 453 kasus, Jawa Barat 367 kasus, dan Banten 234 kasus.

1. Ada penambahan 4.527 orang yang sembuh dari COVID-19 hari ini

Kasus Positif COVID-19 Bertambah 5.418, Orang Sembuh juga Tambah 4.527Petugas medis menunjukkan hasil screening rapid test non reaktif pasien di tenda darurat di depan IGD RSU Cut Meutia Aceh Utara, Aceh, Selasa (22/9/2020) (ANTARA FOTO/Rahmad)

Satgas COVID-19 juga mencatat 4.527 kasus sembuh hari ini. Maka, total angka kesembuhan di Indonesia sudah mencapai 441.983 kasus atau 83.70 persen dari total kasus COVID-19.

Provinsi dengan penambahan kasus sembuh terbanyak hari ini yaitu DKI Jakarta dengan 1.245 kasus. Selanjutnya, Jawa Barat 862 kasus, Jawa Tengah 460 kasus, Jawa Timur 394 kasus dan Riau 262 kasus.

Baca Juga: Alasan Sebagian Orang Sulsel Tidak Menantikan Vaksin COVID-19

2. Kasus meninggal COVID-19 bertambah 125 hari ini, Jawa Timur terbanyak

Kasus Positif COVID-19 Bertambah 5.418, Orang Sembuh juga Tambah 4.527Ilustrasi lahan pemakaman jenazah COVID-19 klaster unit Kristen hanya berjarak lima meter dari jalanan kendaraan ambulans berhenti. IDN Times/Candra Irawan

Kasus kematian akibat COVID-19 bertambah 125 hari ini. Sehingga, total kasus meninggal dunia mencapai 16.646 atau 3,11 persen dari akumulasi kasus COVID-19 di Tanah Air.

Lima provinsi dengan kasus kematian COVID-19 terbanyak hari ini yaitu, Jawa Timur dengan 32 kasus, Jawa Tengah 19 kasus, DKI Jakarta 15 kasus, Riau 9 kasus, dan Jawa Barat 5 kasus.

3. Telah terbukti, COVID-19 menular secara airborne

Kasus Positif COVID-19 Bertambah 5.418, Orang Sembuh juga Tambah 4.527Ilustrasi Bekerja (IDN Times/Dwi Agustiar)

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara dan hal ini bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai hal ini sejak awal kemunculan COVID-19.

"Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19), bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa 7 Juli 2020.

Amin menerangkan, virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara. "Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer," jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airborne. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

"Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan," imbuhnya.

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3M: Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan, atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times.

Baca Juga: Satgas COVID-19: Masih Banyak yang Tidak Percaya COVID-19

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya