Comscore Tracker

Menag: Yang Dimoderatkan Cara Beragama, Bukan Agamanya

Pemerintah meluncurkan aplikasi ASN No Radikal

Jakarta, IDN Times - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengajak pimpinan kementerian atau lembaga menggaungkan moderasi beragama. Ia menekankan yang dimoderatkan adalah cara beragama, bukan ajaran agamanya.

“Kita harus bersikap moderat dalam bersosialisasi dengan orang lain dengan agama yang berbeda atau dalam satu agama tapi memiliki pandangan berbeda,” kata Menag di acara Launching Aplikasi ASN No Radikal dan Webinar dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-75 Tahun di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

1. Moderasi beragama di lembaga pemerintahaan menjadi langkah pencegahan radikalisme di kalangan ASN

Menag: Yang Dimoderatkan Cara Beragama, Bukan AgamanyaMenag Fachrul Razi membacakan doa saat pelaksanaan Upacara Hari Kemerdekaan RI ke-75 pada Senin, (17/8/2020) (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Menag berpendapat moderasi beragama di lembaga pemerintahan dapat menjadi langkah pencegahan radikalisme di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Dengan demikian, hal tersebut akan mendukung terciptanya good governance.

“Sikap radikal itu dapat muncul oleh karena mendapatkan perlakukan yang tidak adil. Atau mendapat ancaman, dan ada kipasan kebencian, maka jadilah radikal. Oleh karena itu, menjadi kewajiban kita juga, membangun tata kelola pemerintahan yang baik, good governance,” tuturnya.

2. MenpanRB apresiasi Menag dalam penanggulangan radikalisme di kalangan ASN

Menag: Yang Dimoderatkan Cara Beragama, Bukan AgamanyaMenpanRB, Thahjo Kumolo (Dok.Kemenag)

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Thahjo Kumolo mengapresiasi Kementerian Agama (Kemenag) dalam menanggulangi radikalisme di kalangan ASN. Ia juga mengapresiasi ketegasan dan keterbukaan Menag dalam menanggulangi radikalisme.

“Beliau darahnya adalah darah sapta marga, sumpah prajurit dan setiaan pada negara,” katanya di kesempatan yang sama, Rabu.

3. Selain Menag, turut hadir Kepala BNPT dan Kepala BKN

Menag: Yang Dimoderatkan Cara Beragama, Bukan AgamanyaKepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Pol Boy Rafli Amar berjalan meninggalkan ruangan usai mengikuti upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/5/2020). Presiden secara resmi melantik Irjen Pol Boy Rafli Amar sebagai Kepala BNPT menggantikan Komjen Pol Suhardi Alius (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Selain Menag, dalam kegiatan yang diasosiasi oleh Kemenpan RB tersebut turut hadir Kepala BNPT Boy Rafli Amar, Kepala BKN Bima Haria Wibisana, dan akademisi Gumilar R. Somantri, pejabat eselon I dan II Kemenpan RB, serta para pejabat kepegawaian daerah yang hadir melalui webinar.

Baca Juga: Menag Akui Masjid Kementerian Jadi Tempat Masuknya Radikalisme

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya