Comscore Tracker

MUI Padang Dukung Pembatasan Jam Malam untuk Remaja

Remaja hanya boleh keluar rumah sampai jam 11 malam

Jakarta, IDN Times - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang, Sumatera Barat mendukung rencana pemerintah daerah untuk mengeluarkan pemberlakuan jam malam bagi remaja di Kota Padang. Dukungan tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua MUI Kota Padang Duski Samad.

Ia mengatakan, akan mendukung penuh usulan peraturan untuk memberlakukan pengawasan bagi anak remaja agar keluar rumah hanya sampai pukul 23.00 WIB saja.

"Jika tidak ada lagi urusan penting yang harus diselesaikan di luar rumah," tuturnya seperti dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (26/2).

1. MUI Padang sarankan remaja hanya boleh keluar rumah sampai pukul 22.00 WIB

MUI Padang Dukung Pembatasan Jam Malam untuk RemajaKetua MUI Kota Padang Duski Samad (ANTARA/Laila Syafarud)

Bahkan, Duski mengusulkan agar pembatasan jam keluar untuk para remaja di Kota Padang hanya sampai pukul 22.00 WIB. Hal itu dapat berlaku untuk para remaja yang memang tidak memiliki urusan penting di luar rumah.

"Bahkan kalau bisa, MUI sendiri mengusulkan sampai 22.00 WIB remaja di Padang tidak dibolehkan lagi keluar rumah," katanya.

Baca Juga: Tim Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Sumatera Barat

2. Pembatasan jam malam untuk remaja dianggap dapat meminimalisir tindak kriminal remaja

MUI Padang Dukung Pembatasan Jam Malam untuk RemajaIDN Times/Ayu Afria

Lalu, ia menjelaskan, alasan dari pembatasan jam malam bagi remaja adalah untuk meminimalkan jumlah korban akibat tawuran, serta balap liar. Pembatasan jam malam juga dapat menghindari kegiatan lain yang dilakukan oleh sekelompok remaja pada malam hari.

"Tentunya jika terus dibiarkan, tindakan tersebut dapat merugikan banyak orang," lanjutnya.

3. MUI Padang ajak orang tua dan masyarakat mengawasi aktivitas remaja

MUI Padang Dukung Pembatasan Jam Malam untuk RemajaIlustrasi kegiatan belajar mengajar siswa SMA. IDN Times/Ervan Masbanjar

Bahkan, bukan hanya pemberlakuan jam malam, Duski juga mengimbau agar masyarakat berperan aktif dalam mengawasi aktivitas remaja di Kota Padang. Ia menganggap hal itu bisa membantu meminimalkan kenakalan remaja.

"Tentunya ikut mengawasi dan menegur para remaja yang masih berkeluyuran di luar rumah pada malam hari," kata dia.
​​​​​​
Untuk para orang tua, Duski mengimbau agar memberikan perhatian khusus pada anak-anak dan melarang anak keluar rumah jika tidak ada keperluan yang penting pada malam hari.

4. Pengawasan jam malam untuk remaja masuk ke dalam revisi Perda Ketertiban Umum Kota Padang

MUI Padang Dukung Pembatasan Jam Malam untuk RemajaIlustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Sebelumnya, legislator Kota Padang telah menambahkan pengawasan jam malam untuk remaja pada revisi peraturan daerah (Perda) Ketertiban Umum. Ide tersebut muncul dengan alasan untuk mencegah kenakalan remaja yang sering terjadi di Kota Padang.

Menurut ketua Ketua Panitia Khusus (Pansus) II Perubahan Perda nomor 11 tahun 2005 tentang Ketertiban Umum Budi Syahrial dalam Perda tersebut akan diberlakukan pengawasan jam malam untuk remaja yaitu hanya boleh keluar malam sampai jam 23.00 WIB jika tidak di bawah pengawasan orang tua.

Ia juga mengatakan untuk meningkatkan keamanan di Kota Padang, pemerintah tidak bisa berharap sepenuhnya ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Untuk itu akan dibentuk satuan perlindungan masyarakat (Satpinmas) di setiap RW terdiri atas 10 orang dan perlindungan masyarakat (Linmas) tingkat RT yang berasal dari masyarakat setempat," katanya.

Baca Juga: #TolakSementaraTurisChina Trending, 150 Turis Tiongkok Tiba di Padang

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya