Comscore Tracker

Nilai Kelulusan CPNS 2019 Diturunkan, Ini Bocoran Tesnya!

Pemerintah tidak terima pegawai administrasi di CPNS 2019

Jakarta, IDN Times - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan, kementeriannya
menurunkan nilai kelulusan dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di 2019.

"Passinggrade kita turunkan karena pada seleksi penerimaan sebelumnya, ada beberapa daerah yang pesertanya tidak ada yang lolos," kata Tjahjo usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/11).

Baca Juga: Formasi CPNS 2019 untuk Disabilitas Tidak Sesuai dengan Kemampuan 

1. SK penyusunan soal CPNS 2019 sudah diterbitkan

Nilai Kelulusan CPNS 2019 Diturunkan, Ini Bocoran Tesnya!Ilustrasi tes CPNS. Instagram/mastercpns

Tjahjo yang sebelumnya menjabat sebagai menteri dalam negeri di era Kabinet Kerja menyebutkan, sudah menerbitkan SK penyusunan soal dalam rangka seleksi penerimaan CPNS 2019.

"Yang menyusun soalnya bukan BKN (Badan Kepegawaian Negara), bukan Kemenpan-RB, tapi beberapa perguruan tinggi. Soalnya disimpan, ada kuncinya," kata Tjahjo.

2. Tes meliputi soal bahaya laten, radikalisme, dan terorisme

Nilai Kelulusan CPNS 2019 Diturunkan, Ini Bocoran Tesnya!Dok.IDN Times/Istimewa

Tjahjo menjelaskan, dalam susuan soal CPNS 2019, pihaknya memasukkan soal-soal bahaya laten, soal radikalisme, terorisme, dan juga wawasan kebangsaan.

"Itu tes tertulis dulu. Nanti lebih detail di wawancara. Kami sudah koordinasi dengan BNPT, Mabes Polri, dan MoU (membuat nota kesepahaman) dengan 11 kementerian/lembaga," katanya.

3. Pemerintah tidak menerima pegawai administrasi di CPNS 2019

Nilai Kelulusan CPNS 2019 Diturunkan, Ini Bocoran Tesnya!IDN Times/Habil Misbacul Alam

Tjahjo juga mengingatkan, pemerintah tidak menerima pegawai administrasi untuk CPNS 2019. Sebab, sudah ada 1,6 juta tenaga administrasi di pemerintahan.

"Karena sudah ada 1,6 juta, nanti mau disisir, karena untuk memenuhi tenaga guru dan perawat saja itu gak cukup tiga tahun. Sekarang mengangkat 10 yang pensiun bisa 12, nah kalau dulu yang pensiun 15, diangkat sepuluh, yang lima honorer, akhirnya numpuk sehingga tidak mengatasi masalah," kata Tjahjo.

Topic:

  • Aldzah Fatimah Aditya
  • Sunariyah
  • Wendy Novianto

Just For You