Comscore Tracker

[UPDATE] Dalam Sehari, Kasus Suspek COVID-19 di RI Naik 15 Ribu

Kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 113.134

Jakarta, IDN Times - Satgas Penanganan COVID-19 merilis perkembangan data per Senin (3/8/2020), jumlah orang dengan status suspek COVID-19 di Indonesia bertambah menjadi 77.572. Angka tersebut naik 15.206 dari sehari sebelumnya yaitu 62.366.

Satgas Penanganan COVID-19 mencatat, dari 2 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB hingga 3 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB, jumlah spesimen yang sudah dites COVID-19 berjumlah 20.032 spesimen. Sehingga, total spesimen yang sudah diperiksa mencapai 1.537.413.

1. Kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 113.134

[UPDATE] Dalam Sehari, Kasus Suspek COVID-19 di RI Naik 15 RibuIlustrasi Rapid Test Tim IDN Times (IDN Times/Herka Yanis)

Dari jumlah pemeriksaan spesimen tersebut, kasus positif COVID-19 naik 1.679 hari ini. Dengan demikian, kasus COVID-19 di Indonesia telah mencapai 113.134.

Sedangkan peningkatan angka kematian juga terjadi di Indonesia, menjadi 5.302 kasus. Walaupun demikian, kasus sembuh juga terus naik dan sekarang berada di angka 70.236 orang.

Baca Juga: [LINIMASA-3] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia

2. Sebaran kasus COVID-19 di 34 provinsi Indonesia

[UPDATE] Dalam Sehari, Kasus Suspek COVID-19 di RI Naik 15 RibuFoto aerial kendaraan melintas di kawasan Semanggi, Jakarta, Jumat (27/3/2020). Sejumlah ruas jalan utama ibu kota lebih lengang dibandingkan hari biasa karena sebagian perusahaan telah menerapkan bekerja dari rumah guna menekan penyebaran virus Corona atau COVID-19 (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Berikut ini data rincian penyebarannya:

1. Aceh 433 kasus
2. Bali 3.529 kasus
3. Banten 1.891 kasus
4. Bangka Belitung 196 kasus
5. Bengkulu 235 kasus
6. Yogyakarta 772 kasus
7. DKI Jakarta 22.616 kasus
8. Jambi 169 kasus
9. Jawa Barat 6.693 kasus
10. Jawa Tengah 9.827 kasus
11. Jawa Timur 22.982 kasus
12. Kalimantan Barat 387 kasus
13. Kalimantan Timur 1.538 kasus
14. Kalimantan Tengah 1.761 kasus
15. Kalimantan Selatan 6.238 kasus
16. Kalimantan Utara 284 kasus
17. Kepulauan Riau 493 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 2.150 kasus
19. Sumatera Selatan 3.455 kasus
20. Sumatera Barat 974 kasus
21. Sulawesi Utara 2.746 kasus
22. Sumatera Utara 4.193 kasus
23. Sulawesi Tenggara 789 kasus
24. Sulawesi Selatan 9.744 kasus
25. Sulawesi Tengah 213 kasus
26. Lampung 297 kasus
27. Riau 506 kasus
28. Maluku Utara 1.562 kasus
29. Maluku 1.135 kasus
30. Papua Barat 460 kasus
31. Papua 3.114 kasus
32. Sulawesi Barat 239 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 151 kasus
34. Gorontalo 1.322 kasus

Dalam proses verifikasi lapangan 10 kasus.

3. Pengertian dan gejala-gejala COVID-19

[UPDATE] Dalam Sehari, Kasus Suspek COVID-19 di RI Naik 15 RibuSuasana tes swab di Pasar Pandansari Balikpapan pada 30 Juni 2020 (IDN Times/Haikal)

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh virus corona. 

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline Kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.

Baca Juga: [UPDATE] Tertinggi! Jatim-DKI Sumbang 950 Kasus COVID-19 Hari Ini!

Topic:

  • Aldzah Fatimah Aditya
  • Dwifantya Aquina
  • Septi Riyani

Berita Terkini Lainnya