Comscore Tracker

Waspada! Kenaikan Kasus COVID di DKI Pecah Rekor 3 Hari Berturut-turut

Jumlah kasus COVID-19 di Jakarta kini mencapai 25.287

Jakarta, IDN Times - Satgas Penanganan COVID-19 merilis data perkembangan COVID-19 di Indonesia per Sabtu (8/8/2020). Terjadi penambahan 2.277 kasus baru COVID-19 hari ini sehingga total kasus COVID-19 mencapai 123.503.

Pada hari ini, DKI Jakarta kembali memecahkan tekor pada kenaikan kasus COVID-19 harian dengan 686 kasus positif baru. Angka itu melampaui rekor harian sebelumnya yaitu, 665 yang dirilis pada Jumat 7 Agustus 2020 kemarin. Begitu pula dua hari lalu, 6 Agustus 2020, DKI Jakarta juga memecahkan rekor harian dengan memiliki 556 kasus positif.

1. Melampaui Jawa Timur, jumlah kasus COVID-19 di Jakarta kini mencapai 25.287

Waspada! Kenaikan Kasus COVID di DKI Pecah Rekor 3 Hari Berturut-turutSeorang penjual jasa tukar uang menunggu adanya pembeli di sekitar Kota Tua, Jakarta Barat pada Rabu, (5/8/2020) (IDN Times/Aldila Muharma)

Per hari ini, DKI Jakarta mengalami kenaikan 686 kasus sehingga totalnya menjadi 25.287. Sejak kemarin, Jumat 7 Agustus 2020, DKI Jakarta sudah melampaui Jawa Timur sebagai provinsi dengan akumulasi kasus tertinggi di Indonesia dengan total kasus sebanyak 24.601.

Baca Juga: [UPDATE] Hampir 80 Ribu Orang di Indonesia Sembuh dari Virus Corona

2. Sebaran COVID-19 di 34 provinsi di Indonesia

Waspada! Kenaikan Kasus COVID di DKI Pecah Rekor 3 Hari Berturut-turutProses para ibu hamil ikuti tes swab PCR di Gelora Pancasila, Selasa (21/7/2020). Dok BPB dan Linmas Kota Surabaya

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Berikut ini data rincian penyebarannya:

1. Aceh 536 kasus
2. Bali 3.720 kasus
3. Banten 2.035 kasus
4. Bangka Belitung 200 kasus
5. Bengkulu 243 kasus
6. Yogyakarta 854 kasus
7. DKI Jakarta 25.287 kasus
8. Jambi 210 kasus
9. Jawa Barat 7.387 kasus
10. Jawa Tengah 10.472 kasus
11. Jawa Timur 24.922 kasus
12. Kalimantan Barat 397 kasus
13. Kalimantan Timur 1.834 kasus
14. Kalimantan Tengah 1.977 kasus
15. Kalimantan Selatan 6.617 kasus
16. Kalimantan Utara 292 kasus
17. Kepulauan Riau 526 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 2.263 kasus
19. Sumatera Selatan 3.675 kasus
20. Sumatera Barat 1.102 kasus
21. Sulawesi Utara 2.860 kasus
22. Sumatera Utara 4.794 kasus
23. Sulawesi Tenggara 998 kasus
24. Sulawesi Selatan 10.364 kasus
25. Sulawesi Tengah 216 kasus
26. Lampung 307 kasus
27. Riau 706 kasus
28. Maluku Utara 1.670 kasus
29. Maluku 1.298 kasus
30. Papua Barat 551 kasus
31. Papua 3.215 kasus
32. Sulawesi Barat 275 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 152 kasus
34. Gorontalo 1.549 kasus

Dalam proses verifikasi lapangan 10 kasus.

3. COVID-19 terbukti menular secara airborne

Waspada! Kenaikan Kasus COVID di DKI Pecah Rekor 3 Hari Berturut-turutIlustrasi Rapid Test Plasma (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan penyebaran virus COVID-19 dapat melalui udara dan hal itu melalui bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai sejak awal kemunculan COVID-19.

"Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19) bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa 7 Juli 2020.

Amin menerangkan virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

"Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer," jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airborne. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

"Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan," imbuhnya.

Baca Juga: [UPDATE] Ada 19,5 Juta Orang di Dunia Terinfeksi COVID-19 

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya