Comscore Tracker

Unik, Komunitas di Malang Tukar Sampah dengan Segelas Kopi 

Untuk peringati Green Conssumer Day  

Malang, IDN Times - Sebuah komunitas pemerhati lingkungan hidup bernama iLitterless memiliki cara unik untuk mengajak masyarakaat peduli lingkungan. Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan menawarkan konsep unik yakni menukar sampah dengan satu gelas kopi gratis atau voucher pembelian kopi. Setidaknya ada 4 kafe di Kota Malang yang turut mendukung apa yang dilakukan iLitterless tersebut. 

1. Sekaligus peringati Green Consumer Day

Unik, Komunitas di Malang Tukar Sampah dengan Segelas Kopi Warga harus mengisi administrasi terlebih dahulu sebelum mendapat reward. IDN Times/Alfi Ramadana

Kegiatan tukar sampah dengan segelas kopi tersebut dilakukan oleh komunitas iLitterless juga sekaligus untuk memperingati Green Consumer Day. Public Relation iLitterless, Radhya Melkah menjelaskan bahwa apa yang mereka lakukan tersebut sebagai upaya untuk mengedukasi masyarakat bahwa ada beberapa sampah yang bisa didaur ulang. Mereka juga mengajak masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan dengan melakukan pemilahan sampah dari rumah.

"Jenis sampah yang bisa ditukarkan adalah anorganik. Semisal plastik, botol kaca, kardus dan sejenisnya," urainya Selasa (28/9/2021). 

2. Tak batasi jumlah sampah yang ditukar

Unik, Komunitas di Malang Tukar Sampah dengan Segelas Kopi Warga juga mendapat penjelasan tentang bagaimana memilah sampah yang baik. IDN Times/Alfi Ramadana

Lebih jauh, Melkah menambahkan bahwa mereka tak membatasi jumlah sampah yang ditukar. Masyarakat bisa datang ke lokasi kafe yang sudah ditetapkan dengan membawa sampah sesuai dengan kriteria yang ada dengan jumlah berapapun. Saat ini, kafe yang dijadikan pusat kegiatan tersebut adalah Vosco Coffee yang berada di Jalan Borobudur, Blimbing, Kota Malang.

Sebelum menerima reward, masyarakat terlebih dahulu harus melewati beberapa tahapan administrasi sebagai tanda bukti penyerahan sampah. Baru setelah itu mereka bisa mendapat reward sesuai yang dijanjikan.   

"Ada dua pilihan reward yang bisa didapatkan yakni berupa freenitem ice coffee secara cuma-cuma atau mendapatkan sponsor potongan harga (diskon) di kafe-kafe yang sudah menjadi mitra kami. Lalu juga akan kami beri tambahan berupa pembatas buku, dan hasil daur ulang minyak jelantah," imbuhnya. 

3. Sampah akan diserahkan ke bank sampah

Unik, Komunitas di Malang Tukar Sampah dengan Segelas Kopi Warga mendapatkan voucher sebagai ganti sampah yang sudah ditukarkan. IDN Times/Alfi Ramadana

Sampah yang terkumpul nantinya akan kembali dipilah-pilah sesuai jenisnya. Setelah proses pemilahan selesai, sampah dari masyarakat tersebut bakal diserahkan ke bank sampah untuk dilakukan daur ulang. Untuk saat ini, iLitteress sendiri baru melakukan kegiatan tersebut untuk empat kafe saja. 

"Ke depannya kami ingin melakukan hal ini untuk lebih banyak lagi," sambungnya. 

4. Dapat sambutan positif dari masyarakat

Unik, Komunitas di Malang Tukar Sampah dengan Segelas Kopi Seorang anggota komunitas menunjukkan beberapa jenis sampah yang bisa ditukarkan. IDN Times/Alfi Ramadana

Sementara itu, salah warga yakni Anisa Ramadhani mengakui sangat antusias dangan kegiatan tersebut. Paling tidak kini sampah-sampah bekas wadah skincare yang biasa ia gunakan tidak hanya sekedar dibuang saja. Tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk daur ulang. Terlebih lagi dengan menyerahkan sampah tersebut bisa mendapat reward yang menarik. 

"Tadi saya membawa sampah bekas wadah skincare. Mungkin kalau ditimbang lebih dari lima kilogram. Saya mengumpulkan sampah tersebur sejak enam bulan lalu. Kebetulan ada kegiatan ini, maka sampah tersebut saya serahkan ke sini," kata wanita asal Tangerang Selatan yang sudah lama tinggal di Malang itu. 

Baca Juga: Ada Ratusan Timbulan Sampah Plastik di Brantas, Aktivis Suarakan Ini

5. Berharap bisa lebih sering dilakukan

Unik, Komunitas di Malang Tukar Sampah dengan Segelas Kopi Warga juga mendapat penjelasan tentang bagaimana memilah sampah yang baik. IDN Times/Alfi Ramadana

Anisa sendiri berharap, kegiatan tersebut bisa dilakukan lebih sering. Tidak hanya satu hari saja, agar masyarakat lain juga bisa ikut merasakan manfaatnya. Terlebih saat ini permasalahan sampah memang perlu mendapat perhatian lebih. Untuk itu, semakin sering kegiatan tersebut dilakukan maka edukasi kepada masyarakat akan semakin cepat tersampaikan. 

"Harapannya, dengan adanya program ini, bisa memberikan manfaat dan tidak perlu menyimpan sampah plastik terlalu lama di rumah," tandasnya. 

Baca Juga: Memilah Sampah Sejak dari Rumah

Alfi Ramadana Photo Verified Writer Alfi Ramadana

Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pemikiran

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya