Comscore Tracker

Ini 3 Provinsi yang Rawan Terpapar Hoaks Menurut Rilis LIPI

Menurur LIPI, penyebar hoaks adalah orang yang cerdas

Jakarta, IDN Times - Peneliti Sosial dan Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amin Mudzakir, memaparkan daerah-daerah yang rawan termakan isu terhadap hoaks ada di tiga provinsi di Indonesia. 

Hal tersebut dikatakan saat diskusi 'Hoaks, Integritas KPU, dan Ancaman Legitimasi Pemilu' di Jalan Cikini Raya, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/1) siang tadi. Dalam acara diskusi tersebut turut hadir Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, dan intelektual muda NU, Zuhairi Misrawi. 

1. Tiga provinsi yang termakan isu hoaks

Ini 3 Provinsi yang Rawan Terpapar Hoaks Menurut Rilis LIPIIDN Times/Amelia Zaneta

Amin mengatakan, tiga provinsi tersebut tersebar di beberapa daerah di Indonesia dan penelitian tersebut dilakukan terhadap 1.800 responden.

"Tiga provinsi tersebut adalah Aceh, Jawa Barat, dan Banten. Tingkat keterimaan terhadap berita PKI, kriminalisasi ulama, invasi tenaga asing, itu tinggi sekali di tiga daerah tersebut. Hasil riset ini sendiri dirilis tahun 2018 terhadap 1.800 responden, masing-masing provinsi ada 200 orang yang tersebar di sembilan provinsi", paparnya.

Baca Juga: Kata Millennials Soal PKI dan Komunisme

2. Dari total sembilan provinsi yang diteliti, mengerucut kepada tiga provinsi yang terpapar hoaks

Ini 3 Provinsi yang Rawan Terpapar Hoaks Menurut Rilis LIPIIDN Times/Amelia Zaneta

Tiga provinsi tersebut ditemukan dari total daerah yang diteliti berjumlah sembilan provinsi. "Kita survei di sembilan provinsi mulai dari Sumatera Utara, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, DIY Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan," paparnya. 

3. Daerah yang kental nuansa Islam disebut LIPI rentang termakan hoaks

Ini 3 Provinsi yang Rawan Terpapar Hoaks Menurut Rilis LIPIislamislogic.wordpress.com

Ia menjelaskan, dari penelitian tersebut ditemukan bahwa daerah dengan nuansa Islam yang sangat kuat, rentan terpapar dengan isu hoaks.

"Di daerah-daerah yang punya afiliasi dengan Islam, penerimaan mereka terhadap berita-berita hoaks sangat tinggi," jelasnya. 

Hal tersebut, menurut Amin, sejalan dengan ajaran Islam yang menyebut bahwa paham komunisme adalah salah. "Karena kekuatan dalam kasus hoaks komunisme memang karena Islam kerap diyakini sebagai agama yang menganggap bahwa komunisme itu salah," tuturnya. 

4. Ceruk PBNU tidak termakan isu hoaks

Ini 3 Provinsi yang Rawan Terpapar Hoaks Menurut Rilis LIPIIDN Times/Humas Jabar

Berbanding terbalik dengan Nahdatul Ulama (NU), menurut Amin, Islam yang berada di organisasi tersebut tidak begitu termakan isu hoaks lantaran mengikuti arahan pemimpin umat di kalangan tersebut. 

"Di daerah di mana NU cukup kuat, daya tahan masyarakat terhadap hoaks komunisme itu cukup tinggi karena hari ini kita tahu bahwa PBNU mengatakan sendiri kalau isu PKI adalah hoaks," ucap dia.

5. Penyebar hoaks adalah orang yang berwawasan luas

Ini 3 Provinsi yang Rawan Terpapar Hoaks Menurut Rilis LIPIIDN Times/Amelia Zaneta

Tambah Amin, ia menilai dari hasil penelitian tersebut, ditentukan bila penyebar hoaks merupakan orang yang sangat mengerti sejarah dan juga memiliki pengetahuan yang luas terhadap suatu daerah. 

"Analisis kami ya, kalau melihat persebaran tabloid Obor Rakyat, terutama di Jawa Barat atau Banten, mereka adalah orang intelektual yang paham latar belakang suatu wilayah. Coba cek daerah lain, itu kecil sekali penyebarannya karena kita melihat bahwa mereka yang memproduksi hoaks tahu persis isu mengenai komunisme, isu anti-Cina, isu jokowi itu Cina, akan laku di daerah tersebut. Daerah di luar itu, Bali misalnya, atau Papua, tidak akan laku karena tidak ada memori kolektif yg membuat orang tergiring untuk menerima info hoaks dengan topik tersebut," jelas Amin.

Baca Juga: Jokowi Sindir Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet di Depan Prabowo

Topic:

  • Amelinda Zaneta
  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Just For You