Khofifah Pastikan Tidak Ada PSBB di Jawa Timur  

Yang terpenting adalah disiplin protokol kesehatan

Peresmian RS darurat lapanhan ditandai dengan pelepasan burung merpati. IDN Times/Alfi Ramadana

Malang, IDN Times - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan tak akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya. Ketimbang memberlakukan pembatasan, ia meminta masyarakat disiplin protokol kesehatan.

1. Belum pernah bahas kemungkinan PSBB

Khofifah saat berfoto bersama relawan dan perawat yang bertugas di RS lapangan Idjen Boulevard. IDN Times/Alfi Ramadana

Khofifah menyebut bahwa saat ini belum ada pembicaraan terkait hal tersebut dengan Forkopimda provinsi. Sebaliknya, koordinasi yang mereka lakukan adalah bagaimana secepat mungkin mengoperasikan RS lapangan tersebut untuk membantu penanganan COVID-19. 

"Yang kami bahas bersama pangdam dan kapolda adalah penyiapan RS darurat lapangan ini agar segera beroperasi. Belum ada terkait PSBB," kata Khofifah saat meresmikan Rumah Sakit Darurat Lapangan (RSDL) Idjen Boulevard di Malang, Rabu (16/12/2020).

2. Disiplin protokol kesehatan tetap menjadi fokus utama

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat melakukan peninjauan RS lapangan usai peresmian. IDN Times/Alfi Ramadana

Sebaliknya, Khofifah menyebut bahwa hal utama yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk memutus rantai penularan COVID-19 adalah dengan mematuhi protokol pencegahan COVID-19. Bahkan, ia menyebut keberadaan RS khusus COVID-19 juga tak akan berarti apapun jika masyarakat tidak disiplin protokol kesehatan. 

"Sekarang ini dokter-dokter sudah lelah. Perawat-perawat juga sudah lelah karena terus melakukan perawatan terhada pasin COVID-19 mulai bulan Maret. Untuk itu untuk pencegahan, kedisiplinan terhadap protokol COVID-19 di masyarakat harus menjadi yang utama," tandasnya. 

Baca Juga: Pasar Kecewa PSBB Diperketat, Rupiah Anjlok

3. Harus ada relawan mitigasi COVID-19

Terdapat lima ambulance yang bersiaga di RS darurat lapangan yang bisa digunakan untuk membawa pasien COVID-19. IDN Times/Alfi Ramadana

Lebih jauh, Khofifah menambahkan bahwa saat ini berdasarkan laporan yang masuk kepadanya, lonjakan kasus yang terjadi di Malang Raya berasal dari beberapa klaster. Beberapa klaster tersebut diantaranya, perkantoran dan keluarga. Untuk itu, Khofifah meminta kepada kepala daerah untuk segera bisa menemukan formula guna mengatasi penambahan kasus tersebut. 

"Harus ada revitalisasi lagi di sektor-sektor tersebut agar lebih tangguh. Caranya adalah dengan menempatkan relawan yang sudah dilatih terkait mitigasi COVID-19 serta pencegahannya. Semisal tugasnya memastikan bahwa di kantor harus tempat cuci tangan cukup. Termasuk juga memastikan semua menggunakan masker," tambahnya. 

Seperti diketahui, hingga Selasa, (15/12/2020), enam daerah di Jawa Timur masuk dalam zona merah. Daerah tersebut antara lain, Banyuwangi, Jember, Tuban, Kabupaten Kediri, Kota Blitar, serta Kota Malang. Kondisi ini pun sempat memunculkan adanya wacana pemberlakuan kembali PSBB. Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak bahkan menyebut sedang mempertimbangkan formatnya.  

Baca Juga: Lonjakan Kasus COVID-19 Jatim Tinggi, Pemprov Pertimbangkan PSBB

Verified Writer

Alfi Ramadana

Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pemikiran

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Berita Terkini Lainnya