Film The Santri Belum Produksi, PBNU Ajak yang Protes Ikut Casting 

Film The Santri masih trailer kok, kenapa ribut?

YouTube.com/NU CHANNEL

Jakarta, IDN Times - Trailer atau cuplikan film The Santri menuai kritik dari berbagai pihak. Alur cerita, adegan, dan nilai-nilai yang ditampilkan dalam film itu dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Terkait hal ini, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar NU (PBNU) sekaligus eksekutif produser film The Santri', Imam Pituduh, meminta pihak-pihak yang kontra untuk melihat terlebih dulu keseluruhan isi film sebelum menilai. Bahkan, kata dia, film ini belum diproduksi. 

"Film The Santri ini belum diproduksi, jangan dihakimi. Lha wong masih trailer kok," ucap Imam di Gedung PBNU, Selasa (17/9).

Baca Juga: PBNU Bantah Gandeng Livi Zheng di Film The Santri Demi Pamor

1. Film The Santri mengangkat arti santri sesungguhnya

IDN Times/Dini Suciatiningrum

Imam menjelaskan, film The Santri mengisahkan kehidupan santri di pondok pesantren. Menurutnya, film tersebut mengangkat arti santri sesungguhnya yang mempunyai spirit, mulai spirit toleransi, kebinekaan, dan kebangsaan yang sudah ada sejak dulu.

"Belum banyak yang mengetahui kehidupan di pondok pesantren, bagaimana toleransinya, keramahan dan kedamaiannya, itu yang diangkat ke publik," terangnya.

2. Film The Santri untuk menunjukkan Islam itu ramah, tidak kaku dan tidak memukul

youtube.com/NU CHANNEL

Selain itu, film yang dibintangi Wirda Mansur ini akan mengangkat tradisi, budaya, dan kebiasaan masyarakat yakni tradisi ater-ater.

Ayo berkenalan :)

Yuk, gabung di IDN Times untuk pengalaman membaca yang lebih menyenangkan.

Gabung Sekarang!

Tradisi tersebut dilakukan santri menjelang Ramadan. Saat itu, mereka mengirimkan makanan ke tetangga dan lingkungan sekitar tanpa memandang latar belakang, suku, ras, dan agama.

"Kami ingin menunjukkan Islam itu ramah, bukan Islam yang kaku, Islam yang merangkul bukan memukul, yang mengajak bukan mengejek, sebab kita hidup dengan bangsa yang mempunyai banyak agama, suku, bahasa yang harus kita jaga," jelas Imam.

3. Akan menggelar diskusi bedah scene dan plot

IDN Times/ Dini suciatiningrum

Untuk itu, Imam meminta semua pihak menunggu dan melihat film The Santri secara utuh setelah produksi selesai.

Selain itu, Imam akan menggelar diskusi bedah scene dan plotnya agar mengetahui apakah ada adegan yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

"Kalau masih penasaran, kita nanti ada bedah plot bisa didiskusikan dan lihat sendiri adegan mana yang tidak sesuai ajaran Islam, yang dinilai jangan trailer dulu," imbuhnya.

4. PBNU tantang pihak yang mengkritik ikut casting

YouTube/Nu Channel

Bahkan Imam mempersilakan pihak-pihak yang mengkritik untuk ikut casting film yang tayang April 2020 tersebut.

"Biar mereka juga merasakan, film ini tidak ada yang bertentangan. Justru kita memahami agama secara utuh tidak hanya kulitnya. Bagaimana Islam bisa membumi, beradaptasi dengan nilai-nilai setempat. Sebenarnya Islam dengan budaya tidak ada yang dipertentangkan dan tidak perlu dipertentangkan," tegasnya.

Baca Juga: Alumni 212 Menyerukan Boikot Film The Santri Garapan Livi Zheng 

Just For You